<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853</id><updated>2012-01-04T18:49:29.262+07:00</updated><category term='Internasional'/><category term='Solusi'/><category term='Sejarah'/><category term='Profil'/><category term='Realitas'/><category term='Filsafat'/><category term='Motivasi'/><category term='Kuliner'/><category term='Tips Blogger'/><category term='Catatan'/><category term='Renungan'/><category term='Peluang Usaha'/><title type='text'>Komunitas Pengangguran Indonesia</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>62</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-5074305847045723586</id><published>2011-01-25T03:51:00.000+07:00</published><updated>2011-01-25T03:51:13.662+07:00</updated><title type='text'>Kami Akan Kembali</title><content type='html'>&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: large;"&gt;Blog ini dalam perbaikan &lt;span style="color: black;"&gt;maintenance&lt;/span&gt;. Dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: large;"&gt;kami akan kembali segera... &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" style="color: blue; font-size: large;"&gt;Salam pengangguran       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-5074305847045723586?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/5074305847045723586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2011/01/kami-akan-kembali.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/5074305847045723586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/5074305847045723586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2011/01/kami-akan-kembali.html' title='Kami Akan Kembali'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-604989529883124844</id><published>2010-11-18T23:55:00.001+07:00</published><updated>2010-11-19T00:01:05.313+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>10 Cara Agar Tetap Pe-De di Kala Menganggur</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TOVbuaqJg5I/AAAAAAAAAPg/kXo0VH_CECw/s1600/DSC00317.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="178" src="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TOVbuaqJg5I/AAAAAAAAAPg/kXo0VH_CECw/s320/DSC00317.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Masih menganggur juga? Jangan patah semangat. Mungkin memang rezeki belum saatnya di tangan. Tapi seringkali orang merasa frustasi karena berulangkali gagal. Nah, agar membuat diri tetap bersemangat berburu kerja, berikut tips dari Judi Craig, Ph.D., MCC, seorang pakar karir di San Antonio yang juga Presiden COACH SQUARED, INC:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Structure your day&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidur larut, mengisi teka-teki silang atau melakukan kegiatan remeh temeh lainnya tak akan membantu Anda mendapat pekerjaan. Temukan sebuah pekerjaan yang sesungguhnya. Buatlah jadwal teratur setiap hari dalam seminggu, lalu patuhilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Keep up with your industry&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu jadi yang terdepan dan yang paling dulu tahu soal perkembangan pada industri kerja. Ini akan membuat Anda selalu terhubung dengan dunia kerja Anda. Saat jam wawancara tiba, Anda tak gagap lagi menjawab pertanyaan penanya mengenai tantangan industri terakhir, produk layanan atau tren apa yang tengah berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Know your strengths&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tak tahu pasti apa yang diinginkan perusahaan yang Anda lamar? Tanyakan kepada diri sendiri seperti "Orang-orang datang kepada saya untuk apa ya?" atau "Kenapa orang-orang mencari-cari saya?" Cobalah cari kekuatan Anda sesungguhnya, dari situ Anda bakal tahu mengapa orang membutuhkan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Listen to motivational CDs while you're driving&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk selalu siap adalah mendengarkan ide-ide segar dari para profesional di bidangnya soal bagaimana menjual potensi diri, bagaimana saat menghadapi wawancara penting dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Hang out with optimistic, positive people&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sungkan sekadar nongkrong dengan orang yang optimis dan selalu berpikir positif. sembari ngobrol santai, curilah kiat mereka menjadi sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Do some volunteer work&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali-kali mencoba magang tanpa digaji tak apa-apa. Pengalaman ini bisa menjadi amat berguna untuk membuat jejaring yang akan menghubungkan Anda ke dunia kerja yang sesungguhnya. Siapa tahu perusahaan Anda tempat magang terkesan, dan memutuskan merekrut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Limit your listening to "The News" on radio and television&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batasi melihat dan mendengarkan berita-berita yang kurang berbobot, baik di radio atau televisi (terutama acara gosip). Saringlah semua yang hendak dilihat atau didengar, agar tetap tak ketinggalan informasi terbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Start a self-improvement project&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah punya keahlian yang cocok, tak ada salahnya terus mempelajari keahlian baru atau menuntaskan proyek yang tertinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. Relaxing&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali-kali boleh dong menyegarkan pikiran dengan melakukan sesuatu di luar rutinitas. Membaca cerita misteri, berkebun, bermain bersama binatang piaraan atau mendapatkan servis pijat boleh saja. Setelah sekian lama tak memanjakan diri, sah saja semua itu dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. Pursue your spiritual path&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendekatkan diri ke Yang Diatas sangat disarankan untuk meningkatkan spiritualitas yang akan menguatkan jiwa seseorang. Sisihkan waktu untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Kalau suka membaca, coba bacalah buku-buku spiritual, atau melakukan meditasi. Siraman rohani semacam itu akan memotivasi kembali semangat hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Selamat mencoba!"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: hanyawanita.com       &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-604989529883124844?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/604989529883124844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/11/10-cara-agar-tetap-pe-de-di-kala.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/604989529883124844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/604989529883124844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/11/10-cara-agar-tetap-pe-de-di-kala.html' title='10 Cara Agar Tetap Pe-De di Kala Menganggur'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TOVbuaqJg5I/AAAAAAAAAPg/kXo0VH_CECw/s72-c/DSC00317.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-5051019258093950324</id><published>2010-10-18T01:02:00.002+07:00</published><updated>2010-10-28T12:39:05.913+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><title type='text'>Misteri Tokek Sebagai Obat Penyakit AIDS</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TLs5pA26IAI/AAAAAAAAAMw/y4K8mCC_WVk/s1600/tokek.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TLs5pA26IAI/AAAAAAAAAMw/y4K8mCC_WVk/s200/tokek.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Fenomena Tokek dan AIDS. Keberadaan penyakit kelamin AIDS (Aquired Immuno Deficiency Syndrome) masih menjadi momok menakutkan bagi manusia, karena penyakit tersebut menyerang tanpa mengenal usia dan merupakan penyakit turunan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit tersebut menyerang daya tahan tubuh sehingga membuat orang yang terkena AIDS menjadi lemah dan kekebalannya berkurang drastis. Datangnya penyakit ini di sebapkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada saat ini para ilmuwan masih berlomba untuk bisa menemukan obat bagi penderita AIDS. Beberapa obat yang ada hanya dapat mencegah atau melemahkan kerja virus ini tanpa bisa mengobati, sehingga hanya akan menahan untuk beberapa waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anti Retro Viral (ARV) adalah salah satu obat untuk memperlambat penyebaran virus ini. Namun beberapa waktu ini tersebar berita baru bahwa tokek dapat menjadi obat untuk penderita AIDS. Belum ada riset khusus mengenai hal ini namun banyak masyarakat mempercayainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fenomena Tokek&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokek sendiri adalah hewan sejenis cicak yang besar dan mempunyai permukaan kulit yang tidak rata, tidak menyerupai reptil lainnya yang satu spesies. Karena bentuknya yang aneh dan cenderung menakutkan ini banyak orang mengasingkan dan membunuhnya, walaupun di beberapa daerah ada yang mengkonsumsinya sebagai makanan ataupun obat penambah gairah sex. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu harga tokek seekor di banderol sekitar &amp;gt; 1000 / ekor, namun di karenakan adanya isu tentang manfaat tokek untuk pengobatan AIDS harga tokek membengkak sampai angka jutaan / ons.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari sisi kedokteran memang belum ada yang mengadakan penelitian khusus tentang khasiat tokek, namun bila di yakini bisa mengobati atau setidaknya mencegah penyakit AIDS tentu akan menjadi kemajuan besar dalam pengobatan tradisional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan merupakan hal yang sangat penting dalam pengobatan, namun medis memang diperlukan untuk menguji khasiat dan kandungan yang ada dalam tokek itu sendiri. Semua berbalik kepada pribadi tiap orang mau mempercayai ataupun tidak yang jelas semuanya ada di tangan Tuhan YME.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya takutkan disini adalah adanya Hoak dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab seperti pada kejadian tanaman Gelombang Cinta yang ketika jaya menjadi seperti barang yang paling berharga, namun ketika sudah tidak zamannya lagi tanaman itu terbengkalai tak berharga. Semoga ada riset yang lebih mendalam tentang hal ini sehingga tidak terjadi kehebohan yang tidak jelas kemana arah tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.oblo.web.id/2009/04/fenomena-tokek-dan-aids.html"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-5051019258093950324?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/5051019258093950324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/10/misteri-tokek-sebagai-obat-penyakit.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/5051019258093950324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/5051019258093950324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/10/misteri-tokek-sebagai-obat-penyakit.html' title='Misteri Tokek Sebagai Obat Penyakit AIDS'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TLs5pA26IAI/AAAAAAAAAMw/y4K8mCC_WVk/s72-c/tokek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-7514609350698692826</id><published>2010-10-09T16:45:00.001+07:00</published><updated>2010-10-27T09:20:08.776+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliner'/><title type='text'>Yummy Dough Menggemparkan Dunia Kuliner</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TLA5KTPpsGI/AAAAAAAAAMk/L_MXx6qde20/s1600/00+yummy+dough.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="135" src="http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TLA5KTPpsGI/AAAAAAAAAMk/L_MXx6qde20/s200/00+yummy+dough.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Yummy Dough adalah satu makanan unik yang cepat merebut hati orang untuk mencicipinya. Awal mula dipasarkan di Jerman tahun 2007, meraup sukses luar biasa larisnya. Bahkan bisa di sebut jadi trend baru makanan ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jerman setelah dipasarkan 1 tahun terjual 700 ribu bungkus, di Inggris dipasarkan 2 bulan sudah terjual 20.000 bungkus, saat ini juga mendapat sambutan positif di pasar AS dan Kanada. Rencana September ini akan mulai dipasarkan di Jepang. Reaksi orang Jepang terhadap Yummy Dough  bukan hanya menanti, malah sudah gempar sebelumnya, bahkan sudah ada yang mencicipinya (di luar negaranya), gara-gara tak ingin ketinggalan dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kisah terbuatnya makanan ini bermula dari sebuah keluarga di Jerman dimana terdapat kakak adik yang memiliki pengalaman serupa. Sekitar 8 tahun lalu, ketika Sara berusia 8 tahun dan Luisa (5) bermain dengan lumpur, tak peduli kedua orangtuanya selalu berpesan “jangan memakan lumpur”, tetapi setiap kali tetap mereka santap. Maka, kedua kakak beradik itu mengajukan permintaan “ingin lumpur yang bisa dimakan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila hal tersebut terjadi di keluarga pada umumnya, sepatah kata “sangat merepotkan” seharusnya sudah habis perkara. Namun, keluarga mereka berbeda. Kedua anak tersebut dengan bantuan sang ayah, mulai menyukai mengkreasi lumpur yang bisa dimakan, bahkan akhirnya mereka berhasil mengembangkan dan mencipta Yummy Dough (adonan yang begitu nikmat) yang setelah dipanggang sejenak bisa langsung dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adonan tepung Yummy Dough terdiri dari 4 warna:  merah, biru, hijau, kuning. Pertama adonan dimasukkan ke dalam wadah, tuangkan air sesuai petunjuk ke dalam adonan, kemudian diaduk dengan baik, maka jadilah “lumpur” tersebut. Adonan itu setelah selesai dibuat, bisa dimakan setelah dipanggang, tanpa dipanasi bisa dimakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembuatannya mengasyikkan, oleh karena melalui pencampuran empat warna dengan perbandingan yang bervariasi maka bisa diperoleh adonan aneka warna, yang hasilnya sangat ditunggu-tunggu. Selain itu warna adonan yang menarik, setelah dikerjakan kita bisa merasakan layaknya seorang seniman! Bagi yang memiliki tangan trampil, bisa pula membuat hasil karya yang unik dan apik. Selama proses pembentukan adonan terlihat persis bermain dengan lumpur.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai pekerjaan adonan tersebut, segera akan tercium aroma wangi! Persis dengan aroma kue kering pada umumnya. Anda bisa mencicipinya, sangat nikmat, tak jauh beda dengan sebagian kulit es Mochi Jepang, rasanya manis lezat. Memanaskannya dengan microwave, hasilnya sama sekali berbeda, rasanya berubah mirip antara roti dan kue, aromanya juga lebih terasa. Sebenarnya mana yang lebih enak? Tergantung pada selera masing-masing. Yummy Dough dibandrol Rp. 180.000,- /bungkus. (yc/epochtimes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.metrogaya.com/home/snack-lumpur-yummy-dough-bikin-gempar-dunia-kuliner"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-7514609350698692826?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/7514609350698692826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/10/yummy-dough-menggemparkan-dunia-kuliner.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/7514609350698692826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/7514609350698692826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/10/yummy-dough-menggemparkan-dunia-kuliner.html' title='Yummy Dough Menggemparkan Dunia Kuliner'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TLA5KTPpsGI/AAAAAAAAAMk/L_MXx6qde20/s72-c/00+yummy+dough.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-6844739376775214253</id><published>2010-10-04T15:47:00.004+07:00</published><updated>2010-10-27T09:21:52.643+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Usaha'/><title type='text'>Dagang Sepatu-Sandal Datangkan Omzet Hingga Rp.7 juta/hari</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TKmUS-V8A9I/AAAAAAAAAMg/MfgPHqnVMR8/s1600/sandal_km.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TKmUS-V8A9I/AAAAAAAAAMg/MfgPHqnVMR8/s200/sandal_km.jpg" width="171" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pasar Mester di Jatinegara, Jakarta Timur, telah lama menjadi pusat jual beli beraneka ragam kebutuhan masyarakat Jakarta. Di pasar ini dijual berbagai barang, mulai dari perlengkapan sholat, suvenir pernikahan, hingga sayur mayur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi kebutuhan masyarakat yang melengkapi pasar ini, yaitu sentra penjualan alas kaki lokal dan impor. Sentra ini terletak di lantai dua gedung Jatinegara Trade Center (JTC). Secara umum, sentra ini memisahkan pedagang eceran dan grosir. Pedagang eceran berada di bagian depan sentra.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Begitu menyambangi sentra ini, Anda akan menemukan berbagai macam jenis dan merek sepatu maupun sandal untuk pria dan wanita. Ada sepatu kerja, sepatu olahraga, selop untuk pesta, hingga sandal murah meriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lautan alas kaki ini tersusun rapi di rak-rak yang ada di dalam maupun di depan kios. Jika pengunjung sedang sepi, mudah saja Anda melenggang di gang-gang sempit antara satu kios dengan kios lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, jangan kesal kalau pengunjung sedang ramai-ramainya. Anda harus berdesak-desakan di antara para pengunjung lain yang kerap menghentikan langkah di depan sebuah kios dengan seenaknya. Entah tiba-tiba terpikat salah satu alas kaki di sebuah kios, atau malah adu urat dengan pedagang untuk menawar barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sah-sah saja melakukan tawar-menawar di sentra penjualan alas kaki Pasar Mester ini. Justru inilah salah satu kelebihan sentra ini dibanding membeli alas kaki serupa yang sudah masuk pusat perbelanjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aling, pemilik toko sepatu dan sandal Karunia mengklaim, kualitas barang-barang dagangannya tak kalah dibandingkan dengan alas kaki yang dijajakan di mal-mal kelas menengah. "Malah di sini pilihannya lebih banyak," ujarnya setengah berpromosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penjual alas kaki di sentra ini ada yang khusus menjual barang impor, hanya barang lokal, atau kombinasi antara keduanya. Aling mengaku lebih banyak menjual produk lokal daripada impor. Komposisinya sekitar 60% produk lokal dan 40% produk impor. Dia mengambil opsi ini lantaran menjual alas kaki secara eceran. "Di sini memang lebih banyak penjual alas kaki eceran," kata Aling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda lagi dengan toko Citra Bunda, milik Nano Kantiono, yang hanya menjual alas kaki lokal. Nano memajang sekitar 200 pasang alas kaki di kiosnya. "Plus stok, ada sekitar 300 pasang alas kaki," ujar Nano.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika ingin membeli alas kaki partai besar atau grosiran, masuklah lebih dalam ke sentra ini. Para pedagang grosiran memiliki kios yang lebih besar namun agak kurang pencahayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nano menceritakan, sentra penjualan alas kaki grosiran di JTC ini sudah berumur lebih dari 20 tahun. Sekitar empat tahun lalu, baru muncul sentra pedagang eceran. Nano memprediksi, total kios di sentra ini ada sekitar 200 unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran luas kios di sini relatif sama, yakni sekitar 3 x 4 meter. Tidak ada pembatas khusus yang membatasi kios yang satu dengan sebelahnya. Hanya cara penataan sepatu yang menimbulkan kesan pembatas kios. "Di sini biaya sewanya sebesar Rp 15 juta per dua tahun," ujar Aling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Omzet Tergerus karena Persaingan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah membayangkan kondisi sentra penjualan alas kaki di gedung Jatinegara Trade Center (JTC), Pasar Mester Jatinegara, senyaman ketika menyambangi pusat perbelanjaan. Anda tidak akan menemukan ruangan yang sejuk berkat penyejuk ruangan yang berfungsi optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga tidak bisa memanjakan mata dengan melihat pemandangan tatanan alas kaki yang memukau dengan pancaran efek tata cahaya. Sentra penjualan alas kaki di lantai dua Gedung JTC ini lebih mirip pasar tradisional daripada sentra perdagangan layaknya pusat perdagangan lain yang menjamur di berbagai sudut Ibukota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi jika melihat sistem pencahayaan gedung yang terlihat seadanya. Malah, pantas juga bila Anda menyebut keadaan sentra ini remang-remang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali penyebabnya adalah sistem ventilasi yang kurang mendukung. Selain itu, begitu padatnya pedagang yang menyesaki sentra ini semakin membuat suasana gedung ini pengap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sentra tempat jualan alas kaki yang melayani pembelian eceran ini dilengkapi oleh fasilitas penyejuk ruangan. "Kalau ruangan untuk para pedagang grosir di sebelah itu baru tidak ada penyejuk ruangannya," ujar Aling, pemilik toko sepatu dan sandal Karunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, lokasi yang tidak begitu nyaman tak menyurutkan para pengunjung menyesaki sentra alas kaki ini. Maklum, harga jual alas kaki di tempat ini benar-benar miring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi jika Anda jago menawar. Harga alas kaki dari pabrik, yang biasanya sudah harga mati, masih bisa kena potongan harga yang lumayan. Misalnya saja, sandal eceran buatan industri rumahan yang berasal dari Bogor. Harga sandal ini hanya Rp 25.000–Rp 35.000 per pasang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun harga sandal eceran buatan pabrik lokal harganya sekitar Rp 65.000–Rp 100.000 per pasang. "Harga itu masih bisa kena diskon. Kami tidak bisa menahan harga tinggi karena ketatnya persaingan," ujar Aling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan harga di antara sesama pedagang alas kaki di sentra ini memang sangat terasa. Aling berkisah, sekitar dua tahun lalu dia masih bisa menjual alas kaki impor dari China yang berkualitas bagus dengan harga sampai di atas Rp 200.000 per pasang. Meski harga tinggi, peminatnya masih membeludak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu pedagang eceran di sentra ini masih sedikit. Jadi, Aling berani menjual alas kaki dengan harga tinggi. Tapi, sekarang, setelah daya beli masyarakat menurun lantaran krisis ekonomi global menerjang, Aling tidak berani lagi memasok alas kaki impor yang berkualitas bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling-paling dia hanya berani menjual alas kaki impor dengan harga berkisar Rp 135.000–Rp 185.000 per pasang. "Penentuan harga tergantung dari merek dan modelnya," kata Aling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, toko alas kakinya yang baru berusia dua tahun ini belakangan hanya mampu mencetak omzet sekitar Rp 25 juta per bulan. Padahal, ketika awal buka, ia bisa meraih omzet sekitar Rp 40 juta per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dengan omzet Nano Kantiono, pemilik toko sepatu dan sandal Citra Bunda. Omzetnya saat ini paling banter sekitar Rp 1 juta per hari. Padahal, sebelum permintaan pasar menurun, omzetnya bisa mencapai Rp 4 juta per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gembira Menanti Datangnya Hari Libur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana sentra penjualan alas kaki di Gedung Jatinegara Trade Center (JTC), Pasar Mester, Jatinegara, Jakarta Timur memang tidak begitu nyaman. Tapi bukan berarti tempat ini tidak layak Anda kunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sentra ini menjadi surga bagi para pedagang alas kaki dari seluruh penjuru Jakarta. Mereka datang ke tempat ini untuk membeli berkarung-karung alas kaki untuk dijual kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pengunjung rutin sentra ini adalah Yahdi Larusdi, pedagang kelontong di daerah Pondok Gede, Bekasi. Yahdi sudah memiliki beberapa toko grosir langganan untuk membeli alas kaki untuk dia jual kembali secara eceran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahdi biasanya mangkal di Pasar Auri, Pondok Gede, untuk berjualan alas kaki dan perlengkapan rumah tangga lainnya. Dia menggunakan mobil pick up untuk menjual barang-barang dagangannya itu. "Kadang saya keliling ke perumahan," kata Yahdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam seminggu, Yahdi bisa menyambangi sentra ini hingga tiga kali. Dia bisa membeli berkodi-kodi alas kaki tiap kali datang ke sentra ini. Setiap kali berbelanja, dia bisa menghabiskan duit sekitar Rp 2 juta-Rp 3 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, sandal karet untuk pria adalah alas kaki yang paling banyak terjual. Sepasang sandal itu ia jual sekitar Rp 15.000 per pasang. Dengan harga pokok pembelian Rp 140.000 untuk 20 pasang alias Rp 7.000 per pasang, keuntungan yang dia peroleh bisa lebih dari 100%. "Saya bisa untung besar kalau berbelanja di sini. Harga jual grosirnya murah," kata Yahdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pedagang eceran yang berjualan di sentra ini juga mencecap margin yang lumayan. Nano Kantiono, pemilik toko Citra Bunda, mengaku bisa mendapat margin sekitar 25% dari penjualan sepasang alas kaki. Tiap hari, dia menjual 15-20 pasang alas kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir pekan adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh para pedagang eceran alas kaki di sentra ini. Sebab, pekan itu, pengunjung biasanya lebih banyak dan penjualan mereka akan meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aling, pemilik toko alas kaki Karunia, mengatakan, bisa menjual 25 pasang alas kaki ketika akhir pekan tiba. "Kalau hari biasa hanya laku sekitar 10 pasang alas kaki," kata Aling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya akhir pekan, pedagang di sentra ini juga panen raya saat musim libur sekolah. Pada waktu itu, banyak ibu yang ingin membelikan sepatu baru bagi anaknya. Itulah waktunya para pedagang alas kaki di sentra ini mengeruk untung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahdi mengaku tiap liburan sekolah omzetnya melesat berkali-kali lipat. Jika biasanya dia hanya bisa menjual 20 alas kaki per hari, ketika libur sekolah dia bisa menjual sepatu sekolah anak hingga 100 unit per hari. "Omzet per hari bisa sampai Rp 7 juta," kata Yahdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, para pedagang alas kaki eceran di sentra ini mengambil barang dagangannya dari pedagang grosir yang hanya terpisah tembok ini. "Jadi, sewaktu-waktu ada barang baru, saya langsung ke sebelah," ujar Aling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekadar saran bila ingin berlama-lama belanja di sentra ini: jangan datang terlalu siang. Sebab, pukul empat sore para pedagang sudah menutup kios. Waktu yang paling ideal datang ke sini sekitar pukul 10 pagi, setelah para pedagang selesai menyiapkan kiosnya satu jam sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.suaramedia.com/ekonomi-bisnis/usaha-kecil-dan-menengah/20001-dagang-sepatu-sandal-datangkan-omzet-hingga-rp-7-jt-per-hari.html"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-6844739376775214253?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/6844739376775214253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/10/dagang-sepatu-sandal-datangkan-omzet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/6844739376775214253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/6844739376775214253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/10/dagang-sepatu-sandal-datangkan-omzet.html' title='Dagang Sepatu-Sandal Datangkan Omzet Hingga Rp.7 juta/hari'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TKmUS-V8A9I/AAAAAAAAAMg/MfgPHqnVMR8/s72-c/sandal_km.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-2988805385396691154</id><published>2010-10-04T15:39:00.003+07:00</published><updated>2010-10-27T09:22:34.684+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Usaha'/><title type='text'>Tekun Jualan Roti Bantal, Omzet Rp.87 Juta/Bulan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TKmSUquKjpI/AAAAAAAAAMc/hkXCgh7teO8/s1600/roti.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="164" src="http://4.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TKmSUquKjpI/AAAAAAAAAMc/hkXCgh7teO8/s200/roti.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ketekunan, kerja keras, dan doa, menjadi poin penting dalam memulai usaha. Ini pula yang membuat Muslikhan berhasil mengembangkan usaha roti bantal. Berbagai rintangan dijadikannya sebagai pelajaran untuk menggapai kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belasan pemuda tampak sibuk. Dua pemuda masuk ke dalam ruangan menggotong karung berisi tepung. Di salah satu sudut ruangan beberapa pemuda sibuk menyiapkan adonan. Ada juga yang sedang menggoreng roti di wajan berukuran besar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di sebelahnya, beberapa orang sibuk mengemas roti ke dalam bungkus plastik kecil-kecil. Itulah aktivitas sehari-hari di gudang pembuatan roti bantal milik Muslikhan, warga RT 09/05, Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gudang ini berdampingan dengan kediaman Muslikhan. Selain dikenal dengan sebutan roti bantal, produk buatan Muslikhan juga kerap disebut roti hajatan lantaran sering dihidangkan dalam acara keluarga, seperti pernikahan, khitanan, dan syukuran haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Awalnya enggak di sini Mas. Dulu membuat rotinya di rumah orang tua. Maklum, waktu itu kami masih menumpang di rumah orang tua,” kata Muslikhan mengawali perbincangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria berusia 35 tahun ini menuturkan, sebelum membuka usaha roti bantal dia pernah bekerja di sebuah pabrik roti di Kudus, sekira tujuh tahun. Di perusahaan tersebut Muslikhan menjadi sales keliling. Tidak jarang pula dia ditugaskan membuat roti ketika ada pegawai yang libur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari situ Muslikhan memiliki keahlian membuat roti. Setelah menikah pada 1999, ayah dua anak ini merasa uang yang didapat dari pekerjaannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Satu tahun kemudian, pada 2000, Muslikhan memutuskan untuk keluar dari pabrik dan memilih merintis membuat roti sendiri dengan diberi nama Roti Alvian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Beberapa pedagang di pasar yang biasanya dititipi roti juga menyarankan agar saya membuat roti sendiri. Ini semakin meyakinkan saya untuk membuka usaha,” papar suami Siti Sundari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, minimnya modal menjadi kendala utama. Akhirnya, Muslikhan memberanikan diri meminta kepada sang istri agar perhiasan yang digunakan sebagai mas kawin pernikahan dijual untuk mendapatkan modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu dia sampai menitikkan air mata ketika sang istri rela melepaskan perhiasan yang dikenakannya. Dari menjual perhiasan terkumpul uang sekira Rp3 juta. Muslikhan kemudian menggunakannya untuk membeli satu unit mesin seharga Rp1 juta, oven seharga Rp1,5 juta, dan sisanya dibelikan bahan baku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Muslikhan sudah mengajukan permohonan kredit ke sejumlah bank. Akan tetapi, tidak ada yang menyetujuinya. Berkas sudah dimasukkan, namun pihak bank tidak kunjung melakukan survei dan memberikan jawaban. Di awal-awal merintis, Muslikhan mengerjakan pembuatan roti dibantu istrinya. Pekerjaan ini dilakukan setiap hari, mulai pukul 05.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Setelah salat Subuh saya langsung bekerja. Karena masih minim modal, waktu itu hanya membuat 3 kg adonan. Pukul 11.00 WIB, roti sudah jadi dan saya bawa ke Pasar Jember dan Bitingan (Kudus). Sedangkan istri meneruskan pekerjaannya. Pukul 16.00 WIB saya kembali ke pasar untuk mengantar roti yang dibuat istri tadi,” ungkap pria lulusan sekolah dasar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rutinitas tersebut berjalan sekira tiga bulan. Setelah mendapatkan pelanggan pedagang di pasar, Muslikhan memberanikan mencari pegawai untuk mengembangkan usaha. Saat itu dia memulai dengan dua pegawai. Lima tahun berjalan, Roti Alvian semakin dikenal masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan dari penjualan roti ini digunakan untuk meningkatkan usaha dengan menambah mesin, sebagian ditabung. Uang hasil menabung ini kemudian digunakan untuk membeli sebidang tanah yang tidak jauh dari rumah orang tuanya. Di atas tanah seluas 315 meter persegi itulah Muslikhan mendirikan rumah dan gudang yang kini ditempati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tahun berjalan, usaha yang ditekuni Muslikhan berkembang pesat. Jika di awal merintis usaha hanya mampu membuat 3 kg adonan roti dengan hasil yang belum seberapa, kini omzet per bulan mencapai Rp87 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kendala yang dihadapi Muslikhan adalah kenaikan harga-harga bahan baku. Di sisi lain, dia kesulitan untuk menaikkan harga roti. Dia mencontohkan, dari harga tepung per sak sekira Rp60 ribu beberapa tahun lalu, saat ini sudah naik menjadi Rp140 ribu. Padahal dia tetap menjual rotinya dengan harga Rp500 per potong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami pernah menaikkan harga menjadi Rp550 per potong, tapi tidak laku. Hanya bertahan tiga hari, kemudian harga tersebut kami kembalikan ke harga semula,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susahnya menaikkan harga itu tidak lepas dari persaingan antarprodusen roti yang semakin meningkat. Untuk mengatasi kendala tersebut akhirnya Muslikhan memilih mengecilkan ukuran roti. Strategi ini ternyata diterima konsumen dan pembeli kembali berdatangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini pangsa pasar produk Roti Alvian masih berkisar di Kudus dan kota-kota sekitarnya. Sasarannya pun masih menengah ke bawah. Di samping dijual di pasar, roti Alvian banyak dipesan kalangan keluarga. Misalnya saat mereka akan mengadakan hajatan atau menjelang hari raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengakui, menjelang Lebaran dan saat Lebaran Haji merupakan masa-masa permintaan roti meningkat. Dia bahkan kerap meminta pegawainya lembur. Disinggung kunci kesuksesannya, Muslikhan mengungkapkan bahwa pelayanan ekstra kepada pelanggan dan menjaga kualitas adalah poin penting yang terus dipertahankan sampai sekarang. Pedagang yang menjual Roti Alvian tidak perlu khawatir jika roti sudah memasuki masa kedaluwarsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga penjual Roti Alvian akan menarik roti-roti tersebut dan menggantinya dengan yang baru. Tidak jarang Muslikhan sendiri yang mengantarkan dagangan ke pasar. Mengenai kualitas, sampai sekarang adonan masih dibuat sendiri oleh Muslikhan. Proses penggorengan, oven, sampai pengemasan juga tetap menjadi perhatian. “Jangan sampai ada yang terlalu matang atau gosong,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, Roti Alvian telah memiliki pegawai 17 orang dan beberapa sales keliling.Sebuah mobil juga siap mengantarkan pesanan dalam partai besar. Jumlah mesinnya pun semakin banyak. Jika awalnya hanya satu, sekarang sudah menjadi empat unit ditambah tujuh mesin oven. Bagaimana dengan permodalan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengaku selain mengandalkan keuntungan, juga mengajukan pinjaman modal ke sebuah bank. ”Kalau sekarang prosesnya lebih mudah untuk bisa disetujui. Ada juga petugas bank yang menawari untuk mengucurkan pinjaman,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun karena kekuatan modal yang dimiliki sudah mencukupi, Muslikhan menolak tawaran dari bank-bank tersebut. Dia lantas teringat sulitnya mencari pinjaman modal di bank saat memulai usahanya dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil jerih payah dan kerja keras Muslikhan tersebut kini telah membuahkan hasil. Selain memiliki rumah dan gudang sendiri, dia telah membeli beberapa bidang tanah di sekitar rumahnya sebagai bentuk investasi.Muslikhan tidak lupa bersyukur dengan keberhasilannya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2008 lalu dia dan istrinya telah menunaikan ibadah haji. Satu tahun kemudian dia memberangkatkan kedua orang tuanya ke Tanah Suci. ”Alhamdulillah, kami bersyukur dengan apa yang telah diberikan Allah SWT kepada kami sekarang ini,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan, Muslikhan berharap produknya dikenal lebih luas lagi. Di samping itu, dia berniat membuat kue dengan target pasar yang lebih tinggi. Muslikhan mengaku sudah memiliki kemampuan membuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga berniat membangun sebuah minimarket di depan sebuah rumah sakit yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Selain sarana memasarkan roti, tempat itu juga digunakan untuk menjual kebutuhan sehari-hari seperti minimarket kebanyakan. (sundoyo hardi)(Koran SI/Koran SI/ade)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://economy.okezone.com/read/2010/06/01/22/338206/22/tekun-jualan-roti-bantal-omzet-rp87-juta-bulan"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-2988805385396691154?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/2988805385396691154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/10/tekun-jualan-roti-bantal-omzet-rp87.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/2988805385396691154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/2988805385396691154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/10/tekun-jualan-roti-bantal-omzet-rp87.html' title='Tekun Jualan Roti Bantal, Omzet Rp.87 Juta/Bulan'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TKmSUquKjpI/AAAAAAAAAMc/hkXCgh7teO8/s72-c/roti.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-7978409027178056537</id><published>2010-09-26T11:45:00.030+07:00</published><updated>2010-10-01T02:20:26.321+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Blogger'/><title type='text'>Cara Memasang Kotak Komentar Facebook di Blog</title><content type='html'>Musim ujan gini enaknya ngapain ya gan? Nongkrong ga bisa, bengong ga tau apa yang harus dibengongin. Kerjaan kaga punya. Duit juga kaga punya.. Aktivitas gue hari ini cuma nyeburin kucing kurap warna item ke sumur gara2 dia ngembat ikan asin nenek gue. Hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi walaupun begitu, khususnya kita sebagai kaum pengangguran jangan sampe deh terjerumus ke lembah kenistaan. Soalnya ga ada untungnya. Toh si Untung aja masih getol jualan tape di kampung sebelah. Sekarang malah punya bini tiga. So keep spirit bro, jangan sampe kehilangan semangat, apalagi sampe bunuh diri kayak temen gue Hendro gara-gara dia kaga laku sama perempuan (i'm sorry brader).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beibeh, ane cuma mau sekedar share aja nih, tentang bikin kotak komentar facebook di blog.&amp;nbsp; Berhubung ane mau molor langsung to the point aja yah. (Jiaahhh... ngomong Inggris masih belepotan aja pake sok segala). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Ps:&lt;/b&gt; Lebih baik menghina diri sendiri daripada menghina orang lain.. Haa haa haa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Langkah Pertama&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Login dengan account facebook juragan. Setelah itu agan bisa langsung membuat aplikasinya di &lt;b style="color: blue;"&gt;&lt;a class="tt" href="http://www.facebook.com/developers/#%21/developers/createapp.php" target="_blank"&gt;facebook developers&lt;span class="tooltip"&gt;&lt;span class="top"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="middle"&gt;Langsung masuk gaan...&lt;/span&gt;&lt;span class="bottom"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; dimana nantinya juragan bisa mendapatkan &lt;b&gt;APP ID&lt;/b&gt; milik sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah masuk pada halaman pertama (lihat gambar dibawah ini), masukan nama aplikasi yang ingin agan buat. Sebagai contoh, saya beri nama aplikasi saya dengan nama '&lt;b&gt;Kotak Komentar&lt;/b&gt;'. Lalu klik 'setuju' dan klik '&lt;b&gt;Buat aplikasi baru&lt;/b&gt;'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TKBLeNd4faI/AAAAAAAAAMU/cA8TSa7p4HI/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="156" src="http://4.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TKBLeNd4faI/AAAAAAAAAMU/cA8TSa7p4HI/s400/1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pada halaman kedua, agan pastilah melihat penampakan seperti gambar seperti dibawah ini. Di kolom pertama, juragan bakal menemukan '&lt;b&gt;Kode aplikasi&lt;/b&gt;' atau '&lt;b&gt;APP ID&lt;/b&gt;' yang sangat berguna bagi nusa dan bangsa. Benarkah?? Silakan agan pikir sendiri deh.. hehhehe.. dan jangan lupa copy kode tersebut di notepad gan supaya gak digondol maling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu ketik alamat blog juragan di kolom URL Situs. Jangan lupa dikasih garis miring di akhirannya. Sebagai contoh: &lt;a href="http://nganggurlagi.blogspot.com/"&gt;http://nganggurlagi.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TKBLwgwkIXI/AAAAAAAAAMY/P0g1Wk2g1fM/s1600/2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="157" src="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TKBLwgwkIXI/AAAAAAAAAMY/P0g1Wk2g1fM/s400/2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Abis ntu, penceet gaaaaaaaan..................: &lt;b&gt;Simpan Perubahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Langkah Kedua&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah langkah pertama terselesaikan, silakan kembali ke akun blogger juragan dan masuk ke menu Edit HTML. Centang "Expand Template Widget" dan jangan lupa download templatenya untuk penanggulangan pertama bila terjadi kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin: 5px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;Cari kode &lt;b style="color: blue;"&gt;&amp;lt;body&amp;gt;&lt;/b&gt; kemudian tambahkan script ini di bawahnya &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="font-size: 10px; margin: 0px; padding: 0px; width: 60px;" type="button" value="Show" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;div id="fb-root"&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;script&amp;gt;&lt;br /&gt;window.fbAsyncInit = function() {&lt;br /&gt;FB.init({&lt;br /&gt;appId  : 'YOUR   APP ID',&lt;br /&gt;status : true, // check login status&lt;br /&gt;cookie : true, // enable cookies to allow the server to access the   session&lt;br /&gt;xfbml  : true  // parse XFBML&lt;br /&gt;});&lt;br /&gt;};&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(function() {&lt;br /&gt;var e = document.createElement('script');&lt;br /&gt;e.src = document.location.protocol +   '//connect.facebook.net/en_US/all.js';&lt;br /&gt;e.async = true;&lt;br /&gt;document.getElementById('fb-root').appendChild(e);&lt;br /&gt;}());&lt;br /&gt;&amp;lt;/script&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa untuk mengubah &lt;b&gt;YOUR APP ID&lt;/b&gt; dengan &lt;b&gt;APP ID&lt;/b&gt; yang tadi juragan copy di notepad (bukan kopi tubruk loh..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin: 5px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;Lalu tambahkan script di bawah ini sebelum kode &lt;b style="color: blue;"&gt;&amp;lt;/head&amp;gt;&lt;/b&gt; &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="font-size: 10px; margin: 0px; padding: 0px; width: 60px;" type="button" value="Show" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;b:if cond='data:blog.pageType == &amp;amp;quot;item&amp;amp;quot;'&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;meta expr:content='data:blog.pageTitle' property='og:title'/&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;meta expr:content='data:blog.url' property='og:url'/&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;b:else/&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;meta expr:content='data:blog.title' property='og:title'/&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;meta expr:content='data:blog.homepageUrl' property='og:url'/&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;/b:if&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;meta content='MY-SITE-NAME' property='og:site_name'/&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;meta content='YOUR-APP-ID' property='fb:app_id'/&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;meta content='Profile-ID-Facebook' property='fb:admins'/&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;meta content='article' property='og:type'/&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ganti tulisan &lt;b&gt;MY-SITE-NAME&lt;/b&gt; dengan nama blog juragan, juga ganti &lt;b&gt;APP ID &lt;/b&gt;serta &lt;b&gt;Profil ID&lt;/b&gt; masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin: 5px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;Jika sudah, cari kode &lt;b style="color: blue;"&gt;&amp;lt;data:post.body/&amp;gt;&lt;/b&gt; dan tambahkan script ini tepat dibawahnya &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="font-size: 10px; margin: 0px; padding: 0px; width: 60px;" type="button" value="Show" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;b:if cond='data:blog.pageType == &amp;amp;quot;item&amp;amp;quot;'&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;div&amp;gt;&amp;lt;fb:comments expr:title='data:post.title' expr:url='data:post.url' expr:xid='data:post.id' width='450'/&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;lt;div style='background-color: #f2f2f2;border: solid 1px #cccccc; font-size:10px; padding:3px;width:100%;'&amp;gt; &amp;lt;b&amp;gt;&amp;lt;a href='http://nganggurlagi.blogspot.com/2010/09/cara-memasang-kotak-komentar-facebook.html' target='_blank'&amp;gt; juragan mau pasang kotak komentar kayak gini? &amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/b&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;/b:if&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengubah lebar kotak komentarnya, silakan ubah angka &lt;b&gt;450&lt;/b&gt; dengan yang agan inginkan. Kemudian save templatenya gan (biar macho) dan silakan juragan lihat sendiri hasilnya. Dan demikianlah adanya. Salam ngacirr...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TKAR3SfNEhI/AAAAAAAAAME/6lDuN4Fj-t4/s1600/fb+comments.gif" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="34" src="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TKAR3SfNEhI/AAAAAAAAAME/6lDuN4Fj-t4/s200/fb+comments.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-7978409027178056537?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/7978409027178056537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/cara-memasang-kotak-komentar-facebook.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/7978409027178056537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/7978409027178056537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/cara-memasang-kotak-komentar-facebook.html' title='Cara Memasang Kotak Komentar Facebook di Blog'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TKBLeNd4faI/AAAAAAAAAMU/cA8TSa7p4HI/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-7058276891130008282</id><published>2010-09-21T05:43:00.003+07:00</published><updated>2010-09-21T05:46:14.863+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><title type='text'>Gayus, Miliuner yang Kini Jadi Pengangguran</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TJfjAEjMRfI/AAAAAAAAALU/NWExWK_40QU/s1600/Gayus.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="176" src="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TJfjAEjMRfI/AAAAAAAAALU/NWExWK_40QU/s320/Gayus.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Gayus Tambunan mengaku sudah tidak lagi memiliki pekerjaan setelah dipecat dari Ditjen Pajak Kementerian Keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gayus harus berurusan dengan penegak hukum yang membawanya ke sel tahanan gara-gara terklibat dalam penggelapan dana pajak.Tak tanggung-tanggung praktek mafia kasus yang diotaki Gayus ini menyeret sejumlah petinggi di Ditjen Pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sidang lanjutan kasus mafia pajak dengan terdakwa penyidik Bareskrim AKBP Sri Sumartini di PN Jakarta Selatan, Selasa (3/8/2010), Gayus dihadirkan sebagai saksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya pekerjaan oleh majelis hakim, Gayus menjawab, "Sekarang saya tidak bekerja lagi. Dulu pegawai Ditjen Pajak tapi sekarang tidak ada pekerjaan." Kontan pengakuan Gayus ini disambut tawa dan senyum pengunjung yang hadir dalam persidangan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekadar diketahui, AKP Sri Sumartini adalah penyidik pratama I Unit III Dit Ekonomi Khusus Bareskrim Polri. Dia didakwa telah menerima suap dari Gayus dalam perkara pajak senilai USD45 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang itu diberikan agar Sri beserta Kompol Arafat tidak menyita rumah Gayus di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pasal yang dikenakan kepada Sumartini adalah pasal 5 ayat 2 UU Tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi dan UU No 20 tahun 2001 dengan ancaman lima tahun penjara.(ram)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://news.okezone.com/read/2010/08/03/339/359110/339/gayus-miliuner-yang-kini-jadi-pengangguran"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-7058276891130008282?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/7058276891130008282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/gayus-miliuner-yang-kini-jadi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/7058276891130008282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/7058276891130008282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/gayus-miliuner-yang-kini-jadi.html' title='Gayus, Miliuner yang Kini Jadi Pengangguran'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TJfjAEjMRfI/AAAAAAAAALU/NWExWK_40QU/s72-c/Gayus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-1636327380081428429</id><published>2010-09-21T05:33:00.000+07:00</published><updated>2010-09-21T05:33:08.735+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Pengangguran Intelektual</title><content type='html'>Belum juga dilaksanakan Ujian Nasional, saat ini sudah banyak perguruan tinggi swasta maupun negeri yang sudah melaksanakan saringan penerimaan mahasiswa baru dengan syarat membayar sejumlah uang. Penerimaan secara indent yang dilakukan PTN dan PTS secara psikologis membuat murid merasa ketakutan tidak kebagian bangku apabila mendaftar PTS atau PTN setelah kepastian kelulusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kasar dapat dilihat bahwa cara tersebut adalah untuk mencari dana sebesar2nya yang menjadikan murid SMU sebagai ladang uang dengan menciptakan ketakutan tidak kebagian bangku di PTS atau PTN. Sementara anggaran pendidikan katanya dinaikkan, pungutan juga dinaikkan dan setelah luluspun banyak yang tidak terserap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya yang saya temui, banyak lulusan perguruan tinggi ternama di Indonesia saat ini menjadi pengangguran terselubung, bekerja tidak sesuai dengan pendidikannya. Golongan intelektual seperti ini banyak menjadi tenaga pemasaran perusahaan yang sama sekali jauh dari bidang pendidikannya. Sayang sekali, sebab tenaga kerja yang tidak langsung mendapat pekerjaan yang sesuai bidangnya, kedepan akan sulit mendapatkan tempat. Recruitment tenaga tidak berpengalaman akan diprioritaskan bagi fresh graduate, artinya paling tidak lulusan perguruan tinggi selama 10 tahun terakhir akan tetap menjadfi pengangguran terselebung. Apabila kondisi ekonomi tidak membaik, lulusan perguruan tinggi yang menganggur akan meningkat terus.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua orang dapat berbisnis atau membangun usaha sendiri, sebab dapat tidaknya orang untuk mandiri lebih disebabkan oleh faktor naluri atau instingnya. Untuk menemukan bidang usaha yang digelutinya tidak dapat berdasarkan petunjuk atau referensi. Usaha akan datang begitu saja sesuai perjalanan waktu, tanpa diduga dan tidak dapat direncanakan. Perencanaan hanya untuk operasional atau usaha yang sedang berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sarjana banyak mempunyai handicap dalam pemilihan bidang usaha karena faktor intelektualnya, berbeda dengan yang berpendidikan rendah, sebagai penjaja es dorong dapat menjadi bidang usaha yang digeluti sebagai sumber nafkahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sangat ironis sekali, manakala murid SMU masih belum Ujian Akhir, PTS dan PTN menyebar ketakutan kepada murid2 SMU tersebut sehingga murid berteriak kepada orang tuanya untuk menuruti kemauan anak agar ketakutannya dapat dihilangkan. Setelah lulus akan membuat pusing lagi karena kesempatan kerja yang makin sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lost Generation, barangkali kata tersebut cocok dengan situasi saat ini, kita mungkin akan kehilangan satu generasi karena tidak dapat berbuat apa2 karena tidak ada kesempatan.  Dari data perbankan dan BKPM dapat diperkirakan kemana arah ekonomi Indonesia, peningkatan investasi sektor pertambangan dan jasa akan mencerminkan bahwa Indonesia memang sudah menuju kebangkrutan.  Peningkatan investasi sektor pertambangan artinya Indonesia sudah mulai fokus penjualan kekayaan alam. Demikian juga seperti sektor jasa seperti halnya telekomunikasi menjadikan Indonesia sebagai lahan penjualan produk import.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila sektor riel tidak mengalami peningkatan seperti halnya sektor manufaktur dan usaha2 sektor pertanian/ perikanan artinya SDM yang tersedia tidak akan terserap yang akan berimbas kesektor lainnya seperti sektor property. Tutupnya industri di USA karena kenaikan harga BBM yang lalu segera mempengaruhi daya beli masyarakatnya yang berujung pada kegoncangan ekonominya. Ekonomi Indonesia sudah tidak dapat goncang lagi karena sudah berada pada titik nadir. Peningkatan export dari produk perkebunan bukan karena ada kemajuan tetapi lebih disebabkan investasi lama yang mulai berproduksi. Peningkatan yang semu yang dapat menimbulkan salah presepsi ternyata dipakai sebagai indikator kemajuan ekonomi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya kita hanya akan menyaksikan sebuah kondisi yang lebih parah lagi dalam beberapa tahun mendatang apabila tidak ada tindakan yang nyata dari pemerintah. Jika ingin melihat lebih jelas lagi dari situasi ekonomi Indonesia , maka kita dapat lihat sektor mana yang meningkat didalam perdagangan saham, apabila masih didominasi sektor pertambangan dan jasa termasuk jasa keuangan maka sebuah situasi kelam ketenaga kerjaan masih tetap suram, pengangguran intelektual akan terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://ekonomi.kompasiana.com/group/bisnis/2009/12/26/pengangguran-intelektual/"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-1636327380081428429?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/1636327380081428429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/pengangguran-intelektual.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/1636327380081428429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/1636327380081428429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/pengangguran-intelektual.html' title='Pengangguran Intelektual'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-4330249732618784863</id><published>2010-09-21T02:27:00.001+07:00</published><updated>2010-09-21T02:30:16.864+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Usaha'/><title type='text'>Meraup Dolar dari Kulit Kerang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TJe03DyIQgI/AAAAAAAAALM/4tQOUn2UcTs/s1600/Nur+Handiah+Jaime+Taguba,.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="103" src="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TJe03DyIQgI/AAAAAAAAALM/4tQOUn2UcTs/s200/Nur+Handiah+Jaime+Taguba,.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Di tangan Nur Handiah Jaime Taguba, kulit kerang simping atau capiz shell tak lagi hanya sampah. Dengan kreativitasnya, kulit kerang yang bertebaran di pantai Cirebon, Jawa Barat, itu menjadi berbagai perkakas bernilai dollar AS. Pemilik Perusahaan Multi Dimensi Shell Craft ini yang mampu membawa kulit kerang pantura menembus dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar kerajinan kulit kerang di Eropa dan Amerika Serikat yang sebelumnya hanya dikuasi Filipina telah ia jajaki. Jerman, Spanyol, Italia, Inggris, Jerman, Polandia, Bulgaria, Rusia, dan Amerika Serikat menjadi negara-negara tujuan ekspornya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap bulannya perusahaan yang ia pimpin bisa mengirim sekitar dua kontainer kerajinan ke pasar internasional. Sebuah volume ekspor yang tidak kecil bagi pengusaha yang memulai usaha dari nol ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan Nur itu berawal dari kejeliannya melihat peluang. Awalnya perempuan kelahiran Banyumas, Jawa Tengah, sekitar 49 tahun yang lalu itu memanfaatkan tumpukan kulit kerang untuk diekspor ke Filipina pada tahun 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan ibu dari lima anak ini mempunyai relasi dengan para perajin kulit kerang di tanah kelahiran suaminya, Jaime Taguba, di Filipina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Awalnya hanya menyuplai bahan baku saja. Kebetulan pembuatan kerajinannya ada di Filipina. Jadi, kami memasok bahan bakunya,” kata Nur di bengkel kerjanya, April 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah mampu mengurangi sampah pantai dan ikut terlibat dalam menghidupi warga sekitar, termasuk nelayan, Nur tidak ingin berhenti di titik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya kerang yang ia kirimkan seharusnya bisa lebih berharga lagi jika ada nilai tambahnya. Akhirnya ia mulai menjual bahan baku dengan kondisi lebih baik lagi, yakni yang sudah dibersihkan. Dari hasil jual kulit kerang bersih itu, ia bisa mendapatkan hasil yang lebih dan bisa mempekerjakan lebih banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya, Nur pun berinisiatif menggeluti industri kerajinan sendiri. Dibantu sang suami, Nur mengawali kreativitasnya dalam mengolah kulit kerang menjadi kap lampu di bengkel kerjanya di Astapada, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya hanya jenis lampu gantung, lalu berkembang menjadi berbagai macam produk lain dengan model dan ukuran. Lampu duduk, misalnya, ada yang model berdiri serta ditempel di dinding. Kesemuanya menggunakan bahan kulit kerang, terutama kerang simping yang diperolehnya dari para nelayan di pantura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekadar lampu itu, hasil karyanya berkembang lagi menjadi furnitur. Meja rias dengan berbagai bentuk yang unik dan glamor, meja tamu, hingga kursi santai. Inovasinya terus mengalir hingga kemudian muncul dinding berornamen kerang hingga lantai keramik dari kerang. Perhiasan mulai dari gelang, kalung, hingga anting pun tak luput dari bidikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahannya pun tak lagi hanya dari kerang simping, tetapi juga dari kerang dara atau kerang lain yang selama ini juga hanya menjadi sampah dan terbuang begitu saja di tepi pantai. Sesuatu yang diyakini juga terjadi di seluruh wilayah Indonesia, negara dengan lebih dari 17.000 pulau ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sentuhan seni dan kreativitas, sampah kulit kerang yang awalnya tak berharga itu kini berubah menjadi perkakas cantik dan glamor yang digemari masyarakat, terutama di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh ruang pamernya di Cirebon, Bali, dan Jakarta kini penuh dengan berbagai macam hasil karya kerangnya. Bahkan, bisa dikatakan hanya menggambarkan sedikit dari karya yang telah ia buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usahanya juga telah mengangkat perekonomian warga di sekitarnya. Jumlah karyawan di bengkel kerjanya kini tidak hanya 60 orang seperti saat ia memulai karier sebagai pengekspor kulit kerang, tetapi berkembang menjadi 500 orang. Mereka rata-rata adalah kaum perempuan dan ibu-ibu di sekitar pusat kerajinannya, yang awalnya tidak bekerja. Kini perekonomian keluarga mereka terbantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kuncinya: Kreativitas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kreativitas selama ini memang menjadi kunci yang selalu dipegang Nur Handiah. Selama ini saingan berat bisnisnya adalah para perajin dari Filipina yang telah lebih dulu terjun dalam industri kulit kerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur memang sempat menyewa desain khusus. Namun, ia akhirnya lebih memilih belajar mendesain sendiri karena selama ini desainnya ternyata juga bisa diterima di pasaran internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hal yang mudah menciptakan barang yang laku di pasaran. Demi sebuah ide, Nur harus meluangkan waktu untuk belajar, membuka wawasan, membaca berbagai rubrik desain, dan menyempatkan diri untuk berkontemplasi, bahkan survei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Promosinya dalam mengenalkan kerajinan kulit kerangnya juga tak terbatas di dalam ruang pamer. Ketika harus bertemu dengan orang lain, perempuan yang selalu berpenampilan rapi ini mengenakan berbagai pernak-pernik dari kulit kerang, mulai dari aksesori hingga tas tangan. Semuanya agar langsung diketahui orang lain. Bahkan, rumahnya pun berhias kulit kerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga memutar otak untuk bisa membuat barangnya tetap terjangkau di pasaran. Dengan trik desain tertentu, sebuah sofa berhiaskan kulit kerang bisa berharga lebih murah dibandingkan dengan sofa yang dibuat oleh perajin dari Filipina. Dengan berbagai jalan itulah ia mampu bersaing dengan perajin luar negeri lain meski baru saja memulai bisnis sepuluh tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur mengakui, bisnisnya memang sempat surut ketika dunia digoyang krisis ekonomi akhir tahun 2008 hingga awal tahun 2009. Meski demikian, pasarnya tidak mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan dari Amerika Serikat memang berkurang, tetapi Eropa tetap memberikan tempat bagi kerajinannya. Kini pasar kerajinannya di Amerika Serikat berangsur-angsur pulih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam negeri sendiri, kerajinan kulit kerang belum banyak ditiru oleh perajin lain. Padahal, bahan baku sangat mudah didapati. Nur tidak pernah kesulitan mendapatkan 60 ton kulit kerang setiap bulan untuk bahan bakunya. ”Mungkin orang mengira ini kerajinan dari sampah sehingga kurang menarik, mungkin juga karena keuntungannya kecil,” katanya merendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, Nur mengaku tetap setia pada kulit kerang. Menurutnya, yang penting bukan dari mana bahannya, tetapi jadi apa hasilnya. Bagi Nur, sampah bisa menjadi apa saja tergantung dari cara merawatnya. Jika dibuang tetap, akan menjadi sampah. Namun, jika dirawat, bisa lebih berguna, misalnya kulit kerang bisa dinilai dalam dollar AS seperti apa yang telah ia lakukan. &lt;b&gt;(Kompas.com)&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-4330249732618784863?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/4330249732618784863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/meraup-dolar-dari-kulit-kerang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/4330249732618784863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/4330249732618784863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/meraup-dolar-dari-kulit-kerang.html' title='Meraup Dolar dari Kulit Kerang'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TJe03DyIQgI/AAAAAAAAALM/4tQOUn2UcTs/s72-c/Nur+Handiah+Jaime+Taguba,.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-4768289104383866743</id><published>2010-09-19T21:12:00.000+07:00</published><updated>2010-09-19T21:12:49.778+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><title type='text'>Banyaknya Kemiskinan dan Pengangguran di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TJYZZ3ANgRI/AAAAAAAAAKk/GV3IjzwqYog/s1600/kumuh-dalam1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TJYZZ3ANgRI/AAAAAAAAAKk/GV3IjzwqYog/s320/kumuh-dalam1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dewasa ini tingkat kemiskinan dan pengangguran di Indonesia semakin mengenaskan. Kemiskinan dan pengangguran adalah dua hal yang berjalan beriringan. Kemiskinan menyebabkan orang tidak bisa sekolah, yang oleh karenanya tidak bisa pula mencari pekerjaan yang layak, karena tidak punya pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjadi miskin, padahal Indonesia adalah termasuk negara kepulauan terbesar yang juga memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah, selain itu, dalam hal  pertanian dan juga kelautan Indonesia termasuk negara yang kaya akan hasil sumber daya tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini yang menjadi penyebab banyak nya kemiskinan dan pengangguran di Indonesia ialah karena sumber daya manusia yang kurang dan kesempatan kerja bagi rakyat miskin sangat kecil, hal tersebut dikarenakan rendahnya skill yang mereka punyai karena sebagian dari mereka kebanyakan hanya lulusan SD (Sekolah Dasar) saja. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut dapat kita lihat terutama di daerah pedesaan, banyak sekali rakyat miskin yang tidak mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan. Paling tidak mereka dapat menafkahi kehidupannya dengan cara bertani dan melaut untuk mencari ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak merosotnya pengangguran di Indonesia disebabkan pula dengan banyaknya pihak swasta yang mengirimkan barang ke luar negeri seperti, beras, textil, bahkan gas dll. Itu mengurangi tingkat para pekerja, yang seharusnya mereka layak mendapatkan pekerjaan karena itu merupakan produk lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu pada dasarnya kemiskinan sudah menjadi masalah pokok dunia, terutama di Negara berkembang, ketika terjadi krisis angka kemiskinan melonjak tajam, hal tersebut dapat diatasi dengan bantuan dana bagi rakyat miskin, BLT, pendidikan gratis, dll yang dapat meringankan beban rakyat miskin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya pemerintah memperhatikan hal tersebut agar tingkat kemiskinan dan pengangguran di Indonesia bisa berkurang, dan Negara kita bisa menyaingi Negara-negara maju lainnya yang angka kemiskinan dan pengangguran relatif kecil. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://cyberjournalismclassss.blogdetik.com/57/"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-4768289104383866743?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/4768289104383866743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/banyaknya-kemiskinan-dan-pengangguran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/4768289104383866743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/4768289104383866743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/banyaknya-kemiskinan-dan-pengangguran.html' title='Banyaknya Kemiskinan dan Pengangguran di Indonesia'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TJYZZ3ANgRI/AAAAAAAAAKk/GV3IjzwqYog/s72-c/kumuh-dalam1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-7391631298816170457</id><published>2010-09-19T20:59:00.002+07:00</published><updated>2010-09-21T02:28:44.843+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Usaha'/><title type='text'>Punya 28 Warteg, 24 Jam Omzet Rp.60 Juta per-Warung</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TJYWO-KDm1I/AAAAAAAAAKc/yU7eRfKlCRM/s1600/warteg.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TJYWO-KDm1I/AAAAAAAAAKc/yU7eRfKlCRM/s320/warteg.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saat adzan magrib berkumandang, kesibukan tampak di Warung Tegal (Warteg) Poncol di Jalan Imam Bonjol, Semarang. Warteg yang berada persis di depan SPBU Poncol itu penuh pelanggan yang ingin berbuka puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sabar, Ny Arlina Widiastuti (35) dan tiga pembantunya meladeni pesanan para pelanggan. Beberapa waktu kemudian, saat semua pengunjung telah menyantap hidangan dengan lahap, mereka baru bisa bernapas lega."Saat-saat seperti ini pada bulan Ramadan, memang merupakan jam sibuk. Waktu sahur nanti pun demikian, apalagi menjelang imsak," tutur Suharto (40), pemilik warteg yang juga suami Arlina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik penampilannya yang bersahaja, orang tak bakal menduga Suharto merupakan pengusaha warteg sukses. Pria kekar itu kini punya empat warung serupa di Semarang. Selain di Poncol, warteg miliknya itu berada di Wonodri Baru, Sadewo, dan Sampangan. Usaha warung nasi khas Tegal yang dia kembangkan itu mampu menyerap puluhan tenaga kerja.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya, sarjana ekonomi jebolan salah satu PTS di Yogyakarta itu mengaku tak sendirian dalam mengelola warteg di Kota Lumpia ini. Menurut dia, seluruh saudaranya juga menjadi pengusaha warteg. Jika dihitung, jaringan bisnis keluarga itu memiliki 28 warung di Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya anak kedua dari sembilan bersaudara. Kami semua mengadu nasib dan peruntungan dengan mengelola warteg di sini. Termasuk, adik saya yang insinyur sipil, sarjana hukum, dan dokter," tutur dia. Keluarga Suharto itu berasal dari Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal. Daerah asal mereka cukup terkenal sebagai salah satu perkampungan pengusaha warteg perantauan seperti halnya Desa Sidapurna dan Sidakaton di Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suharto sebelumnya tak pernah mengelola warteg. Usaha KeluargaSelepas kuliah, dia meneruskan industri rumah tangga pembuatan kerupuk udang milik keluarga. Namun sayang, usaha yang dia bina dengan susah payah itu jatuh dan tak bisa bertahan. Dia pun berniat mengikuti jejak adik-adiknya yang lebih dulu menjadi pengusaha warteg. Semula, anak-anak pasangan H Rais dan Hj Syarifah itu membuka warteg di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun persaingan yang ketat dan biaya operasional tinggi, membuat mereka memutuskan untuk hijrah ke Semarang. Perpindahan lahan usaha itu dirintis anak ketiga, Supratwo dan anak kelima, Wartono. "Kami betul-betul meniatkan diri untuk sepenuh hati. Sebab di Tegal ada keyakinan umum yang hampir-hampir menjadi hukum tak tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mau menuntut ilmu harus pergi ke timur, yakni ke Semarang atau Yogyakarta. Sebaliknya, kalau mau mencari rezeki harus berjalan ke barat, yaitu ke Jakarta," ungkap Suharto. Jika sekali waktu melihat warteg dengan nama Aero, itulah salah satu warung keluarga Suharto. Aero merupakan singkatan dari ungkapan bernas "arep enak kudu rekasa (ingin mulia harus bekerja keras)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya Aero, beberapa nama lain juga digunakan seperti Atania. Namun warung milik Suharto, diberi nama sesuai dengan daerah operasi. Salah satunya ya Warteg Poncol. "Pelanggan biar mudah mengingatnya," tutur dia. Ciri khas warteg keluarga Suharto itu adalah buka 24 jam sehari, alias tak pernah tutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dari warteg lain yang biasanya bercat biru dengan jendela kayu, warung keluarga Suharto didominasi warna merah dan berjendela kaca. Kesan kumuh yang biasanya melekat terhadap warteg, sama sekali tak terlihat. Warteg Poncol misalnya, tampak bersih dengan ruang yang cukup luas dan berlantai keramik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa omzet yang didapat setiap bulan dari setiap warteg? Suharto tak tahu pasti. Dia hanya menyebut Rp 60 juta. Setiap hari, dia perkirakan pengeluaran untuk belanja per warung Rp 1 juta-Rp 1,5 juta."Saya bersyukur atas rezeki yang diberikan-Nya kepada kami sekeluarga. Sekarang mungkin hasilnya terlihat gemilang. Padahal untuk memulainya, betul-betul dari nol bahkan minus," tutur dia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.matabumi.com/bisnis/punya-28-warteg-24-jam-omzet-rp-60-juta-warung"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-7391631298816170457?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/7391631298816170457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/punya-28-warteg-24-jam-omzet-rp-60-juta.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/7391631298816170457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/7391631298816170457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/punya-28-warteg-24-jam-omzet-rp-60-juta.html' title='Punya 28 Warteg, 24 Jam Omzet Rp.60 Juta per-Warung'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TJYWO-KDm1I/AAAAAAAAAKc/yU7eRfKlCRM/s72-c/warteg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-8749351731650899153</id><published>2010-09-18T20:35:00.000+07:00</published><updated>2010-09-18T20:35:34.396+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Solusi'/><title type='text'>Relaksasi Penting Bagi Kesehatan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TJS_fUpqybI/AAAAAAAAAKU/HccXgc3-TM0/s1600/Keluarga+Mas+KaRyo+%2835%29.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TJS_fUpqybI/AAAAAAAAAKU/HccXgc3-TM0/s320/Keluarga+Mas+KaRyo+%2835%29.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kesibukan yang padat dan waktu yang sempit memang menjadikan tubuh dan pikiran seakan diforsir. Padahal mengendurkan urat syaraf, menenangkan pikiran serta tubuh bisa dilakukan dengan cara sederhana. Cukup mandi di bawah pancuran shower ataupun berendam dalam bak air hangat. Kuncinya adalah cobalah untuk rileks dan kosongkan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang tentu pernah mengalami stress dalam kesehariannya. Jalanan yang macet, tekanan pekerjaan, sampai masalah di rumah, dapat menimbulkan stress. Stres adalah salah faktor 'penyumbang' yang cukup dominan dalam membuat kulit tubuh terlihat kusam dan tidak terawat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mengurangi stres dapat dilakukan dengan olahraga ataupun relaksasi dengan wewangian aromatik. Relaksasi juga bisa dengan melakukan kegiatan bersama keluarga atau beryoga atau bahkan menyendiri melakukan kegiatan hobi yang bisa membangkitkan semagat kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang utama bagaimana memenej waktu sehingga Anda tidak perlu merasa terbelenggu kesibukan yang bisa membuat penat pikiran tubuh Anda. Cek kembali kapan waktunya Anda bisa melakukan relaksasi. Tidur efektif 15 menit pun bisa mengurangi ketegangan urat syaraf. Nikmati hidup yang hanya sebentar ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.matabumi.com/kesehatan/relaksasi-itu-penting"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-8749351731650899153?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/8749351731650899153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/relaksasi-penting-bagi-kesehatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/8749351731650899153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/8749351731650899153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/relaksasi-penting-bagi-kesehatan.html' title='Relaksasi Penting Bagi Kesehatan'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TJS_fUpqybI/AAAAAAAAAKU/HccXgc3-TM0/s72-c/Keluarga+Mas+KaRyo+%2835%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-3620727020774829597</id><published>2010-09-14T04:10:00.009+07:00</published><updated>2010-12-08T02:08:05.059+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Usaha'/><title type='text'>Easy Cash, Aplikasi Facebook Yang Menjanjikan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TI6F2V5nywI/AAAAAAAAAKE/uSu0OUM58oQ/s1600/EasyCash_facebook.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="245" src="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TI6F2V5nywI/AAAAAAAAAKE/uSu0OUM58oQ/s400/EasyCash_facebook.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bagi anda pengguna facebook, kini telah hadir aplikasi baru untuk anda yang gemar memburu dolar. Aplikasi ini bernama Easy Cash. Cara kerjanya sangat simple (dengan sistem pay per lead). Easy Cash akan membayar anda bila berhasil mereferensikan program tersebut ke setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Piyee toh mas?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo ajak teman-teman facebookmu untuk mendaftar di Easy Cash maka anda akan mendapat komisi $1 saat join dan tambahan $0,01 per-setiap orang yang berhasil anda undang. Belum lagi tambahan bonus 10% dari penghasilan setiap referral atau teman yang anda undang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tertarik? Daripada sibuk mondar-mandir ga ada tujuan, nongkrong bengong ga ada kerjaan, bingung mikirin nasib hingga hilang tak berarah, ga ada salahnya mencoba kan?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Oke kawan mari dulang dolar lewat Easy Cash walaupun sedikit, toh lama-lama jadi bukit. Caranya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Join Gratis!!! Langsung &lt;a href="http://apps.facebook.com/easycash-usd/?refid=100001884582335&amp;amp;ref=link" target="_blank"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;klik disini!&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Lalu klik &lt;b&gt;“Izinkan”&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Klik menu &lt;b&gt;"Refer Friends"&lt;/b&gt; dimana anda akan menemukan link afiliasi anda. Contoh link saya: &lt;a href="http://apps.facebook.com/easycash-usd/?refid=100001884582335&amp;amp;ref=link"&gt;http://apps.facebook.com/easycash-usd/?refid=100001884582335&amp;amp;ref=link&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Link tersebut harus anda sebarkan untuk mendapat komisi.  Anda bisa menyebarkan link tersebut melalui facebook atau kembali lagi ke menu &lt;b&gt;"Refer Friends"&lt;/b&gt; untuk mengundang teman. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Atau anda bisa membuat group di facebook, dan mengundang semua anggotanya. Cara lain bisa dengan menyebarkan link anda via twitter, blog, iklan baris gratis, dll.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;i&gt;done...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Tips Mendapatkan $.100 dari EasyCash&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;(*)Rekrut paling sedikit 100 orang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Logikanya jika anda merekrut 100 dan orang yang anda rekrut mendapatkan 100 orang juga, maka 10% penghasilan orang yang anda rekrut adalah $.100,- (Makin banyak makin bagus.. hei kita taukan tidak semua orang yang berhasil kita rekrut bisa merekrut 100 orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;b&gt;(*)Salin tulisan ini untuk berpromosi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Kita harus membantu orang yang kita rekrut untuk mendapatkan Minimal 100 orang, dengan meng-copy tulisan ini akan membantu orang yang kita rekrut untuk bisa berpromosi lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan selamat mendulang dolar di aplikasi facebook terbaru ini.&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nb:&lt;/b&gt; Pembayaran menggunakan PayPal, jika anda belum mempunyai Paypal ikuti panduan &lt;a href="http://nganggurlagi.blogspot.com/2010/09/cara-membuat-account-paypal.html"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;"Cara Membuat Akun PayPal"&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. Pembayaran dilakukan setiap 2 x dalam sebulan ( tgl 1dan 16). Pembayaran di lakukan minimal $5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-3620727020774829597?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/3620727020774829597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/easy-cash-aplikasi-facebook-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/3620727020774829597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/3620727020774829597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/easy-cash-aplikasi-facebook-yang.html' title='Easy Cash, Aplikasi Facebook Yang Menjanjikan'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TI6F2V5nywI/AAAAAAAAAKE/uSu0OUM58oQ/s72-c/EasyCash_facebook.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-502189555368995502</id><published>2010-09-10T19:37:00.000+07:00</published><updated>2010-09-10T19:37:45.396+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><title type='text'>GEMPAR !!! Seorang Pria Misterius Bagi-bagi Uang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIomPNKefJI/AAAAAAAAAJ8/IApsQQxyfiE/s1600/pria+misterius.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIomPNKefJI/AAAAAAAAAJ8/IApsQQxyfiE/s320/pria+misterius.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seorang pria misterius yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba membagikan uang Rp 15.000 kepada setiap anak jalanan yang mangkal di Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (9/9/2010) siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran warga yang berpenampilan sederhana itu langsung disambut puluhan anak yang sedang menjual koran. Para anak jalanan lalu antre berdiri di trotoar. Mereka disuruh tertib berbaris mendapat jatah sumbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Antre ya kalau mau dapat bagian. Yang sudah dapat bagian silakan pergi, jangan ngumpul dan antre lagi. Semuanya pasti dapat pembagian," kata salah seorang pria yang membantu dermawan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pantauan Tribun Kaltim, setiap anak yang berumur 5-15 tahun itu mendapat uang pecahan Rp 10.000 dan Rp 5.000. Semua anak terlihat sangat gembira dan bahagia atas rezeki yang mereka dapatkan secara tiba-tiba itu. Mereka pun berharap ada lagi warga yang membagikan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pria yang membagikan uang kepada anak jalanan itu, rezeki untuk menyumbangkan dana bagi setiap anak dilakukannya setiap tahun. Sejumlah lokasi persimpangan jalan di Samarinda didatanginya untuk langsung membagikan uang kepada anak-anak yang kurang beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap tahun dibagikan uang bagi anak jalanan di persimpangan jalan di Samarinda. Ini dilakukan menjelang hari raya Lebaran. Kalau ditanya rezeki dari mana, ya dari pekerjaan usaha sederhana saja," kata pria yang menyumbangkan uang kepada anak jalanan itu. (Tribun Kaltim/M Yamin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KOMPAS.com&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-502189555368995502?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/502189555368995502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/gempar-seorang-pria-misterius-bagi-bagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/502189555368995502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/502189555368995502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/gempar-seorang-pria-misterius-bagi-bagi.html' title='GEMPAR !!! Seorang Pria Misterius Bagi-bagi Uang'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIomPNKefJI/AAAAAAAAAJ8/IApsQQxyfiE/s72-c/pria+misterius.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-4219727971349817206</id><published>2010-09-10T03:46:00.002+07:00</published><updated>2010-09-10T03:52:43.475+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Solusi'/><title type='text'>10 Cara Bertahan Hidup Saat Menganggur</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIlJB-6hZ4I/AAAAAAAAAJ0/y-MfOwSN8Mg/s1600/pengangguran.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIlJB-6hZ4I/AAAAAAAAAJ0/y-MfOwSN8Mg/s320/pengangguran.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saya di-PHK tahun lalu. Saya ingin jujur berkata bahwa saya jauh lebih baik daripada yang diperkirakan beberapa orang. Terdapat beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk diri anda untuk bisa bertahan hidup setelah diberhentikan dari pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menganjurkan kepada anda untuk melakukan langkah-langkah di bawah ini secepat mungkit. Semakin cepat anda memulainya maka semakin baik posisi keuangan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Potonglah pengeluaran anda sebesar mungkin.&lt;/b&gt; Sekarang adalah waktunya untuk bertindak 'kejam' terhadap hal-hal yang anda anggap betul-betul tidak dibutuhkan. Anda harus memotong pengeluaran sebesar mungkin. Akan menjadi hal yang menakutkan jika setelah beberapa bulan anda dipecat, anda mendapati diri anda tidak bisa membayar tagihan listrik anda hanya karena anda tidak bisa memotong kebiasaan minum anda di Starbuck.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Mulailah membayar cicilan minimum hutang anda.&lt;/b&gt; Bayarkan uang anda untuk membayar cicilan di atas tagihan minimum dan mulailah membuat dana darurat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Hitung pengeluaran minimum bulanan anda.&lt;/b&gt; Bagian ini sangat penting. Anda harus tahu seberapa banyak uang yang anda butuhkan setiap bulan untuk bisa bertahan hidup. Setelah anda potong maka jumlahnya harus lebih rendah dibandingkan pengeluaran bulanan anda sekarang. Jika tidak maka coba potong lagi! Tujuan di sini adalah mencari tahu berapa pendapatan minimum yang anda butuhkan untuk bisa bertahan hidup dan mencari tahu berapa pengeluaran minimum tiap bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Mulailah mengisi dana darurat anda sebisa mungkin.&lt;/b&gt; Jika itu berarti menjual barang-barang, kerja paruh waktu atau cara lain untuk mendapatkan uang maka lakukan. Anda perlu mendapatkan uang untuk menabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Mulailah mencari pekerjaan sesegera mungkin.&lt;/b&gt; Manfaat pertama jika anda mendapatkan pekerjaan adalah masalah bertahan hidup anda akan menjadi jauh lebih mudah. Semakin cepat anda mencari pekerjaan maka semakin cepat anda akan mendapatkan uang. Manfaat kedua adalah anda kompetisi untuk peluang bisa diterima bekerja akan jauh lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Bertanyalah kepada teman anda.&lt;/b&gt; Saya kenal seorang akuntan yang mengiriman email kepada semua orang yang ia tahu, dan menjelaskan bahwa ia di-PHK dan bertanya jenis pekerjaan apa yang cocok baginya. Ia kemudian ditawarkan pekerjaan oleh temannya dan ia sekarang bisa membawa keluarganya ke restotan mahal. Ya, bukan ide yang jelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Jangan mendendam.&lt;/b&gt; Adalah normal untuk merasakan dendam atau kebencian, tetapi membakar rumah bukanlah ide yang bagus. Saya memperhatikan bahwa banyak orang bekerja di perusahaan di mana sebelumnya ia bekerja, hanya berbeda departemen saja. Anda tidak akan tahun kapan anda bisa dipanggil lagi bekerja di perusahaan yang sebelumnya memberhentikan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Jangan habiskan uang pesangon anda.&lt;/b&gt; Saya terkejut mendengar salah satu kawan kerja saya menghabiskan uangnya untuk membeli mobil dan membuat kolam renang, meskipun ia belum mendapatkan pekerjaan baru. Saya berkata serius, bahwa itu adalah ide yang sangat buruk. Lebih baik simpan uang anda dalam investasi bank yang berbunga tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. Cari tahu kapan uang pesangon anda akan habis.&lt;/b&gt; Setelah anda menyelesaikan tugas #1 maka anda seharusnya bisa berharap uang pesangon anda bisa bertahan lebih lama. Setelah anda mencari tahu pengeluaran #3, maka tambahkan uang pesangon dan dana darurat lalu bagi dengan pengeluaran minimum anda. Ini bisa memberitahu anda, berapa bulan uang anda akan habis. Ini memberi anda jadwal yang pasti kapan seharusnya anda bisa mulai mencari kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. Pertimbangkan mencari pekerjaan yang bayarannya rendah.&lt;/b&gt; Beberapa orang tidak ingin mengorbankan pendapatannya, sehingga mereka tetap terus mencari pekerjaan tanpa ada pendapatan setiap tahun atau lebih, hingga memperoleh pekerjaan dengan gaji yang mereka inginkan. Sacara pribadi, saya ingin mengatakan bahwa anda seharusnya bekerja apapun supaya uang bisa datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus saya, setelah melakukan #9, saya menyadari bahwa pesangon dan uang darurat saya akan bertahan 2 kali lipat lebih lama jika saya bekerja paruh waktu. Jadi semisal pesangon dan dana darurat anda berakhir pada bulan yang ke-9 maka anda bisa meningkatkannya hingga bulan ke-15 jika bekerja paruh waktu di Starbucks. Anda mendapatkan tambahan waktu 6 bulan untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan gaji yang anda inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi PHK, tetapi yang paling penting adalah mencari Tuhan dan kebijaksanaanNya. Kebijaksanaan adalah salah satu hal yang Ia janji untuk berikan jika kita meminta. Tekunlah melakukan bagian anda, tetapi teruslah percaya padaNya dan tetaplah terdorong!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.goblogin.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=1930:10-tips-atau-saran-agar-bisa-bertahan-hidup-saat-menganggur-atau-berstatus-pengangguran-tips-bertahan-hidup-setelah-mengalami-phk&amp;amp;catid=503:expense&amp;amp;Itemid=139"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-4219727971349817206?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/4219727971349817206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/10-cara-bertahan-hidup-saat-menganggur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/4219727971349817206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/4219727971349817206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/10-cara-bertahan-hidup-saat-menganggur.html' title='10 Cara Bertahan Hidup Saat Menganggur'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIlJB-6hZ4I/AAAAAAAAAJ0/y-MfOwSN8Mg/s72-c/pengangguran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-7364373327073616426</id><published>2010-09-10T03:31:00.000+07:00</published><updated>2010-09-10T03:31:51.375+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Menganggur Lagi</title><content type='html'>Malam ini seorang adik kelas menelepon saya. Menanyakan beberapa hal tentang pekerjaan karena dia akan di-test besok di sebuah perusahaan penerbitan. Ada kekhawatiran dalam dirinya seandainya dia tak mampu mengerjakan tes yang diberikan. Bertanya banyak hal yang tak bisa saya jawab semua. Yah, lagi-lagi saya katakan bahwa tipikal setiap perusahaan itu bebrbeda. Saya hanya bisa memberikan gambaran hal-hal yang pernah saya alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan kami mengalir hingga pada ketidakpuasan kepada dirinya sendiri. Awalnya, dia bercerita mengenai temannya yang mulai stress karena tak kunjung mendapat pekerjaan. Kemudian, dia mulai mengakui kalau dirinya pun tak jauh berbeda. Akhirnya, adik kelas saya itu mengungkapkan kekecewaan karena berkali-kali test di perusahaan, tapi berkali-kali pula dia gagal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rasa optimisme dan kepercayaan dirinya mulai luntur seiring dengan berbagai hal yang harus dihadapi. Iri melihat teman-temannya sudah bekerja. Stress karena masih terus menganggur. Bingung karena kebutuhan terus menuntut. Saat itu saya jadi ingat dengan pengalaman saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah dalam posisi dia. Begitu lulus, harus menganggur dulu. Sekitar 6 bulan saya harus menunggu pekerjaan yang baru setelah saya melepas pekerjaan pertama saya. Bukannya tidak ada panggilan. Ada beberapa panggilan, tapi tidak cocok dan saya tidak masuk kriteria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat-saat menganggur saat itu adalah pengalaman yang sangat tidak menyenangkan. Menjadi pesimis, rendah diri dan bodoh. Masa mengganggur pun mengganggu stabilitas emosi saya. Menjadi tidak produktif dan kurang bersemangat.  Hingga akhirnya saya pun dipaggil untuk tes dan interview di sebuah penerbitan. Saya harus bersaing dengan 5 orang lainnya saat itu. Saya hanya minta yang terbaik kalau memang itu pekerjaan yang tepat buat saya. Alhamdulillah, saya pun diterima di tempat tersebut. Saya musti belajar banyak hal untuk bisa bekerja di tempat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menganggur saya tak mengetahui kalau tersimpan misteri yang menjadi jalan hidup saya. Saya harus berlama-lama menanti untuk mendapat panggilan kerja, tapi justru di tempat tersebut saya banyak mendapat pengalaman dan pelajaran. Hingga tiga tahun kemudian saya berusaha merintis karir mandiri setelah mendapatkan ilmu dari tempat saya bekerja yang bisa dibilang batu lompatan bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika usaha sudah mulai berkembang pun, saya pernah dihadapkan pada situasi menganggur. Order sepi, pemasukan berkurang, padahal biaya operasional terus berjalan. Saya sibuk dengan diri saya sendiri yang menyalahkan keadaan kosong. Hingga kemudian, lagi-lagi saya mendapat pelajaran dan hikmah atas ”kekosongan” sesaat yang memang harus dilalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering merasa tertipu dengan ketidakberhasilan dalam suatu masa. Menyalahkan diri yang tak sanggup menjalani berbagai hal di depan mata. Tak sanggup mendapat pekerjaan dalam waktu yang cepat. Merasa tertinggal dari siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekosongan saat menganggur menjadi waktu yang tersia-sia. Seolah-olah waktu berhenti sesaat untuk mendengarkan keluh kesah kita, dan perasaan stress yang terus menganggu. Hingga kemudian kita baru sadari, Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita, kalau kita terus berusaha, mencoba dan berdoa. Meyakini kalau di setiap pribadi ada potensi yang harus terus digali. Kreativitas dalam diri yang bisa terus diasah hingga tak ada kata ”menganggur” lagi dalam kamus kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://akunovi.multiply.com/journal/item/449"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-7364373327073616426?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/7364373327073616426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/menganggur-lagi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/7364373327073616426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/7364373327073616426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/menganggur-lagi.html' title='Menganggur Lagi'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-4644388051203450712</id><published>2010-09-10T03:25:00.000+07:00</published><updated>2010-09-10T03:25:11.756+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>10 Hal Yang Patut Dibangggakan Orang Indonesia</title><content type='html'>&lt;b&gt;1. Indonesia adalah Negara demokrasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 10 negara ASEAN, praktis Indonesialah yang memang sudah mencapai taraf demokrasi dan mulai mendekati ideal sehingga beberapa pemimpin dunia menyebut Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, setelah India dan Amerika Serikat. Tapi jangan kaitkan kemajuan demokrasi itu dengan pertumbuhan ekonomi, masih jauh...Demokrasi di Indonesia juga memungkinkan siapapun bisa mencalonkan diri sebagai caleg ataupun capres dan cawapres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Tempat wisata yang terbentang luas di mana-mana&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sektor wisata alam I menawarkan banyak keanekaragaman tujuan wisata: gunung, pantai, danau dan kehidupan bawah laut. Mulai dari mulai Sumatra, Jawa, Kalimantan, Maluku, Bali, NTT dan Papua. Tempat yang saya kunjungi selama ini baru Bali dan Lombok. Sumatra aja belum, apalagi Kalimantan, dan Papua. Sedihnya, saya yang dari Manado aja belum sempat ke Bunaken yang katanya "the most beautiful garden under the sea".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Seni budaya yang beraneka ragam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni budaya kita masih terus mengesankan banyak wisatawan. Padahal belum tentu orang Indonesia bangga karenanya. Musik, tarian, kerajinan daerah banyak mengundang decak kagum para wisatawan. Ketika saya ke Bandung dan melihat angklung dimainkan, wow. Nggak nyangka musik bambu itu sangat luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Biaya hidup dan harga barang yang masih murah dan terjangkau&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya dalam rupiah. Kalo biaya hidup di luar negeri jelas sangat mahal. Di Indonesia malah masih murah dan bisa bayar pembantu. Kalo tinggal di luar negeri mana bisa bayar pembantu, mahalnya minta ampun. Barang-barangpun relatif terjangkau. Saya pernah beli singlet di dekat pasar seharga 7500 doang. Langsung saya beli dua. Pasar-pasar grosir atau ITC juga banyak menyediakan barang-barang yang murah, didiskon tapi hati-hati barang bajakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Kebebasan beribadah masih dijamin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia secara umum masih kondusif dalam hubungan antar umat beragama. Toleransi masih nampak. Tempat ibadah berbeda keyakian bahkan bisa berdampingan dan toleransi antar umat beragama masih terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Kebebasan mengakses &amp; memanfaatkan media: internet, dan televisi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita masih bebas mengakses internet dan memanfaatkan internet sebagai media untuk mengekspresikan diri. Tidak seperti di Kuba, Iran dan beberapa Negara sangatlah ketat. Bikin web atau blog pribadi masih bebas. Walaupun kecepatan akses sangat beragam, kadang-kadang lemot juga tapi masih bias connect dan bisa online.&lt;br /&gt;Kebebasan menikmati pilihan chanel beraneka ragam mulai dengan acara yang bermutu sampai nggak mutu juga ada. Sinetron maksudnya. Teman saya di Arab Saudi mengatakan bahwa di sana tidak mudah mencari chanel luar. Kalau di Indonesia, chanel berlimpah tinggal pilih paketnya maka mau film? Sinetron? Liga Inggris? Liga Spanyol? Tinggal pencet remote.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Transportasi yang terjangkau&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang saya bersyukur dengan transportasi apalagi di jawa dan Jakarta. Bis Tranjakarta sangat memudahkan ke mana-mana. Cuma bayar dua ribu perak di pagi hari di bawah jam tujuh dan bayar tiga ribu lima ratus di atsa jam tujuh udah bias keliling Jakarta. Walaupun kadang telat dan bermasalah, transportasi di Indonesia masih bias dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Makanan yang murah meriah dan beraneka ragam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia sebenarnya surga makanan. Mulai dari Warteg sampai Padang. Dari sop buntut sampai bubur Manado. Dari Chinese Food sampai Nasi Lemak juga ada. Soto, rawon, bakso, bakmi, juga tersedia dengan berbagi aneka rasa. Tinggal pilih menunya dan harganya. Tentunya ini nggak boleh ketinggalan yaitu sea foodnya Indonesia sangat berlimpah. Saya sendiri penggemar sea food terutama ikan. Hm, jangan kuatir, ikan di Indonesia banyak dan kalau dibikin ikan bakar dengan sambal pedes, yummy. Snack atau camilan juga sangat beragam dan rasanya uenak tenan. Ada tahu Sumedang, tahu Kediri, bakpia pathok Jogja, enting gepuk Salatiga, kerupuk dengan berbagai rasa dan lain-lain. Bahkan mi instant Indonesia terkenal lezat harganya juga sangat murah asal jangan makan mi instant terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. Mentalitas dan daya tahan penduduk Indonesia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Indonesia termasuk tahan banting alias terbiasa hidup susah. Bahkan dengan makanan yang minim dan nggak higinies masih bisa hidup dan kuat kerja. Pernah liat di Oprah Winfrey Show ttg kaum miskin di US yg diceritakan hidup begitu mengenaskan dan akhirnya diberi bantuan oleh Oprah. Padahal kehidupan mereka dibandingkan sebagian penduduk Indonesia jauh lebih baik. Kayak gitu aja mereka udah nangis2 darah sampe mau bunuh diri... Nah, masyarakat kita mau seburuk apapun hidupnya, masih bisa berkata : "Untung masih punya rumah..", "Untung masih bisa makan..", "Untung masih bisa kumpul keluarga..", "Untung masih hidup..". Ini bakal jadi modal kita buat hadapin krisi global sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. Prestasi anak bangsa dalam berbagai bidang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada Johny Setiawan, astronom asal Indonesia yang bekerja di Max Planck Institute for Astronomy Jerman sejak 2003, Dia dengan timnya menemukan delapan planet di tata surya. Tiga di antaranya adalah planet yang dinamai HD 47536c, HD 110014b, dan HD 110014c. Johny, satu-satunya ilmuwan non-Jerman di antara tiga peneliti planet lainnya di MPIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada Nelson Tansu meraih gelar Profesor termuda di Amerika. Nelson Tansu lahir di Medan, 20 October 1977. Dia meraih gelar Doktor (Ph.D) di bidang Electrical Engineering pada usia 26 tahun. Dia juga merupakan orang Indonesia pertama yang menjadi Profesor di Lehigh University tempatnya bekerja sekarang. Ada Chris John yang dengan jotosannya mampu membuatnya berjaya di dunia tinju Internasional. Dan lain lain....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://indoslide.blogspot.com      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-4644388051203450712?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/4644388051203450712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/10-hal-yang-patut-dibangggakan-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/4644388051203450712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/4644388051203450712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/10-hal-yang-patut-dibangggakan-orang.html' title='10 Hal Yang Patut Dibangggakan Orang Indonesia'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-6949422901197729215</id><published>2010-09-09T17:33:00.000+07:00</published><updated>2010-09-09T17:33:11.466+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Mereka yang Tak Bersama Keluarga Saat Lebaran</title><content type='html'>Bersyukurlah bagi mereka yang bisa berkumpul dan merayakan Lebaran bersama keluarga dan sanak saudara. Bahagia tentunya, meski harus menempuh perjalanan beratus bahkan beribu kilometer jauhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tidak mudah bagi sebagian orang untuk mendapatkan itu, seperti halnya yang dialami Syamsul Rizal, seorang pengawas Harmoni Central Busway. Bukannya berkumpul dengan keluarga, ia justru harus bertugas seusai shalat Id Jumat besok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai Lebaran besok pelayanan busway baru dioperasikan pada pukul 09.30 WIB selepas sholat Id dan jumlah armada yang beroperasi pun berkurang 20 persen, kata Syamsul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak sulit bagi Syamsul untuk berkumpul dengan keluarga, karena ia memang warga asli Jakarta, tapi tetap saja merasa sangat kehilangan dan sepi karena harus melewatkan Lebaran hari pertama bersama keluarga.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Saya asli orang sini mas dan keluarga juga disini, jadi kalau silaturahmi tidak makan waktu berhari-hari," katanya menghibur diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga dialami Salum seorang petugas kebersihan dan pertamanan DKI Jakarta yang mengaku harus menyapu sampah-sampah di jalan-jalan ibukota pada hari pertama Lebaran besok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Dinas Kebersihan dan Pertamanan tidak mengenal libur untuk hari besar, terlebih untuk hari raya Idul fitri, para petugas umumnya bertukar jam kerja untuk bersilaturahmi ketika Lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salum yang berdomisili di Jakarta beruntung karena ia seorang kakek dari kelima cucu-cucu anaknya sehingga tidak perlu pulang kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kangen dengan keluarga sudah pasti tapi tinggal anak-anak saya yang pulang ke rumah," katanya ketika menyapu pelataran Monumen Nasional di sisi Merdeka Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda halnya dengan yang dialami Bripka Mulya dari Datasemen C pelopor yang besok harus berjaga di Gedung DPR ketika orang-orang shalat Id dan berlebaran, sementara istrinya sudah pulang ke kampung halamannya di Kebumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa yang tidak kangen berkumpul dengan keluarga, tapi berhubung tugas dan pengabdaian kepada masyarakat mau gimana lagi, lagipula sekarangkan sudah ada handphone untuk komunikasi" katanya ketika ditemui ANTARA di Stasiun Gambir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyiasatinya seorang polisi seperti dirinya dapat menggantinya di lain waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sehabis lebaran baru bisa mengambil cuti untuk mudik tapi cuma tiga hari, tapi saya tidak akan mudik karena keterbatasan dana," ujarnya menggerutu salah satu personel aktif Brigadir Mobil yang sudah berdinas selam 14 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Mulya seorang petugas penjaga palang pintu kereta api stasiun Pasar Senen tidak bisa merayakan Lebaran seperti kebanyakan orang karena tugasnya menjaga keluar-masuk kereta api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau lebaran gimana, ditungguin aja masih ada yang nyelonong, bagaimana kalau ditinggal," katanya berkelakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Mulya menyiasatinya dengan bertukar jam kerja dengan rekan kerjanya untuk pulang ke Cirebon nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau di sini kita bertukar shift dengan teman-teman yang penting harus ada yang standby di sini, kalau misalnya tidak ada yang bertukar ya harus diterima, namanya juga bertugas," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.antaranews.com/berita/1284028138/mereka-yang-tak-bersama-keluarga-saat-lebaran"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-6949422901197729215?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/6949422901197729215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/mereka-yang-tak-bersama-keluarga-saat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/6949422901197729215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/6949422901197729215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/mereka-yang-tak-bersama-keluarga-saat.html' title='Mereka yang Tak Bersama Keluarga Saat Lebaran'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-8058773887762368504</id><published>2010-09-09T17:21:00.000+07:00</published><updated>2010-09-09T17:21:04.649+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Usaha'/><title type='text'>Penghasilan Pengamen Yang Luar Biasa Besar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIizgaJygMI/AAAAAAAAAJk/aBYz8O8OML0/s1600/ls3_14a-ngamena.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIizgaJygMI/AAAAAAAAAJk/aBYz8O8OML0/s320/ls3_14a-ngamena.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Agan agan tau berapa penghasilan pengamen di kereta? Ane sebenernya belum tau pasti. Tapi kalau pakai logika dan perhitungan, hasilnya membuat ane terkaget-kaget. Ane tadi barusan naik kereta dan mencoba menghitung penghasilan pengamen di kereta kelas ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sistem Penghitungan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 1 hari pengamen bisa masuk 10 rangkaian kereta.&lt;br /&gt;Dalam 1 rangkaian kereta biasanya ada 8 gerbong.&lt;br /&gt;Dalam 1 gerbong ada 100 orang.&lt;br /&gt;Jumlah misal uang yang diberi tiap penumpang:&lt;br /&gt;Rp. 1000&lt;br /&gt;Rp. 500&lt;br /&gt;Rp. 200&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jika 100 orang memberi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika 100 orang memberi uang Rp. 1000&lt;br /&gt;100 orang x Rp. 1000 = Rp. 100.000 x 8 gerbong = Rp. 800.000 x 10 rangkaian kereta = Rp. 8.000.000&lt;br /&gt;dalam 1 hari = Rp. 8.000.000&lt;br /&gt;dalam 1 bulan = Rp. 8.000.000 x 30 hari = Rp. 240.000.000&lt;br /&gt;dalam 1 tahun = Rp. 240.000.000 x 12 bulan = Rp. 2.880.000.000&lt;br /&gt;Jika 100 orang memberi uang Rp. 500&lt;br /&gt;100 orang x Rp. 500 = Rp. 50.000 x 8 gerbong = Rp. 400.000 x 10 rangkaian kereta = Rp. 4.000.000&lt;br /&gt;dalam 1 hari = Rp. 4.000.000&lt;br /&gt;dalam 1 bulan = Rp. 4.000.000 x 30 hari = Rp. 120.000.000&lt;br /&gt;dalam 1 tahun = Rp. 120.000.000 x 12 bulan = Rp. 1.440.000.000&lt;br /&gt;Jika 100 orang memberi uang Rp. 200&lt;br /&gt;100 orang x Rp. 200 = Rp. 20.000 x 8 gerbong = Rp. 160.000 x 10 rangkaian kereta = Rp. 1.600.000&lt;br /&gt;dalam 1 hari = Rp. 1.600.000&lt;br /&gt;dalam 1 bulan = Rp. 1.600.000 x 30 hari = Rp. 48.000.000&lt;br /&gt;dalam 1 tahun = Rp. Rp. 48.000.000 x 12 bulan = Rp. 576.000.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jika 50 orang memberi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika 50 orang memberi uang Rp. 1000&lt;br /&gt;50 orang x Rp. 1000 = Rp. 50.000 x 8 gerbong = Rp. 400.000 x 10 rangkaian kereta = Rp. 4.000.000&lt;br /&gt;dalam 1 hari = Rp. 4.000.000&lt;br /&gt;dalam 1 bulan = Rp. 4.000.000 x 30 hari = Rp. 120.000.000&lt;br /&gt;dalam 1 tahun = Rp. 120.000.000 x 12 bulan = Rp. 1.440.000.000&lt;br /&gt;Jika 50 orang memberi uang Rp. 500&lt;br /&gt;50 orang x Rp. 500 = Rp. 25.000 x 8 gerbong = Rp. 200.000 x 10 rangkaian kereta = Rp. 2.000.000&lt;br /&gt;dalam 1 hari = Rp. 2.000.000&lt;br /&gt;dalam 1 bulan = Rp. 2.000.000 x 30 hari = Rp. 60.000.000&lt;br /&gt;dalam 1 tahun = Rp. 60.000.000 x 12 bulan = Rp. 720.000.000&lt;br /&gt;Jika 50 orang memberi uang Rp. 200&lt;br /&gt;50 orang x Rp. 200 = Rp. 10.000 x 8 gerbong = Rp. 80.000 x 10 rangkaian kereta = Rp. 800.000&lt;br /&gt;dalam 1 hari = Rp. 800.000&lt;br /&gt;dalam 1 bulan = Rp. 800.000 x 30 hari = Rp. 24.000.000&lt;br /&gt;dalam 1 tahun = Rp. 24.000.000 x 12 bulan = Rp. 288.000.000&lt;br /&gt;Quotehanya 20 orang aja yang memberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jika 20 orang memberi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika 20 orang memberi uang Rp. 1000&lt;br /&gt;20 orang x Rp. 1000 = Rp. 20.000 x 8 gerbong = Rp. 160.000 x 10 rangkaian kereta = Rp. 1.600.000&lt;br /&gt;dalam 1 hari = Rp. 1.600.000&lt;br /&gt;dalam 1 bulan = Rp. 1.600.000 x 30 hari = Rp. 48.000.000&lt;br /&gt;dalam 1 tahun = Rp. Rp. 48.000.000 x 12 bulan = Rp. 576.000.000&lt;br /&gt;Jika 20 orang memberi uang Rp. 500&lt;br /&gt;20 orang x Rp. 500 = Rp. 10.000 x 8 gerbong = Rp. 80.000 x 10 rangkaian kereta = Rp. 800.000&lt;br /&gt;dalam 1 hari = Rp. 800.000&lt;br /&gt;dalam 1 bulan = Rp. 800.000 x 30 hari = Rp. 24.000.000&lt;br /&gt;dalam 1 tahun = Rp. 24.000.000 x 12 bulan = Rp. 288.000.000&lt;br /&gt;Jika 20 orang memberi uang Rp. 200&lt;br /&gt;20 orang x Rp. 200 = Rp. 4.000 x 8 gerbong = Rp. 32.000 x 10 rangkaian kereta = Rp. 320.000&lt;br /&gt;dalam 1 hari = Rp. 320.000&lt;br /&gt;dalam 1 bulan = Rp. 320.000 x 30 hari = Rp. 9.600.000&lt;br /&gt;dalam 1 tahun = Rp. 9.600.000 x 12 bulan = Rp. 115.200.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan paling pahit adalah jika dalam 1 gerbong hanya 20 orang yang memberi itupun dengan uang paling kecil yaitu Rp. 200&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika 20 orang memberi uang Rp. 200&lt;br /&gt;20 orang x Rp. 200 = Rp. 4.000 x 8 gerbong = Rp. 32.000 x 10 rangkaian kereta = Rp. 320.000&lt;br /&gt;dalam 1 hari = Rp. 320.000&lt;br /&gt;dalam 1 bulan = Rp. 320.000 x 30 hari = Rp. 9.600.000&lt;br /&gt;dalam 1 tahun = Rp. 9.600.000 x 12 bulan = Rp. 115.200.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika itu dalam bulan itu adalah hari-hari yang baik, kita bisa terkaget dengan penghasilannya. Dari 100 orang memberi Rp.1000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika 100 orang memberi uang Rp. 1000&lt;br /&gt;100 orang x Rp. 1000 = Rp. 100.000 x 8 gerbong = Rp. 800.000 x 10 rangkaian kereta = Rp. 8.000.000&lt;br /&gt;dalam 1 hari = Rp. 8.000.000&lt;br /&gt;dalam 1 bulan = Rp. 8.000.000 x 30 hari = Rp. 240.000.000&lt;br /&gt;dalam 1 tahun = Rp. 240.000.000 x 12 bulan = Rp. 2.880.000.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun siapa sangka. Tiap orang pasti akan memberi dengan jumlah yang beragam mulai Rp. 200, Rp. 500, Rp. 1000, atau bahkan Rp. 2000 dan Rp. 5000. Jadi disini ane bisa menarik kesimpulan penghasilan perbulan mulai dari Rp. 9.600.000 sampai Rp. 240.000.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini cuma perhitungan logika ane aja gan. Entah bagaimana pada kehidupan aslinya. Tapi itu perhitung ane udah dari yang paling pahit. Sampai yang rata-rata diterima. Moga bisa menambah pengetahuan agan semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://beritaaneh.com/2010/06/penghasilan-pengamen-yang-luar-biasa-besar-analisa/"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-8058773887762368504?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/8058773887762368504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/penghasilan-pengamen-yang-luar-biasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/8058773887762368504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/8058773887762368504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/penghasilan-pengamen-yang-luar-biasa.html' title='Penghasilan Pengamen Yang Luar Biasa Besar'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIizgaJygMI/AAAAAAAAAJk/aBYz8O8OML0/s72-c/ls3_14a-ngamena.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-9172555063820150822</id><published>2010-09-09T01:34:00.001+07:00</published><updated>2010-09-09T01:35:34.213+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internasional'/><title type='text'>Inilah Tokek Termahal di Dunia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIfWVDdDxBI/AAAAAAAAAJc/HvkfcZ2CqJA/s1600/1531356620X310.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIfWVDdDxBI/AAAAAAAAAJc/HvkfcZ2CqJA/s320/1531356620X310.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seekor tokek raksasa seberat 64 kilogram yg ditemukan di perbatasan Nunukan-Malaysia di Kalakbakan, terjual dgn harga 64 juta ringgit Malaysia atau setara Rp 179, 200 miliar dgn kurs Rp 2.800 per satu ringgit Malaysia, dengan begitu boleh dibilang sebagai tokek termahal di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tokeknya sudah dijual dgn harga RM1 juta per kilogram,” kata Arbin pria yang sempat mengabadikan gambar tokek tersebut, saat dihubungi melalui telepon selulernya di Malaysia, Kamis (6/5/2010).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejak Tribun Kaltim (grup Sripo di Kalimantan Timur, Red) memberitakan penemuan tokek seberat 64 kilogram tersebut, telepon di kantor redaksi dihubungi para pengusaha yg mengaku ingin membeli tokek tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, wartawan Tribun di Nunukan menghubungi Arbin yg berada di Tawau, Malaysia untuk melihat kembali tokek yg berada di Kalakbakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setelah dicek lagi ternyata sudah dibeli oleh orang Indonesia. Tokeknya sudah dibawa keluar negeri, kalau tidak salah ke Cina,” kata Arbin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak informasi yg didapatkan Arbin mengenai transaksi tersebut, sebab sang pemilik tokek juga sudah berangkat ke Kualalumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang percaya tokek mampu mengobati penyakit HIV/AIDS. Inilah yg membuat tokek banyak diburu, baik oleh orang Indonesia maupun dari luar negeri, dan harganya melambung tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun menurut pemburu tokek Andi Makkuraga Hidayat, warga Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, selama ini bisnis jual beli tokek yg ditekuninya kerap tak selalu berjalan mulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sering ditipu. Apalagi di daerah Jawa, itu banyak mafianya. Saya pernah dikasih tahu ada tokek seberat 1 kg, lalu saya datang ke sana dan berniat beli tapi ternyata sampai di lokasi tokeknya cuma seberat 1 ons,” ujarnya. (Persda Network/tribun kaltim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-9172555063820150822?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/9172555063820150822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/inilah-tokek-termahal-di-dunia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/9172555063820150822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/9172555063820150822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/inilah-tokek-termahal-di-dunia.html' title='Inilah Tokek Termahal di Dunia'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIfWVDdDxBI/AAAAAAAAAJc/HvkfcZ2CqJA/s72-c/1531356620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-1940947160691128959</id><published>2010-09-09T01:27:00.001+07:00</published><updated>2010-09-09T17:12:05.001+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internasional'/><title type='text'>KOPASSUS Masuk Peringkat 3 Pasukan Elit Dunia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIfVB-927BI/AAAAAAAAAJU/3PxkXLvhQa0/s1600/kopassus_urban_combat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIfVB-927BI/AAAAAAAAAJU/3PxkXLvhQa0/s320/kopassus_urban_combat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Discovery Channel edisi militer menyiarkan pasukan elit terbaik dunia. Pasukan-pasukan elit dari seluruh dunia diukur kemampuannya dari performa dan keahliannya (bukan dari teknologi militernya), dimana para ahli dan analis militer dari seluruh dunia diundang untuk memberikan penilaiannya. Berikut adalah 3 teratas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. SAS (Inggris)&lt;br /&gt;2. MOSSAD ( Israel)&lt;br /&gt;3. KOPASSUS ( Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada yang heran kenapa pasukan elit Amerika tidak termasuk 3 besar. Menurut nara sumber itu dikarenakan mereka sangat bergantung pada peralatan dan perlengkapan militer berteknologi digital. Menurut analis militer lagi, sebuah pasukan elit haruslah memiliki skill individual yang bagus seperti menyerang, bertahan, penyamaran, strategi, ketahanan, gerilya, membuat jebakan, dan lain sebaginya. Dikatakan lagi bahwa satu prajurit Kopassus setara dengan lima orang prajurit biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fakta tentang Kopassus:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kopassus memenangkan kejuaraan sniper menggunakan senjata buatan Indonesia&lt;br /&gt;2. Kopassus menduduki peringkat ke dua dalam pelaksanaan Strategi Operasi Militer.&lt;br /&gt;3. 80% pelatih militer negara-negara di Afrika utara berasal dari Kopassus&lt;br /&gt;4. Pasukan khusus kamboja dilatih sejak lama oleh Kopassus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://eksplorasi-dunia.blogspot.com/2009/09/kopassus-masuk-peringkat-3-pasukan-elit.html"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-1940947160691128959?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/1940947160691128959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/kopassus-masuk-peringkat-3-pasukan-elit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/1940947160691128959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/1940947160691128959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/kopassus-masuk-peringkat-3-pasukan-elit.html' title='KOPASSUS Masuk Peringkat 3 Pasukan Elit Dunia'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIfVB-927BI/AAAAAAAAAJU/3PxkXLvhQa0/s72-c/kopassus_urban_combat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-6470251818710374861</id><published>2010-09-09T01:13:00.000+07:00</published><updated>2010-09-09T01:13:32.151+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Usaha'/><title type='text'>Tanaman Mini Yang Mempesona</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIfRlC_vCRI/AAAAAAAAAJM/scNY0BKAgTU/s1600/bonsai.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIfRlC_vCRI/AAAAAAAAAJM/scNY0BKAgTU/s320/bonsai.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bagi pecinta tanaman, istilah bonsai tentu tak asing lagi. Tanaman yang tumbuh di alam sejatinya dalam ukuran ‘raksasa’, direkayasa sedemikian rupa sehingga bisa hadir dalam bentuk yang mungil, tanpa kehilangan kesan tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni mengerdilkan pohon ini pertama sekali dikenal di Tiongkok, sejak ribuan tahun lalu, kemudian diserap Jepang dan dikembangkan hingga kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah bonsai juga dipakai untuk seni tradisional Jepang dalam pemeliharaan tanaman atau pohon dalam pot dangkal, dan apresiasi keindahan bentuk dahan, daun, batang, dan akar pohon, serta pot dangkal yang menjadi wadah, atau keseluruhan bentuk tanaman atau pohon. Bonsai adalah pelafalan bahasa Jepang untuk penzai.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Eko, warga Jalan Sei Belutu, Medan Baru, merupakan satu dari sekian banyak peminat Bonsai di Kota Medan. Puluhan tanaman berbatang kerdil tersusun rapi di rumahnya. Tidak hanya di susun di belakang rumah, setiap sudut halaman rumahnya dipenuhi tanaman mini ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di halaman rumahnya, ada enam jenis bonsai yang terdiri dari ratusan tanaman. Ada jenis sancang, anting putri, beringin dan hokkian tea. Bonsainya rata-rata masih berusia empat hingga lima tahun. Ia juga memiliki ratusan tanaman kamboja yang dikerdilkan dengan berbagai bentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar tanaman bonsai yang dirawatnya memiliki ketinggian 10 centi meter. Hanya sebagian kecil yang memiliki ketinggian 40 centi meter. Begitupun dengan kamboja yang dikerdilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Walaupun kamboja dikerdilkan, tapi tidak bisa dikatakan sebagai tanaman bonsai,” kata dia. Ciri khas bonsai, kata dia, adalah tanaman yang berbatang keras. Sedangkan tanaman kamboja memiliki batang lunak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merawat ratusan tanaman miliknya ini, ia lakoni sendiri. Mulai dari menyiram dan memerhatikan adanya cabang atau batang baru untuk dipotong (cutting). ”Harus terus diawasi. Ketika ada cabang pohon baru, langsung dipotong. Jika lengah diperhatikan, maka hasilnya sudah pasti bisa berubah dan tidak sesuai dengan keinginan kita,” kata lelaki yang mulai menggandrungi tanaman bonsai ini sejak 1980-an.(ade)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Semua Tanaman Bisa Dibonsai&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonsai merupakan karya seni hidup yang diciptakan sebagai pengganti pohon yang hidup di alam bebas. Semua tanaman bisa dibonsaikan, terutama tanaman yang berumur panjang  dan berdaun kecil seperi beringin, flamboyan, anting putri dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat bonsai bisa diperoleh melalui stek, cangkok, biji atau lainnya. Untuk membentuk tanaman menjadi bonsai tergantung karakter tanaman itu sendiri. Kita tidak bisa memaksakan. Pembentukan (training) ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Ada beberapa gaya bonsai yang dikenal yaitu gaya gantung, gaya formal dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ingin membuat bonsai, ada beberapa bahan dan langkah yang perlu Anda persiapkan. Bahan yang diperlukan, bonggol tanaman, pot ukuran besar, media tanam (tanah dan pupuk), kawat pembentukan, pot bonsai dan gunting tanaman.Adapun cara membuatnya, bonggol atau bahan tanaman di tanam pada pot besar ataupun dalam tanah agar tumbuh bebas. Setelah tumbuh daun-dauannya barulah dilakukan pembentukan dengan menggunakan kawat (wiring). Kawat yang digunakan adalah kawat khusus yang anti karat dengan berbagai macam ukuran. Besarnya ukuran kawat tergantung dari ukuran bonggol atau ranting tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terbentuk dan menimbulkan pembengkakan pada bonggol-bonggol tanaman yang dikawat tersebut, maka kawat tersebut dibuka. Lakukan pemangkasan (purning) hingga bonsai nampak indah dan seimbang. Ketika melakukan purning sebaiknya akar juga dipangkas. Ini agar menghasilkan bonsai yang baik. Setelah terbentuk baru dipindahkan pada pot bonsai yang telah diberi media tanam (tanah). (net/jpnn)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.hariansumutpos.com/2010/07/55647/tanaman-mini-yang-mempesona.html"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-6470251818710374861?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/6470251818710374861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/tanaman-mini-yang-mempesona.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/6470251818710374861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/6470251818710374861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/tanaman-mini-yang-mempesona.html' title='Tanaman Mini Yang Mempesona'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIfRlC_vCRI/AAAAAAAAAJM/scNY0BKAgTU/s72-c/bonsai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-3461387746172935694</id><published>2010-09-07T00:30:00.000+07:00</published><updated>2010-09-07T00:30:27.102+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Usaha'/><title type='text'>Sate Landak Yang Menyembuhkan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIUktZBIyzI/AAAAAAAAAJE/D_vHtcGKSTE/s1600/sate-landakdalam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIUktZBIyzI/AAAAAAAAAJE/D_vHtcGKSTE/s320/sate-landakdalam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Membayangkan saja ngeri, takut tertusuk bulu runcingnya. Namun beda jika sudah disate. Bagi sebagian orang, daging Landak mampu meningkatkan vitalitas dan menyembuhkan asma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ny Khoriyah (48) sudah hampir setahun menggeluti bisnis sate daging hewan yang dilindungi negara karena hampir punah itu. Warungnya di Jalan Saptorenggo 47, Pakis, Malang atau akses menuju Bandara Abdurrahman Saleh Malang ini menjadi buruan penikmat kuliner esktrim.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, karena terkenal dengan Sate Landaknya, para pelanggan pun memanggil Khoriyah dengan sebutan Bu Landak. Setiap hari warung milik ibu tiga anak ini bisa menghabiskan hampir 200 tusuk sate daging Landak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya dulu awalnya coba-coba. Ternyata banyak peminatnya. Banyak yang suka sate Landak ini, karena dapat menyembuhkan penyakit asma dan menambah vitalitas," ujar Khoriyah ditemui detiksurabaya.com di tempat usahanya, Kamis (14/5/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi kebutuhan para pembeli atau penikmat ekstrem kuliner ini, Khoriyah bisa menyembelih dua ekor Landak dengan berat rata-rata 5 - 7 kilogram. Dia sendiri mendapatkan hewan berduri ini dengan memesan ke warga sekitar yang selalu berburu landak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belinya bisa seharga Rp 150 sampai 200 ribu. Saya sendiri menjual sate seharga Rp 16 ribu untuk 10 biji sate," ujar wanita asli Malang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Khoriyah, daging Landak terkenal empuk dan sedikit kenyal. Para penikmat pun bisa menggoyang lidahnya. Khusus untuk bumbu, pemilik warung ini bereksperimen sendiri. Berulang kali dia harus mengganti racikan bumbu agar mendapat sajian sate Landak dengan menu bumbu yang sedap. Hasilnya, bumbu sate Landak Khoriyah mengalahkan bumbu sate pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara memasaknya, daging Landak yang sudah ditusuk kemudian dibakar hingga matang, tanpa diberi olesan apapun sebelumnya. Kemudian daging yang matang berukuran lebih besar dari daging sate ayam pada umumnya ini dicampur dengan bumbu hasil racikan Khoriyah. Irisan jeruk nipis dan tomat bersama bawang merah ikut menghiasi sajian sate Landak. Sebagai penggandeng sajian ikut juga disandingkan sepiring nasi putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski baru setahun dibuka, namun, warung Sate Landak milik Khoriyah banyak dikunjungi pembeli. Bahkan para pembeli banyak berdatangan dari luar kota, seperti Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemarin datang orang dari Solo dan Sragen. Selain masyarakat Indonesia sendiri, juga banyak para turis dari Jerman datang ke sini untuk menikmati Sate Landak," ungkap Khoriyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para penikmat ekstrem kuliner dapat mendatangi warung Sate Landak Khoriyah berada kurang lebih 4 kilometer dari pusat Kota Malang. Selain sate Landak, pemilik warung ini juga menyajikan menu lain yakni krengsengan Landak, Trenggeling, Biawak. Sementara tempat usahanya itu dibuka mulai pukul 09.00 hingga pukul 21.00 WIB. (fat/fat) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://surabaya.detik.com/read/2009/05/14/083251/1131168/594/sate-landak-dahsyat"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-3461387746172935694?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/3461387746172935694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/sate-landak-yang-menyembuhkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/3461387746172935694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/3461387746172935694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/sate-landak-yang-menyembuhkan.html' title='Sate Landak Yang Menyembuhkan'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIUktZBIyzI/AAAAAAAAAJE/D_vHtcGKSTE/s72-c/sate-landakdalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-3532820330503594487</id><published>2010-09-07T00:19:00.001+07:00</published><updated>2010-09-07T00:31:25.549+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Usaha'/><title type='text'>Bebek Peking Belum Menjanjikan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIUiOL_WJ-I/AAAAAAAAAI8/OPta-fxBD_Q/s1600/120123p.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIUiOL_WJ-I/AAAAAAAAAI8/OPta-fxBD_Q/s320/120123p.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Investasi budidaya bebek peking di Pangkalpinang, Provinsi Babel, belum menjanjikan karena terkendala listrik dan tingginya biaya makanan serta perawatan bebek tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Budidaya bebek peking belum menjanjikan karena tingginya biaya produksi atau perawatan, sementara permintaan daging bebek peking kurang diminati masyarakat Bangka," kata Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian dan Peternakan Pangkalpinang, Ghozali Efendi, Jumat (9/4/2010).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, terbatasnya kapasitas listrik untuk penetasan telur bebek peking dan dan tingginya biaya produksi, mengakibatkan investor dari Malaysia menarik investasinya di Pangkalpinang dan berinvestasi di Pulau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Budidaya bebek peking yang dilakukan perusahaan dari Malaysia itu sudah dilakukan pada 2009 namun karena terbatasnya kapasitas listrik dan sering terjadi pemadaman listrik mengakibatkan perusahaan budidaya itu rugi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, budidaya bebek peking dengan menggunakan mesin penetasan berskala besar oleh pihak investor banyak yang mengalami kegagalan karena listrik sering mati seiring terbatasnya kapasitas listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1990, pangsa pasar dunia dikuasai oleh negara Taiwan, Thailand, dan Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara tersebut menjadi pemasok terbesar ke negara-negara Singapura, Jepang, Hongkong, China, dan Timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daging yang diekspor negara tersebut mencapai ribuan ton dan pada 1990, Thailand berhasil mengekspor 3.500 ton daging itik ke Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Babel bisa mengimpor daging bebek peking ke sejumlah negara jika didukung sarana yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Geografis daerah di Babel cukup mendukung sebagai sentra pembibitan bebek paking jika benar-benar dikelola lebih serius, tentu juga didukung oleh dana yang memadai," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://regional.kompas.com/read/2010/04/10/01195968/Bebek.Peking.Belum.Menjanjikan"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-3532820330503594487?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/3532820330503594487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/bebek-peking-belum-menjanjikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/3532820330503594487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/3532820330503594487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/bebek-peking-belum-menjanjikan.html' title='Bebek Peking Belum Menjanjikan'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIUiOL_WJ-I/AAAAAAAAAI8/OPta-fxBD_Q/s72-c/120123p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-2396955794629144500</id><published>2010-09-06T04:43:00.000+07:00</published><updated>2010-09-06T04:43:01.636+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Usaha'/><title type='text'>Yuk Jualan Bakso – Mie Ayam Usaha Yang Menjanjikan Lho !!!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIQL6pbENsI/AAAAAAAAAI0/SyCJVg0R7Ts/s1600/bakso.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIQL6pbENsI/AAAAAAAAAI0/SyCJVg0R7Ts/s320/bakso.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saat ini makanan yang cukup populer dan dimana-mana ada adalah bakso dan mie Ayam , sehingga dimanapun kita berada kita pasti menjumpai dua jenis makanan ini , baik kelilingan, kakilima menetap, kios sederhana pinggir jalan sampai dengan warung makan atau restoran. Selain banyak penggemarnya makanan ini juga universal setiap orang manapun pasti pernah merasakan dua makanan yang katanya dulu berasal dari negeri Cina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangsa pasar yang semakin banyak inilah yang menjadikan usaha penjualan bakso dan mie ayam ini terus berkembang disegenap penjuru, bagi pengusaha lama yang bermain dalam usaha ini tidak takut tersaingi, karena masing-masing telah mempunyai pasar dan pelanggan yang berbeda-beda. Pengusaha barupun bermunculan optimis usaha mereka nantinya akan maju dan berkembang seperti yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya Sutarno pria yang asli Solo yang kini bertempat tinggal di desa Tedunan kecamatan Kedung kabupaten Jepara mengaku telah tiga puluh tahun lebih menekuni usaha penjualan bakso dan mie ayam . Sebelum buka warung di desa Istrinya itu ,dia mengaku berjualan Bakso semenjak lulus SMP dan ikut iparnya di Jakarta tahun 1980an . Awalnya dia hanya bertugas mendorong gerobag menemani iparnya berkeliling di seputaran Cikini Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian barulah ia diberitahu caranya membuat glondongan bakso, bumbu-bumbu nya, serta kuah yang membuat lezat bakso sehingga mampu mengikat para pelanggan. Setelah mahir membuat racikan bumbu barulah dia keliling sendiri dengan menggunakan angkringan yang dipikul , karena untuk membeli gerobag belum ada modal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“ Setelah beberapa tahun berkeliling menggunakan angkring dan sudah mempunyai cukup pelanggan dan sedikit tabungan , maka saya membeli gerobag bekas milik teman yang pulang kampung, dengan menggunakan gerobag sendiri ini usaha kami semakin maju dan sudah mandiri lepas dari kakak ipar saya”, aku Sutar mengenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sutar, bakso dan mie ayam populernya lebih duluan bakso , karena makanan bakso ini sudah ada semenjak bangsa china berimigrasi ke Indonesia sehingga ketika dia masih kecil usaha penjualan bakso sudah ada di mana-mana. Namun mie ayam ini populer di Indonesia baru 15 tahunan dengan boomingnya makanan itu dimana-mana akhirnya tumbuh usaha yang berbahan baku tepung terigu dan daging ayam ini . Sehingga usahanya pun berkembang lagi dengan penjualan mie ayam , sempat usaha penjualan baksonya kalah populer dengan mie ayam , namun saat ini kedua makanan jualannya itu hampir sama penjualannya karena masing-masing telah mempunyai pelanggan sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang ingin kenyang dan takut kolesterol maka pilihannya jatuh pada mie ayam selain lebih ringan terasanya karena berbahan baku daging ayam juga cepat membuat perut kenyang. Namun jika ingin yang berat dan berlemak banyak pilihannya jatuh pada Bakso karena selain kuahnya cukup berat juga bahan bakunya daging sapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dulu memang mie ayam lebih populer karena semua orang ingin mencicipi rasa mie ayam. Namun sekarang penjualan kami kelihatannya berimbang, bahkan satu dua orang pelanggan ada yang memadukan mie ayam ini dengan bakso sehingga tercipta mie ayam pakai glondong bakso yang juga banyak penggemarnya“, ujar Sutar menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya hitung-hitungannya berjualan bakso dan mie ayam ini, Sutar yang mengaku pernah juga berjualan bakso sampai di Cianjur Jawa Barat mengatakan, cukup jika untuk menghidupi anak dan istri. Seperti dirinya dia mengaku usahanya biasa-biasa saja, namun dari keuntungannya berjualan bakso dan mie ayam ini sudah membuahkan banyak hasil, selain rumah yang sederhana, sepeda motor, dan juga dapat menyekolahkan ketiga anak-anaknya seperti anak yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal dia hanya membuka 2 warung yang satu pagi hari ia buka jam 6 sampai jam 12 siang di Pasar baru desa Kedungmutih dan sorenya mulai jam 2 siang sampai jam 9 malam ia buka warung dekat dengan rumahnya. Di desa saja usaha penjulan bakso dan mie ayam ini cukup lumayan hasilnya, apalagi jika mau membuka ditempat strategis atau ramai hasilnya jauh lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai modal yang dikeluarkan untuk membuka usaha penjualan bakso dan mie ayam bagi pemula bang Sutarno memaparkan, modal pertama adalah gerobag baik keliling atau menetap harus ada gerobag sebagai tempat menaruh dagangan, kompor untuk memasak dan juga dandang untuk merebus. Biaya yang dikeluarkan saat ini sekitar satu juta rupiah . Untuk pembelian bahan-bahan pembuat bakso, mie, daging ayam, dan juga bumbu-bumbunya sekitar Rp 400.000,- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompor gas, dandang, mangkok, gelas, dan kebutuhan pecah belah lainnya kurang lebih 600.000,- sehingga mempunyai uang Rp 2.000.000,- sudah bisa jualan bakso dan mie ayam keliling kampung, jika ingin menetap harus menyewa atau kontrak tempat yang harganya tergantung dari kondisi tempat jualannya. Namun untuk pemain pemula disarankan untuk keliling kampung menggunakan gerobag dorong, selain dapat bertemu orang banyak juga sebagai ajang promosi. Jika pelanggan kelilingan sudah banyak selanjutnya bisa jualan menetap dengan cara menyewa atau mengontrak tempat yang strategis, sehingga pelanggan yang mendatangi si penjual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk menjadi pengusaha yang berhasil resepnya harus tekun dan selalu belajar dengan orang lain, selain itu pula harus banyak teman atau relasi. Silakan jika ada orang yang ingin belajar membuka usaha penjualan bakso atau mie ayam pada kami karena dulu sayapun belajar dengan orang lain. Namun demikian saya berpesan untuk menjadi usaha yang besar butuh waktu yang panjang, tidak sebentar saja terus jadi besar atau banyak pelanggannya“, ujar Sutar yang mengaku hidupnya penuh liku-liku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah bagi pembaca yang saat ini belum mempunyai pekerjaan, habis di PHK ataupun bosan jadi pegawai dapat melirik usaha penjualan bakso dan mie Ayam ini adapun hitungan modal yang dikeluarkan versi Bang Sutar dari Jepara adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Untuk membuat gerobag sederhana : Rp 1.000.000,-&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk membeli peralatan (kompor,dandang ,dll) Rp 600.000,-&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Untuk membeli bahan baku, daging, mie, bumbu Rp 400.000,-&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Jumlah modal yang dibutuhkan Rp 2.000.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prediksi keuntungan yang didapatkan setiap hari Rp 50.000,- - 75.000,- jika setiap hari menabung Rp 10.000,- maka dalam jangka 10 bulan modal sudah kembali . Tunggu apalagi peluang yang masih menjanjikan ini pantang disia-siakan . Selamat mencoba mudah-mudahan berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://for-mass.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-2396955794629144500?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/2396955794629144500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/yuk-jualan-bakso-mie-ayam-usaha-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/2396955794629144500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/2396955794629144500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/yuk-jualan-bakso-mie-ayam-usaha-yang.html' title='Yuk Jualan Bakso – Mie Ayam Usaha Yang Menjanjikan Lho !!!'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIQL6pbENsI/AAAAAAAAAI0/SyCJVg0R7Ts/s72-c/bakso.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-7045693296980790024</id><published>2010-09-06T02:20:00.000+07:00</published><updated>2010-09-06T02:20:09.346+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><title type='text'>Industrialisasi  dan Eksploitasi Asing</title><content type='html'>Proses industrialisasi di Indonesia seperti yang banyak terjadi di dunia ketiga, jelas adalah proses industrialisasi berdasarkan pola Barat yang tidak berlandaskan realitas-realitas sosial yang ada di Indonesia. Proses ini dengan sifatnya yang tergantung kepada masukan impor, telah membuka pase dan bentuk baru dalam sector “enclave” di Indonesia, yaitu sector ekonomi yang pada hakekatnya “terasing” dari kehidupan massa rakyat. Keterasingan ini dapat dilihat dari penyerapan tenaga kerja, pemenuhan kebutuhan mereka (dilihat dari porsi jumlah golongan pendapatan tinggi, industri-industri moderen ini lebih melayani kebutuhan golongan pendapatan tinggi), maupun dari segi penyebaran, ketrampilan yang dapat menimbulkan mibilitas sosial.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pembinaan dan perluasan “enclave” baru ini melalui industrilisasi, ada pandangan yang melihat proses ekonomi Indonesia sebagai lanjutan dari proses yang sudah di bina oleh pemerintah kolonial Belanda melalui pelaksanaan Cultuurstelsel (tanam paksa) dan pengarahan modal swasta Belanda dan asing lainnya dalam sector perkebunan komoditi primer dan pertambangan yang merupakan dua bentuk “enclave” dalam zaman penjajahan Belanda. Culutuurstelsel telah membina secara paksa pembentukan sector perkebunan tanaman ekspor yang merupakan pase pertama proses pembentukan secara sistematis sector “enclave” di Indonesia. Perluasan perkebunan besar di Jawa dan Sumatera Timur sesudah Cultuurstelsel berakhir, adalah pase kedua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya muncul proses industrialisasi yang sangat bergantung kepada impor dalam masukan produksinya, serta proses yang lebih intensif dalam eksploitasi sumber-sumber alam, yang merupakan ciri pokok dari pase ketiga pembentukan sector enclave di Indonesia. Pase ketiga ini selain merupakan lanjutan dari pase-pase sebelumnya yang dipelopori oleh bangsa Indonesia sendiri untuk membedakannya dari pase-pase sebelumnya yang dipelopori oleh bangsa asing. Sejarah ekonomi Indonesia sampai saat sekarang ini, dalam pandangan ini, boleh dikatakan merupakan sejarah pertumbuhan sector enclave dan belum merupakan pertumbuhan ekonomi massa rakyat. Strategi dan rangkaian kebijaksanaan ekonomi yang dianut dan di jalankan pada kenyataannya adalah strategi dan rangkaian kebijaksanaan ekonomi yang memperkuat keseluruhan sector enclave ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sektor enclave yang disebut di atas, berorientasi ke luar negeri ditinjau dari sudut masukan dan permintaan untuk eksploitasi bahan mentah dan energi. Ia berorientasi pula kepada luar negeri di dalam pola produksi dan tata niaga, yang khususnya menopang pemasaran hasil industri dan pertumbuhan ekonomi dan gaya hidup masyarakat negara maju. Pembentukan sector enclave ini, serta upaya untuk menumbuhkan sector ini kemudian, dilakukan dengan cara pembiayaan dari luar negeri. Ia berupa investasi asing secara langsung maupun berupa pinjaman luar negeri untuk membiayai prasarana bagi memudahkan dan menopong pertumbuhan sector-sektor ini. Perkembangan yang terjadi di Indonesia, adalah seperti yang telah dialami pula oleh banyak negara-negara Dunia Ketiga, yakni:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Disparitas pendapatan di antara sector moderen di mana sebagian kecil rakyat berada dengan sector pertanian tradisional dimana sebagian besar rakyat berada dan menggantungkan hidupnya, menjadi bertambah lebar. Ketidak merataan dalam distribusi pendapatanpun berambah lebar bersama dengan tersisihnya sebagian rakyat dari proses pembangunan dalam pengertian mereka tidak turut dalam proses dan menikmati hasil pertumbuhan ekonomi. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Oleh karena system produksi di sector-sektor enclave yang telah dijadikan sebagai leading sectors bersifat padat modal, maka surplus tenaga kerja yang terdapat di sector pertanian tradisional tidak dapat di tampung secara berarti apabila setelah memperhatikan matinya banyak industri rakyat sebagai akibat dinamik industrialisasi di sector moderen. Porsi nilai tambah sector pertanian dalam Produk Domestik Bruto atau Produk Nasional Bruto yang kemudian menurun tidaklah dapat dikatakan sebagai pertanda “transformasi” dalam struktur ekonomi seperti yang dimaksudkan dalam literatur ekonomi pembangunan oleh karena situasi ini tidak diikuti oleh menaiknya produktivitas per pekerja di sector pertanian dan juga tidak diikuti dengan adanya suatu mobilitas sosial yang dialami oleh para pekerja yang setempat tertampung dalam sector industri. Masalah ini terjadi, karena pada hakekatnya mereka ditampung dalam apa yang disebut secondary labour market (pasar tenaga kerja yang sekunder) yaitu pasar tenaga kerja denga upah yang rendah, ketrampilan yang rendah dan prospek karier yang tidak menentu. Ini sejajar dengan salah satu motif bagi masuknya modal asing untuk tujuan investasi di sector industri yaitu untuk memperoleh buruh murah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Peranan pembiayaan luar negeri baik yang berupa modal asing untuk tujuan investasi langsung maupun pinjaman luar negeri adalah untuk menutupi foreign exchage gap yang didasarkan kepada two gap model yang telah disodorkan oleh beberapa sarjana ekonomi Barat. Dalam hal ini, maka keseluruhan modal luar negeri ini telah berfungsi untuk membiayai surplus impor dalam perkiraan yang sedang berjalan (current account) dalam neraca pembayaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi peranan yang seperti ini, maka Indonesia sengaja maupun tidak, telah membuka secara luas kesempatan bagi pihak asing untuk melaksakan operasi monopoly price, yaitu penentuan harga secara sepihak sehingga defisit dalam perkiraan yang sedang berjalan dalam neraca pembayaran berlangsung terus-menerus, yang mengakibatkan perlunya Indonesia untuk menambah hutang secara terus menerus pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://revolusiekonomi.blogspot.com/2009/01/industrialisasi-dan-eksploitasi-asing.html"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-7045693296980790024?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/7045693296980790024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/industrialisasi-dan-eksploitasi-asing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/7045693296980790024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/7045693296980790024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/industrialisasi-dan-eksploitasi-asing.html' title='Industrialisasi  dan Eksploitasi Asing'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-252239995691990941</id><published>2010-09-06T02:10:00.000+07:00</published><updated>2010-09-06T02:10:02.902+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><title type='text'>VOC Gaya Baru</title><content type='html'>Dalam bukunya “Mencapai Indonesia Merdeka (Terbitan Idayu, 1982, hal. 15), Bung Karno memaparkan, bahwa imprealisme dilahirkan oleh kapitalisme. Imprealisme adalah anaknya kapitalisme. Imprealisme tua dilahirkan oleh kapitalisme tua, imprealisme modern dilahirkan oleh kapitalisme modern. Sedang kapitalisme tua belum kenal akan tempat-tempat pekerjaan sebagai sekarang, belum kenal pabrik-pabrik sebagai sekarang, belum kenal cara produksi sebagai sekarang, -- sedang kapitalisme tua itu cara produksinya hanya kecil-kecilan sahaja dan di dalam segala-galanya berwatak kuno, maka kapitalisme modern adalah menunjukkan kemoderenan yang hebat sekali; tempat-tempat pekerjaan yang ramainya menulikan telinga, pabrik-pabrik yang asapnya menggelapkan angkasa, bank-bank yang tingginya mencakar langit, perburuhan yang memakai ribuan ketian kaum proletar, pembikinan barang yang tidak lagi menurut banyaknya pesanan, tetapi pembikinan barang yang hantam kromo banyaknya sampai bergudang-gudang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno menambahkan, bahwa untuk menggugurkan stelsel kapitalisme dan imprealisme, syarat pertama ialah, kita harus merdeka. Selama masyarakat belum merdeka, selama itu juga kita belum leluasa menggerakkan kita punya badan, kita punya tangan, kita punya kaki, selama kita dus masih terhalang di dalam segala kita punya gerak bangkit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup jelas bahwa kemandirian – dalam bahasa perjuangan Bung Karno disebut kemerdekaan – merupakan prasyarakat untuk keluar dari ketergantungan imprealisme baru pihak asing. Kemandirian akan membuat bangsa memiliki kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan pihak manapun. Kekuatan tawar menawar kita akan sangat diperhitungkan. Bangsa yang kerdil adalah bangsa yang suka dimain-mainkan oleh berbagai kekuatan asing, yang ujung-ujungnya akan mengeksploitasi bangsa. Besarya utang luar negeri kita misalnya, merupakan instrumen untuk mengutak-atik eksistensi bangsa yang berdaulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utang luar negeri yang besar, selain memerosotkan kemandirian bangsa, juga merupakan bentuk penghisapan yang bisa dilihat pada besarnya net transfer. Net transfer yaitu persoalan yang timbul akibat negative inflow sumber-sumber keuangan oleh karena nilai cicilan plus bunga utang luar negeri lebih besar dari nilai utang baru yang diterima pihak donatur. Selain itu telah terjadi pula proses merosotnya nilai satuan (unit value) dan nilai tukar (terms of trade) produk-produk ekspor dari negara berkembang. Inilah yang dikenal sebutan fenomena Fisher Paradox.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensi dari penghisapan surplus ini menimbulkan efek negatif terhadap tingkat tabungan di dalam negeri, karena utang luar negeri akan mensubstitusikan tabungan domestik (domestic saving). Kalaupun tidak, maka pemerintah akan mengintensifkan penerimaan pajak, dan jelas berkonsekuensi terhambatnya kegiatan investasi, dan menyebabkan pelarian modal kembali. Lebih jauh, dengan pembayaran cicilan dan bunga utang luar negeri akan mengalihkan dana yang dapat digunakan sebagai investasi domestik akibat pembayaran kembali. Muaranya adalah, roda perekonomian nasional tetap tidak bisa bergerak karena dana habis dikuras, dan ini berarti merupakan jebakan (debt-trap) yang tidak berujung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketergantungan yang sedemikian besar akan membuat bangsa kita tidak bebas bergerak. Semuanya ditentukan oleh “kemauan baik” pihak asing. Banyak bukti menunjukkan bahwa, bangsa Indonesia bertekuk-lutut pada kepentingan asing yang berarti segala-galanya ditentukan oleh asing. Imam bangsa bukan siapa-siapa, tapi bangsa asing yang menentukan rukuk-sujudnya bangsa kita. Itulah yang sangat mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu hubungan ketergantungan terhadap pihak asing telah pula menghasilkan keputusan untuk menerapkan teknologi produksi yang tidak berorientasi kepada penciptaan kesempatan kerja. Sementara itu di sektor pertanian sesungguhnya tersedia secara berlimpah tenaga kerja yang sudah berakumulasi jumlahnya akibat kurangnya penyerapan yang memadai pada masa yang lampau, dibanding bertambahnya angkatan kerja di sektor itu setiap tahunnya. Masuknya teknologi produksi yang tidak pro buruh tersebut ke dalam program pembangunan pertanian, memang telah mampu menaikkan hasil pertanian, khususnya beras. Namun, bersama dengan itu telah terjadi pula pengalihan surplus ekonomi kepada produsen mesin dan alat-alat pertanian di negara maju, produsen pupuk kimia pestisida di dalam maupun luar negeri, serta distributor pupuk dan pestisida. Surplus ekonomi diperkirakan diperoleh pula oleh para birokrat, perbankan, pelaksanaan lapangan, tuan tanah -- sebagai komprador dan aliansi pihak asing --, yang kesemuanya ikut secara langsung mengantarkan dan melaksanakan produksi yang tidak pro buruh ini di sektor pertanian tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangan mutakhir sekarang ini, imprealisme baru muncul lagi dalam wajah baru, yakni dalam bentuk revolusi teknologi informasi. Besarnya perang pihak negara-negara maju dalam dunia teknologi informasi ini akan bisa mengontrol dan menguasai sumberdaya-sumberdaya potensial di negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia. Revolusi teknologi informasi telah menciptakan disparitas sosial, yang memungkinkan mereka yang memonopli revolusi teknologi informasi akan mudah mendominasi negara-negara miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://revolusiekonomi.blogspot.com/2009/01/voc-gaya-baru.html"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-252239995691990941?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/252239995691990941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/voc-gaya-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/252239995691990941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/252239995691990941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/voc-gaya-baru.html' title='VOC Gaya Baru'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-3719813403122775710</id><published>2010-09-06T01:03:00.008+07:00</published><updated>2010-09-06T01:21:36.643+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Solusi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Usaha'/><title type='text'>Cara Membuat Account PayPal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIPUX1FUd0I/AAAAAAAAAHc/rgFoR0H6na4/s1600/art_35368.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="50" src="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIPUX1FUd0I/AAAAAAAAAHc/rgFoR0H6na4/s400/art_35368.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIPUqv_4YvI/AAAAAAAAAHk/bJvHmnNbDqw/s1600/paypal_flowchart.gif" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIPUqv_4YvI/AAAAAAAAAHk/bJvHmnNbDqw/s320/paypal_flowchart.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;PayPal adalah "jasa penengah atau broker" paling populer di dunia saat ini untuk transaksi online. Dahulu Moneygrams dan wire transfer menjadi standard pembayaran, namun sekarang lebih dari 99 juta pengguna internet lebih memilih PayPal untuk mengirim uang satu dengan yang lainnya. PayPal telah mendapatkan kepercayaan dan kenyamanan untuk transfer uang online, hampir 95% pembayaran eBay menggunakan PayPal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apakah Paypal lebih aman dari alat pembayaran online lain ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijaksanaan perlindungan tertulis untuk pembeli yang menggunakan Paypal menyatakan pembeli yang menggunakan Paypal dapat melakukan komplain dalam waktu 60 hari jika pembeli belum mendapatkan barang yang dipesan atau jika barang yang dipesan tidak sesuai deskripsi yang diberitahukan penjual. Jika pembeli menggunakan kartu kredit akan mendapatkan pengembalian uang chargeback dari perusahaan kartu kreditnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PayPal juga melindungi penjual dari pengembalian uang atau komplain tergantung situasi dan pembuktian, kebijakan perlindungan tertulis untuk penjual dirancang untuk melindungi penjual dari klaim pembeli yang mengaku telah mengirim uang yang tidak ada catatan bukti pembayarannya, setiap pembelian menggunakan Paypal selalu ada catatan bukti pembayarannya di account Paypal pengirim dan penerima uang, sebagai bukti jika benar telah terjadi pengiriman uang. Hal ini menjadi kelebihan utama PayPal dan tidak ada alat pembayaran lain yang mempunyai fasilitas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cara Kerja PayPal ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai broker dalam transaksi online, PayPal mempermudah seseorang dalam melakukan pengiriman uang hanya dengan "email penerima". Pihak lain tidak dapat melihat informasi kartu kredit atau account bank. Hal ini menjadi kelebihan PayPal dalam menjaga keamanan data pribadi penggunanya.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus disiapkan ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengirim atau menerima uang melalui PayPal, tidak diperlukan alat yang canggih atau dokumen-dokumen pembayaran lainnya. Yang perlu disiapkan hanya :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;li&gt;email.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;dana PayPal baik dari balance, kartu kredit atau account bank.&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Berapa Biaya PayPal ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada biaya untuk daftar PayPal dan juga untuk transfer dari Bank Account ke Account PayPal.&lt;br /&gt;Pengguna akan dikenakan biaya yang kecil untuk :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;li&gt;account PayPal Personal, akan dikenakan biaya jika menerima pembayaran melalui kartu kredit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;account Premier atau Business, akan dikenakan biaya setiap menerima pembayaran.&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Langkah-langkah cara membuat Account PayPal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat Account PayPal sangat mudah, bahkan untuk anda yang pemula dan anda tidak harus punya kartu kredit. Silahkan Klik &lt;i&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;&lt;a href="https://www.paypal.com/id" target="_blank" title="PayPal Login"&gt;Daftar Paypal&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIPWEwNQ6QI/AAAAAAAAAHs/InYBqlAAltQ/s1600/PayPalSmall.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIPWEwNQ6QI/AAAAAAAAAHs/InYBqlAAltQ/s320/PayPalSmall.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Simak saja langkah demi langkah pembuatan account PayPal berikut ini,&amp;nbsp; silahkan ikuti petunjuk yang berwarna merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIPWfv-thRI/AAAAAAAAAH0/JrU9OqZDiwM/s1600/PayPal2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIPWfv-thRI/AAAAAAAAAH0/JrU9OqZDiwM/s320/PayPal2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika anda merasa bingung dengan 3 pilihan di atas (Pribadi, Primer, Bisnis) sebaiknya anda mencoba Pribadi terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIPWvF0CuRI/AAAAAAAAAH8/O5NSZdAtSTA/s1600/PayPal3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIPWvF0CuRI/AAAAAAAAAH8/O5NSZdAtSTA/s320/PayPal3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masukkan data pribadi anda sesuai dengan kolom yang disediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIPW8ItsCNI/AAAAAAAAAIE/p951xpkwN8g/s1600/PayPal4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIPW8ItsCNI/AAAAAAAAAIE/p951xpkwN8g/s320/PayPal4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Loncati dulu langkah ini, langsung saja klik pada tombol "Masuk ke Rekening Saya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIPXG_kJn7I/AAAAAAAAAIM/T444qWSBW5Y/s1600/VerifyEmail1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIPXG_kJn7I/AAAAAAAAAIM/T444qWSBW5Y/s320/VerifyEmail1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: book antiqua,palatino; font-size: medium;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: book antiqua,palatino; font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah anda masuk ke Rekening anda, sekarang lakukan konfirmasi alamat email anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIPXW6ftCZI/AAAAAAAAAIU/-pOaYefAap8/s1600/VerifyEmail2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIPXW6ftCZI/AAAAAAAAAIU/-pOaYefAap8/s320/VerifyEmail2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada tahap ini, Paypal akan mengirimkan email ke alamat anda. Sekarang buka inbox email anda.&lt;span style="font-family: book antiqua,palatino; font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIPXmAhqbEI/AAAAAAAAAIc/icRC-VZ2RhM/s1600/VerifyEmail2b.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIPXmAhqbEI/AAAAAAAAAIc/icRC-VZ2RhM/s320/VerifyEmail2b.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika alamat email anda benar, tidak lama kemudian anda akan menerima email seperti di atas. Perhatikan kode konfirmasi di tengah, silahkan anda copy, lalu Anda cukup menekan tombol berwarna kuning "Hubungkan kartu Anda".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIPXwQuPmGI/AAAAAAAAAIk/jpJAZV9X4G4/s1600/VerifyEmail3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIPXwQuPmGI/AAAAAAAAAIk/jpJAZV9X4G4/s320/VerifyEmail3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: book antiqua,palatino; font-size: medium;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: book antiqua,palatino; font-size: medium;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masukkan kode konfirmasi yang anda dapatkan dari email di atas, lalu Konfirmasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIPYBqQ9kQI/AAAAAAAAAIs/lIfq0Z8by2A/s1600/VerifyEmail5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIPYBqQ9kQI/AAAAAAAAAIs/lIfq0Z8by2A/s320/VerifyEmail5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: book antiqua,palatino; font-size: medium;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: book antiqua,palatino; font-size: medium;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada tahap ini anda telah berhasil melakukan konfirmasi alamat email yang nantinya anda gunakan sebagai username pada PayPal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: book antiqua,palatino; font-size: medium;"&gt;&lt;a href="http://komering.com/article/35368/cara-membuat-account-paypal-gratis.html"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: book antiqua,palatino; font-size: medium;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-3719813403122775710?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/3719813403122775710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/cara-membuat-account-paypal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/3719813403122775710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/3719813403122775710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/cara-membuat-account-paypal.html' title='Cara Membuat Account PayPal'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TIPUX1FUd0I/AAAAAAAAAHc/rgFoR0H6na4/s72-c/art_35368.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-6172936704530504361</id><published>2010-09-03T03:12:00.000+07:00</published><updated>2010-09-03T03:12:19.341+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><title type='text'>Kesenian Indonesia Meriahkan HUT Republik Tatarstan</title><content type='html'>Tim Kesenian Indonesia mendapat kehormatan tampil pada resepsi HUT  Republik Tatarstan yang dihadiri Presiden Republik Tatarstan Rustam N  Minnikhanov bersama 200 undangan di Gedung Kebudayaan dan Hiburan  "Piramida", di Kota Kazan, Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Tim kesenian  dari ISI Denpasar itu juga mengisi acara di panggung hiburan terbuka  yang berlokasi di lapangan Teater Kamal yang juga dihadiri Presiden  Tatarstan beserta sekitar 2000 masyarakat, ujar Sekretaris Ketiga Fungsi  Pensosbud KBRI Moskow Enjay Diana dalam keterangan persnya yang  diterima ANTARA, Kamis.   &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selama di Rusia Tim kesenian  Institut Seni dan Indonesia Denpasar Bali juga mengelar serangkaian  pegelaran  budaya bertemakan "The Colours of Indonesia" di berbagai kota  dengan menampilkan berbagai tarian nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, sekitar 500 orang penonton di Kazan, dengan penuh antusias  menyaksikan pagelaran bertemakan "the Colours of Indonesia" yang  menampilkan tarian Selat Segara (Bali), Padang Bulan (Jawa Timur), Oleg  Tambulingan ( Bali), Pakarena (Sulawesi), Mandau (Kalimantan), Saman  (Aceh), Garuda, Berburu (Papua) dan Kecak dengan cerita Ramayana (Bali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian-tarian tersebut diiringi alat musik tradisional Indonesia  seperti kendang, gong, rebana, terompet, gamelan Bali yang menambah  daya tarik penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertunjukan yang luar biasa", kata  Ziganshina Nailya, Ketua organisasi kemasyarakatan wanita dan pemuda  "Perhimpunan Wanita Tatarstan" yang menyaksikan dalam pagelaran  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya  sangat menyukainya", tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Bidang Departemen Hubungan Internasional Kementerian  Kebudayaan Republik Tatarstan, Federasi Rusia, Raisa,  menyampaikan  untuk lebih mengembangkan hubungan kebudayaan dapat dibuka Pusat  Kebudayaan Indonesia di Kazan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini sangat penting untuk lebih memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Tatarstan", katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegelaran budaya Indonesia di Rusia ini merupakan kerjasama  antara KBRI Moskow dan ISI Denpasar yang didukung Ditjen Dikti  Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia sebagai langkah untuk  lebih mempromosikan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat Rusia.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.antarajatim.com/lihat/berita/42172/kesenian-indonesia-meriahkan-hut-republik-tatarstan"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-6172936704530504361?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/6172936704530504361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/kesenian-indonesia-meriahkan-hut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/6172936704530504361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/6172936704530504361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/kesenian-indonesia-meriahkan-hut.html' title='Kesenian Indonesia Meriahkan HUT Republik Tatarstan'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-8737341455120368972</id><published>2010-09-03T02:54:00.002+07:00</published><updated>2010-09-03T03:00:17.770+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Solusi'/><title type='text'>Indonesia Butuh Terobosan Hukum</title><content type='html'>Terobosan di bidang hukum untuk memberikan pembaharuan menuju hukum  positif Indonesia yang lebih baik saat ini perlu segera dilaksanakan.  Hal itu diungkapkan tim pembela muslim dan juga pengacara yang khusus  menangani bidang teroris Ahmad Michdan, pada acara Pelatihan Hukum di  Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Pelatihan ini  mengambil tema Terobosan Hukum di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terobosan  itu ungkap Ahmad, merupakan salah satu upaya penting yang harus  dilakukan untuk menegakkan hukum di Indonesia yang saat ini sudah  semakin kacau. Hukum positif di Indonesia sekarang terjadi karena adanya  proses historikal, lebih lanjut Ahmad mengatakan bahwa hukum positif  Indonesia merupakan hukum warisan Belanda. yang memang dipersiapkan oleh  negara itu untuk negara-negara jajahan mereka. Penjajahan yang  dilakukan Belanda ini, kemudian mempengaruhi sistem hukum di Indonesia  yang sebenarnya sangat tidak cocok dengan karakteristik bangsa ini.  “Namun yang sangat mengherankan kenapa hukum ini masih dipergunakan  hingga sekarang, padahal sebenarnya kita mempunyai dasar hukum yang  bagus jika di dasarkan pada UUD1945, oleh karena itu perlu pengambilan  sikap untuk memberikan perbaikan”ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hukum, menurut Ahmad  yang juga pengacara terpidana kasus teroris Amrozi, merupakan  serangkaian peraturan yang seharusnya bisa memberikan jaminan ketertiban  kepada masyarakat sehingga akan menjaga harmonisasi diantara hubungan  masyarakat. Karena didalam hukum telah diatur bahwa siapapun yang  melanggar aturan tersebut akan mendapatkan konsekuensi hukum yang telah  diatur didalamnya. “Tetapi bagaimana dengan kenyataan yang terjadi saat  ini, kita bisa melihat sendiri bahwa hukum sudah tidak adil terhadap  masyarakat, dan banyak yang menguntungkan salah satu pihak hingga  merugikan pihak lain”katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat keadaan itu, ungkapnya maka  perlulah di buat apa yang dinamakan dengan terobosan hukum. Terobosan  ini merupakan terobosan yang baik bagi ketentuan hukum yang berkaitan  dengan kepentingan umum demi terciptanya kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam  sebuah negara, jika ingin mewujudkan Good Governance, haruslah  berpegang pada penegakan hukum yang bersih dengan mengutamakan  kepentingan negara demi terwujudnya masyarakat yang adil. Hukum yang  bersih merupakan hukum yang bisa berbuat adil dan tidak memihak terhadap  pelaku yang telah melakukan pelanggaran hukum. Hukum yang baik harus  dilakukan oleh para penegak hukum yang memiliki akhlak yang baik pula.  “Karena dengan ketentuan hukum yang baik, maka akan lahir  pejuang-pejuang hukum yang selalu berupaya untuk menegakkan kebenaran  dan keadilan”, tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.matabumi.com/hukum-korupsi/indonesia-butuh-terobosan-hukum"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-8737341455120368972?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/8737341455120368972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/indonesia-butuh-terobosan-hukum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/8737341455120368972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/8737341455120368972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/indonesia-butuh-terobosan-hukum.html' title='Indonesia Butuh Terobosan Hukum'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-5798727540160965017</id><published>2010-09-03T02:42:00.000+07:00</published><updated>2010-09-03T02:42:34.162+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Legenda Bandit Yang Menjadi Pahlawan Rakyat Jelata</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_8Byi61EI/AAAAAAAAAGc/QxZv3AxECf8/s1600/01.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_8Byi61EI/AAAAAAAAAGc/QxZv3AxECf8/s320/01.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kiprah Sembilan bandit ini begitu menggerkan di negaranya masing-masing. Salah satunya adalah Phoolan Devi, wanita asal India yang membatai 22 laki-laki dengan kejam untuk balas dendam atas perkosaan terhadap dirinya. Dikemudian hari, Phoolan Devi menjadi anggota parlemen India dan berjuang untuk menegakkan keadilan rakyat tertindas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah yg tak kalah dramatis adalah Pancho Villa dari Meksiko yang terkenal sebagai pembunuh, penyamun, kemudian menjadi tokoh revolusioner. Sayangnya, para bandit itu mati muda dengan cara mengenaskan. Salah satunya adalah Ishikawa Goemon, tokoh bandit dari Jepang, yg tewas direbus hidup-hidup setelah gagal dalam percobaan pembunuhan terhadap seorang berpengaruh di negeri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Phoolan Devi:&lt;/b&gt; Membunuh 22 orang laki-laki sebagai balas dendam atas perkosaan brutal yang dilakukan komplotan gank Thakur selama dua minggu sehingga membuat kondisinya mengenaskan dan berkali-kali pingsan saat diperkosa. Kekejaman kelompok ini membuat luka batin mendalam pada jiwa Phoolan Devi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia berhasil lolos dari sekapan gank sadis ini, dia pun berubah menjadi wanita bengis dan melakukan aneka kejahatan. Jalan hidup seseorang memang tak bisa ditebak. Takdir membawanya bertemu dengan beberapa orang yang memperkosa dirinya di masa lalu. Itulah awal terjadinya pembantaian berdarah yg menggerkan India.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Phoolan Devi pun menembak membabi buta 30 laki-laki atas nama balas dendam, 22 orang di antaranya tewas mengenaskan. Tapi tahukah anda di kemudian hari Phoolan Devi akhirnya menjadi anggota parlemen India yang dihormati dan dicintai rakyat. Kok bisa ya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini kisahnya: Phoolan Devil ahir tahun 1963 di sebelah utara India dari keluarga berkasta rendah dan miskin. Kemalangan-demi kemalangan hidup dialaminya sejak dia kecil hingga dewasa. Bayangkan, usia 11 tahun dia dinikahkan keluarganya dengan seorang laki-laki yang usianya tiga kali lipat. Tapi rumah tangganya berantakan, sang suami meninggalkannya, dan dia pun dibuang oleh keluarganya. Yang paling menyedihkan, dia berkali-kali diperkosa sekelompok lelaki tak bertanggung jawab. Itulah yang akhirnya membuat luka mendalam dalam jiwanya dan ia pun berubah menjadi pribadi yang jahat.Dia pun menjadi perampok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1979 dia dipenjarakan di Behmai, desa Thakur. Setiap malam selama dua minggu, gank Thakur datang memperkosa wanita ini secara bergilir sampai dia pingsan berkali kali. Akhirnya, Phoolan Devi berhasil melarikan diri dan kemudian membentuk kelompok sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika ia dan komplotannya merampok desa-desa di Behmai. Tapi peristiwa perampokan itu kemudian berubah menjadi ajang balas dendam bagi Phoolan Devi ketika ia mengenali dua di antara korbannya adalah orang yg melakukan perkosaan terhadap dirinya. Ia lantas menekan dua laki-laki ini untuk mengungkap siapa pimpinan gank Thakur, dengan ancaman akan menembak penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi upaya untuk mengungkap para pelaku pemerkosaan gagal, Phoolan Devi marah besar. Dengan kemarahan yang memuncak, dia pun menjejerkan para lelaki dan menembak mereka semua. Dengan tembakan membabi buta membuat 22 dari 30 laki-laki tewas mengenaskan. Kejadian itu dikenal sebagai peritiwa pembantaian masal St Valentine terbesar yang pernah dilakukan seorang penyamun sepanjang sejarah India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, polisi melakukan perburuan secara besar-besaran terhadap Phoolan Devi. Ribuan laki-laki serta helicopter dikerahkan untuk menangkap Phoolan Devi. Tapi wanita ini sungguh licin seperti belut, semua upaya itu tak berhasil. Akhirnya Phoolan Devi sendiri datang menyerahkan diri pada tahun 1983. Saat itu kesehatannya sudah memburuk, dan banyak anggota komplotannya telah tewas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Phoolan Devi dipenjara selama 11 tahun. Keluar dari penjara, popularitas Phoolan Devi justru terus menanjak, dia merupakan symbol perlawanan rakyat jelata terhadap ketidak adilan hidup. Ia pun terpilih menjadi anggota parlemen India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di parlemen, Phoolan Devi tampil sebagai pembela orang tertindas. Sosok Phoolan Devi dan pencapaian yg dilakukan, baik dari segi kejahatan maupun kebaikannya, mengilhami sineas India membuat film tentang kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 25 Juli, 2001, Phoolan Devi tewas tragis karena tembakan, saat dia akan mencapai pintu mobilnya yang diparkir di kediamannya di New Delhi. Sher Singh Rana mengakui pembunuhan, mengatakan dia menuntut bela atas kematian 22 Kshatriyas di Behmai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_9LdmGegI/AAAAAAAAAGk/ZdmMw1pFbKQ/s1600/02.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_9LdmGegI/AAAAAAAAAGk/ZdmMw1pFbKQ/s320/02.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Pancho Villa:&lt;/b&gt; Bandit yang menjadi pemimpin perlawanan rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancho Villa hidup di Meksiko 1878 – 1923. Sejarah mencatat Pancho Villa adalah seorang penyamun, pembunuh juga tokoh revolusioner yang membawa perubahan dalam kehidupan rakyat Meksiko. Dia pembela kaum tertindas yang hidup miskin, dia juga memprakarsai perbaikan dalam kehidupan agraris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun dia memiliki deretan catatan criminal, namun masyarakat mengingatnya sebagai seorang pahlawan rakyat. Tindakannya bak Robin Hood, di mana ia merampok para orang kaya dan kruptor-koruptor, kemudian hasilnya justru dia bagi-bagikan kepada masyarakat yg hidup dalam miskin. Itu sebabnya rakyat mencintainya, bahkan bersedia membantu juga menyembunyikannya saat dia dikejar-kejar pihak berwenang. Keterkenalannya, juga kelihaiannya ini menarik minat kelompok orang yg tengah merancang revolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun merekrut Pancho Villa dan menjadikannya pemimpin revolusi Meksiko. Namun selama puluhan tahun sejak kematiannya, pemerintah Meksiko menolak memberinya gelar pahlawan nasional seperti dikehendaki kebanyakan orang. Tapi hari ini peringatan akan Pancho Villa dan pembelaannya terhadap rakyat miskin dirayakan orang Meksiko di seluruh dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ngobrolaja.com/showthread.php?t=75791"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-5798727540160965017?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/5798727540160965017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/legenda-bandit-yang-menjadi-pahlawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/5798727540160965017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/5798727540160965017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/legenda-bandit-yang-menjadi-pahlawan.html' title='Legenda Bandit Yang Menjadi Pahlawan Rakyat Jelata'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_8Byi61EI/AAAAAAAAAGc/QxZv3AxECf8/s72-c/01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-954188534868818944</id><published>2010-09-03T02:18:00.000+07:00</published><updated>2010-09-03T02:18:07.278+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kisah Gadis Kecil Penjual Bunga</title><content type='html'>Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya. ”Om beli bunga Om.” ”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya. ”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.” Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyelesaikan istirahat siangnya, si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya. ”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercampur antara jengkel dan kasihan si pemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya. ”Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil. Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung. ”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?” Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab, ”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaranberharga hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rashers02.blogspot.com/2010/07/kisah-gadis-kecil-penjual-bunga.html"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-954188534868818944?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/954188534868818944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/kisah-gadis-kecil-penjual-bunga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/954188534868818944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/954188534868818944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/kisah-gadis-kecil-penjual-bunga.html' title='Kisah Gadis Kecil Penjual Bunga'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-3998050018971331153</id><published>2010-09-03T02:11:00.000+07:00</published><updated>2010-09-03T02:11:55.304+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Usaha'/><title type='text'>Tembakau Nikmat di Lereng Sindoro Sumbing</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_2VaddzTI/AAAAAAAAAGU/zgmVhqDFdWY/s1600/tembakau-desa-dlm.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_2VaddzTI/AAAAAAAAAGU/zgmVhqDFdWY/s320/tembakau-desa-dlm.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah dikenal sebagai daerah penghasil tembakau. Dari lereng pegunungan Sumbing dan Sindoro itu, tumbuh tembakau-tembakau terbaik untuk industri rokok kretek di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hawa sejuk pegunungan, budidaya tembakau menjadi penggerak roda ekonomi Temanggung. Ada ribuan petani yang hidup dari tanaman itu. Ada buruh pemelihara tanaman, buruh petik, buruh angkut, buruh rajang, pembuat keranjang hingga para grader atau juragan tembakau yang jadi pemasok pabrikan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun menurut beberapa orang petani di Temanggung, bisnis tembakau itu gampang-gampang susah. Ancaman dan musuh utamanya adalah cuaca buruk atau hujan turun terus menerus menjelang panen. Sebab tanaman tembakau hanya bisa hidup jika musim kemarau dan tidak tahan air. Bila hujan turun, rusaklah daun tembakau yang siap panen itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bulan Agustus seharusnya sudah musim panas dan masa awal panenan, tapi nyatanya masih turun hujan. Cuaca ekstrem seperti ini yang jadi momok bagi petani," ungkap Subakir (45) salah seorang petani tembakau di Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (31/8/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, cuaca ekstrem seperti saat ini pernah terjadi pada tahun 2005 yang mengakibatkan petani banyak mengalami kerugian. Pada tahun 2005 hujan turun terus menerus sepanjang bulan Juli hingga September. Akibatnya rajangan tidak kering secara sempurna atau maksimal. Para petani berharap selama dua hari ke depan atau memasuki mangsa ketelu (ketiga-red) berdasarkan perhitungan Jawa adalah musim panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau cuaca panas terus ya untung, tapi kalau turun hujan ya buntung (rugi-red). Ancaman gagal panen itu bisa 50 persen bila cuaca buruk. Kita berharap bisa lebaran nanti," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subakir mengatakan penanaman dimulai dengan mengolah tanah atau kebun yang sebelumnya ditanami palawija, cabe ataupun bawang merah. Sedang varietas tembakau yang ditanam adalah jenis Kemloko 1 dan 2 yang paling cocok di wilayah itu. Meski ada juga varietas lain seperti varietas Boyolali, Bligon, Kenanga dan Grompol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang paling cocok adalah Kemloko 1 dan 2," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para petani menginvestasikan puluhan juta rupiah untuk penanaman tembakau. Satu hektar kebun tembakau butuh dana sekitar Rp 40 juta-50 juta. Dana sebesar itu dibutuhkan untuk biaya pengolahan lahan, pemeliharaan seperti pupuk, hingga panenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Satu hektar bisa menghasilkan sekitar 8 kuintal tembakau kering. Untuk panenan awal ini tembakau masih dengan grade/kualitas A-C dengan harga jual berkisar Rp 50 ribu-100 ribu/kg," kata Subakir yang juga Kepala Desa Legoksari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang untuk itu biasanya diambil dari tabungan yang berwujud perhiasan emas. Tidak banyak petani yang menyimpan uangnya di bank dengan alasan terlalu merepotkan. Petani akan ke bank bila menerima pembayaran hasil penjualan tembakau dalam bentuk uang cek. Saat akan menanam, harta benda berupa emas itu dijual. Mereka akan membeli emas kembali bila hasil panenan untung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Agus Parmuji salah satu anggota Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) menambahkan budidaya tembakau telah menggerakkan roda perekonomian di Temanggung dan sekitarnya. Keuntungan dari bisnis ini tidak hanya dinikmati oleh para petani, grader dan juragan pemasok tembakau ke pabrikan saja. Warga kabupaten di sekitar Temanggung juga turut menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ada yang menjadi buruh petik, buruh angkut hingga tukang sortir/pilih daun tembakau sebelum dirajang. Adalagi pengrajin keranjang tembakau yang terbuat dari bambu dan pelepah daun pisang. Satu keranjang tembakau dijual Rp 60 ribu. Rata-rata setiap desa membutuhkan 4 ribu-5 ribu keranjang selama musim panen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sedangkan yang ngerayat atau bekerja sebagai buruh di rumah saya ini sebagian besar adalah orang dari Wonosobo dan Banjarnegara," ungkap Agus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, mereka baik laki-laki maupun perempuan dewasa sengaja datang menjadi buruh setiap musim panen tembakau tiba. Mereka akan bekerja selama hampir 2 bulan di rumah milik para petani. Setiap rumah ada 2-4 orang buruh baik menjadi buruh petik, rajang dan angkut. Upah yang diterimanya berkisar Rp 30 ribu/hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makan tiga kali sehari kita yang nanggung. Tempat untuk tidur sudah kita siapkan. Menu makanan juga sama. Kalau keluarga kami makan untuk sahur dan buka dengan nasi jagung, menu mereka juga sama. Nggak ada yang beda," kata Agus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bgs/fay) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://us.detiknews.com/read/2010/08/31/115637/1431834/159/tembakau-nikmat-di-lereng-sindoro-sumbing"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-3998050018971331153?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/3998050018971331153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/tembakau-nikmat-di-lereng-sindoro.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/3998050018971331153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/3998050018971331153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/tembakau-nikmat-di-lereng-sindoro.html' title='Tembakau Nikmat di Lereng Sindoro Sumbing'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_2VaddzTI/AAAAAAAAAGU/zgmVhqDFdWY/s72-c/tembakau-desa-dlm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-1164353598182578904</id><published>2010-09-03T01:58:00.003+07:00</published><updated>2010-09-03T02:02:35.818+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Usaha'/><title type='text'>Budidaya dan Pengolahan Belut</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_xWJ_5TLI/AAAAAAAAAF0/U9T04TN1uYQ/s1600/belut_071122_a1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_xWJ_5TLI/AAAAAAAAAF0/U9T04TN1uYQ/s320/belut_071122_a1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;indosiar.com&lt;/b&gt; - Belut merupakan ikan konsumsi air tawar yang banyak digemari. Hampir lima puluh persen dari kandungan tubuhnya mengandung protein hewani yang sangat baik untuk kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain di konsumsi sebagai menu makanan, belut juga kerap diolah menjadi berbagai jenis makanan ringan yang lezat. Bahkan kini juga diolah menjadi obat penambah vitalitas, dan penambah protein pada bubur bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_x25rF9sI/AAAAAAAAAF8/QHLLPUQOxgE/s1600/belut_071122_a3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_x25rF9sI/AAAAAAAAAF8/QHLLPUQOxgE/s320/belut_071122_a3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Salah satu lokasi budidaya dan pengolahan belut terdapat di kawasan Sukaraja, Sukabumi, Jawa Barat. Pengelolanya hajah komalasari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kota Sukabumi lokasinya dapat ditempuh ke arah timur menuju kota Cianjur selama lima belas menit perjalanan. Budidaya belut sebenarnya tidak sulit dan biayanya tidak mahal. Para pemilik lahan sempit juga dapat mengembangbiakkan belut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_yPOZ8JvI/AAAAAAAAAGE/_SlbJTEqIJs/s1600/belut_071122_a6.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_yPOZ8JvI/AAAAAAAAAGE/_SlbJTEqIJs/s320/belut_071122_a6.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kolam pemeliharaannya diberi lumpur, nutrisi, bahan organik, pupuk kandang dan jerami. Pembuatan kolam dapat dibedakan berdasarkan fungsinya. Diantaranya kolam untuk penampungan induk. Kolam pemijahan. Kolam pendederan dan kolam pembesaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belut secara alami memiliki masa kawin selama musim hujan 3 sampai 4 bulan. Hewan ini memakan segala jenis binatang kecil di air. Seperti ikan kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk usaha pembesaran, belut sudah dapat di panen setelah berumur tiga hingga empat bulan. Belut untuk pasar lokal ukurannya sedang, dengan umur tiga hingga empat bulan. Sedangkan untuk pasaran ekspor, ukurannya lebih besar dengan umur 6 sampai 7 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belut juga diolah menjadi berbagai jenis makanan ringan. Diantaranya deng deng belut, goreng tepung. Maupun abon belut. Ada juga yang diracik menjadi pil belut dan jamu belut sebagi obat penambah vitalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha budidaya dan pengolahan belut cukup menguntungkan. Harga belut di pedagang penampungan berkisar antara dua puluh ribu rupiah hingga dua puluh lima ribu rupiah per kilogramnya. Sedangkan harga beli dari petani bervariasi mulai dari sepuluh ribu hingga lima belas ribu per kilogramnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk makanan olahan dari belut, dijual seharga seratus ribu rupiah perkilogram.&lt;br /&gt;Makanan olahan dari belut ini dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia. Bahkan juga ada pesanan dari Arab Saudi dan Hongkong. (Helmi Azahari/Sup)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-1164353598182578904?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/1164353598182578904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/budidaya-dan-pengolahan-belut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/1164353598182578904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/1164353598182578904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/budidaya-dan-pengolahan-belut.html' title='Budidaya dan Pengolahan Belut'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_xWJ_5TLI/AAAAAAAAAF0/U9T04TN1uYQ/s72-c/belut_071122_a1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-5823142851049138215</id><published>2010-09-03T01:26:00.001+07:00</published><updated>2010-09-07T00:32:00.458+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Usaha'/><title type='text'>Dendeng Tokek, Primadona Bisnis Probolinggo</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_q993xAOI/AAAAAAAAAFc/emVCNk_6jwk/s1600/a_060222_tokek02.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="165" src="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_q993xAOI/AAAAAAAAAFc/emVCNk_6jwk/s200/a_060222_tokek02.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_rWWgoo7I/AAAAAAAAAFs/A717UM1g_q8/s1600/a_060222_tokek11.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="177" src="http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_rWWgoo7I/AAAAAAAAAFs/A717UM1g_q8/s200/a_060222_tokek11.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_rKY_kNiI/AAAAAAAAAFk/HqlC-Sqdd2k/s1600/a_060222_tokek07.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="169" src="http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_rKY_kNiI/AAAAAAAAAFk/HqlC-Sqdd2k/s200/a_060222_tokek07.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Masyarakat Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sejak tahun 70, telah akrab dengan tokek. Seperti kesibukan sehari-hari yang terlihat di rumah Pak Haji Budi Prabudi. Di tempat ini, binatang mirip cicak berukuran agak besar, diolah menjadi bahan makanan kering atau dendeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis pengolahan tokek ini, ternyata mendatangkan keuntungan menggiurkan. Saat bisnis ini pertama kali ditekuni masyarakat setempat, tingkat konsumsinya memang tidak terlalu besar. Sejak awal, dendeng tokek diproduksi memang bukan untuk konsumsi sehari-hari, namun untuk alternatif pengobatan. Waktu itu hanya untuk memenuhi pasar Jakarta. Pak Haji sendiri baru memulai bisnis ini tahun 1998, dan pesanan diperolehnya secara kebetulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibilang menjalankan bisnis pengolahan dendeng tokek ini tidak butuh modal besar. Tokek dicari di lingkungan tempat tinggal mereka. Proses pengolahan tokek menjadi makanan kering, tak terlalu rumit. Tokek-tokek yang telah dimatikan ini, tubuhnya dibelah dan seluruh isinya dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang tidak terbiasa bergaul dengan tokek, akan merasa geli. Kulit tubuhnya bersisik dan terdapat totol-totol berwarna ungu. Namun bagi kebanyakan masyarakat Gending Leces, menguliti tokek menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokek yang telah bersih dan dibentuk mirip sayap ini, lalu dimasukkan ke dalam oven. Panas oven harus merata, agar tokek tidak mentah dan juga tidak terlalu matang. Tokek dipanggang dalam oven selama 2 hari dua malam dengan suhu 60 derajat celcius.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tokek yang telah menjadi dendeng ini, siap dikemas. Harga jualnya perekor 1500 rupiah. Untuk pasar dalam negeri, dendeng tokek dijual dalam keadaan tanpa kepala dan kaki. Sedangkan untuk pasar luar negeri, dikemas utuh berikut kepala dan kaki. Kemasan untuk ekspor memang harus diperlakukan ekstra hati-hati dan serapi mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dendeng tokek dalam kemasan ini bisa tahan selama seminggu. Agar lebih awet, dapat disimpan di lemari pendingin. Untuk pasaran ekspor sedikitnya membutuhkan 60 ribu ekor tokek, sekali pengiriman. Kemasan-kemasan dendeng tokek ini selanjutnya diekspor ke sejumlah negara seperti Singapura, Taiwan, Cina, Hongkong, Jepang dan Korea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dendeng tokek bisa langsung dikonsumsi, tanpa harus diolah lagi. Bahkan masyarakat sekitar Gending Leces, biasa mengkonsumsi tokek dalam keadaan mentah. Tokek diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit kulit mulai dari jerawat hingga eksim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bertani, masyarakat Gending Leces juga punya pekerjaan lain. Sebagai pemburu tokek. Ada yang sepenuhnya sebagai pemburu tokek, sebagian ada pula yang menjadikan pekerjaan berburu tokek sebagai pekerjaan sampingan sembari bertani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah cara mereka berburu tokek. Biasanya terbagi dalam kelompok beranggotakan 8 hingga 10 orang. Perburuan tokek dimulai menjelang malam. Persiapannya tak terlalu rumit. Hanya berbekal lampu sorot, keranjang dan galah dengan pengkait diujungnya. Dengan bersepeda, mereka akan menempuh jarak puluhan kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula kelompok yang memilih berburu tokek dengan berjalan kaki. Dari desa ke desa. Dari hutan ke hutan dan mereka baru pulang saat subuh menjelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokek, yang menjadi primadona bisnis di Probolinggo, sangat mudah didapat. Bahkan hampir diseluruh wilayah Indonesia, tokek bisa dijumpai. Tokek hidup dan berkembang biak di hutan jati, pemakaman dan rumah-rumah penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya tokek akan berkeliaran pada malam hari, saat musim kemarau dan terang bulan. Namun disaat musim hujan, tak banyak tokek yang berkeliaran. Memang agak sulit mengenali tokek di kegelapan malam. Harus teliti dan waspada. Karena mendengar suara berisik sedikitpun, tokek akan kabur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangkapnya tak terlalu sulit, karena jika terpapar cahaya tokek tidak akan kabur. Meski begitu, harus tetap hati-hati. Binatang melata ini selain suka menggigit, ditenggarai juga memiliki racun dikepalanya, namun tak seganas bisa ular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suparman, Sumarto da anggota kelompok lainnya, malam itu cukup beruntung. Di lokasi pemakaman yang tak jauh dari tempat tinggal, mereka berhasil menangkap sedikitnya 20 ekor tokek per-orang. Namun disaat musim kemarau, masing-masing bisa menangkap minimal 50 ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak selamanya berburu tokek di hutan jati, pemakaman atau rumah penduduk membawa keberuntungan. Para pemburu tokek ini pernah punya pengalaman pahit, disangka pencuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, mereka menyetor tokek-tokek ini kerumah pengusaha dendeng tokek. Per-ekor dihargai Rp 1100. Dirumah Pak Haji Budi, tokek-tokek ini tak langsung diolah menjadi dendeng. Namun dipilah-pilah, jantan betina. Ukuran tubuhnya pun diperhatikan betul, agar memenuhi standar mutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan tokek jantan, anakan tokek betina akan dibiakkan lebih dulu hingga dewasa, dalam kandang penangkaran. Makanan mereka, belatung dan lalat. Butuh waktu 2 atau 3 bulan, tokek ini akan bertelur minimal 20 butir sekali bertelur. Setelah bertelur, tokek betina dewasa bisa langsung diolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya penangkaran ini dilakukan Pak Haji, mengingat kebutuhan pasar ekspor kadang tidak dapat dipenuhi karena langkanya tokek. Dalam setahun, Pak Haji minimal 4 hingga 5 kali, masing-masing sebanyak 60 ribu ekor dendeng tokek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha penangkaran memang baru dijalankan Pak Haji setahun belakangan ini, karena permintaan ekspor yang terus melonjak. Tampaknya perlu sentuhan tangan pemilik modal, siapa tahu sang primadona bisnis masyarakat Gending Leces, Probolinggo, Jawa Timur ini, bisa berkembang pesat.(Idh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.indosiar.com/ragam/49185/dendeng-tokek-primadona-bisnis-probolinggo"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-5823142851049138215?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/5823142851049138215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/dendeng-tokek-primadona-bisnis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/5823142851049138215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/5823142851049138215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/dendeng-tokek-primadona-bisnis.html' title='Dendeng Tokek, Primadona Bisnis Probolinggo'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_q993xAOI/AAAAAAAAAFc/emVCNk_6jwk/s72-c/a_060222_tokek02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-883097294356985672</id><published>2010-09-03T00:15:00.000+07:00</published><updated>2010-09-03T00:15:09.850+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Usaha'/><title type='text'>Penangkaran Ikan Nemo</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_acYon8GI/AAAAAAAAAFU/inI3Tw6EbD4/s1600/1748122620X310.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_acYon8GI/AAAAAAAAAFU/inI3Tw6EbD4/s320/1748122620X310.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ikan badut (clown fish) atau biasa disebut ikan "Nemo", sesuai karakter di film kartunnya, adalah salah satu jenis ikan hias yang digemari saat ini. Sayangnya, sebagian besar ikan itu berasal dari penangkapan di laut sehingga berpotensi punah jika diambil berlebihan sesuai permintaan pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, Anda tak perlu khawatir dan merasa bersalah jika ingin memeliharanya. Ikan berwarna dasar oranye itu kini sudah berhasil ditangkarkan. Jadi, untuk mendapatkannya, Anda tidak harus selamanya memiliki ikan Nemo hasil penangkapan di alam. Budi daya merupakan salah satu jalan keluar mengantisipasi hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Belum banyak orang atau lembaga yang bisa menangkarkannya. Salah satu lembaga yang bisa adalah Balai Besar Riset Perikanan dan Budidaya Laut (BBRPBL) Kementerian Kelautan dan Perikanan di Gondol, Buleleng, Bali. "Ada dua jenis clown fish yang berhasil dikembangkan bibitnya di sini. Salah satunya dengan garis hitam yang di pasar lebih mahal harganya. Satunya lagi yang tanpa garis hitam," kata Dr Nyoman Adiasmara Giri, Kepala Balai, di tempat pembenihan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nemo yang bergaris hitam punya nama ilmiah Amphyprion percula. Adapun yang tidak bergaris hitam punya nama ilmiah Amphyprion ocellaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, dalamupaya pembenihan tersebut, pihaknya juga menggandeng pihak swasta CV Dinar di Gilimanuk yang bergerak dalam usaha pembesaran dan pengeksporan ikan badut. Perusahaan tersebut awalnya sebagai penyedia indukan untuk penelitian. Namun, mereka kini juga dapat melakukan pembenihan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam setahun, satu pasang indukan Nemo dapat menghasilkan bibit sekitar 50.000 ekor. Tingkat keberhasilan pembenihannya bisa dikatakan ekonomis," kata Dr Gede Suwarthama Sumiarsa, peneliti perikanan di balai tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan riset untuk meningkatkan kualitas benih dan efektivitas produksi pakannya. Hasil penelitian ini akan disebarkan kepada masyarakat. Balai penelitian tersebut juga mengembangkan model usaha perikanan yang cocok untuk usaha kecil atau untuk skala industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan Nemo biasanya dieskpor sebagai ikan hias ke Singapura, AS, dan Hongkong. Nah, kalau sudah ada ikan Nemo hasil budi daya, maka untuk memilikinya kita tak perlu tergantung pada hasil tangkapan di laut, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sains.kompas.com/read/2010/07/22/17484633/Ikan.Nemo.Berhasil.Ditangkarkan.Lho..."&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-883097294356985672?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/883097294356985672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/penangkaran-ikan-nemo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/883097294356985672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/883097294356985672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/penangkaran-ikan-nemo.html' title='Penangkaran Ikan Nemo'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH_acYon8GI/AAAAAAAAAFU/inI3Tw6EbD4/s72-c/1748122620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-7737933610175689915</id><published>2010-09-02T03:42:00.003+07:00</published><updated>2010-09-03T00:08:50.840+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Paradox Pengangguran</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH65n-GTGuI/AAAAAAAAAEs/X1_q-ckvf2Q/s1600/cgon155l.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH65n-GTGuI/AAAAAAAAAEs/X1_q-ckvf2Q/s320/cgon155l.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Oleh Reza A.A Wattimena&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu masalah pokok yang dihadapi oleh banyak negara sekarang ini adalah masalah pengangguran. Jumlah penduduk yang siap kerja jauh melampaui kesempatan kerja yang tersedia. Akibatnya, banyak orang yang tidak bekerja. Mereka menjadi pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, pengangguran tidak pernah dilihat sebagai masalah pada dirinya sendiri. Pengangguran dianggap sebagai suatu masalah, karena hal ini akan menciptakan masalah-masalah lainnya, seperti kemiskinan, meningkatnya kriminalitas, dan sebagainya. Dengan kata lain, pengangguran tidak pernah dilihat sebagai problem pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Pada dirinya sendiri, pengangguran sebenarnya adalah sebuah paradoks: orang tidak bekerja, tetapi pikirannya dipenuhi dengan pekerjaan, tepatnya keinginan untuk mendapatkan pekerjaan. Olah fisik dan mental untuk mendapatkan pekerjaan sebenarnya adalah sebuah pekerjaan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan common sense: pengacara (pengangguran banyak acara) menunjukkan secara persis sisi paradoks dari pengangguran. Di dalam waktu luang seorang pengangguran, pikirannya dipenuhi dengan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, di dalam kesibukan bekerja, pikirannya dibuat rileks oleh rutinitas dan dateline, yang membuat ia selalu merasa aktif, berguna, dan dijauhkan dari pikiran-pikiran krisis, seperti kecenderungan bunuh diri, kecemasan eksistensial, krisis self image, dan kebosanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Krisis Self-Image&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dirinya sendiri, pengangguran adalah suatu momen krisis, yakni ketika situasi yang lama (bekerja) sudah berakhir, tetapi situasi yang baru (bekerja di tempat lain) belum juga muncul. Inilah yang disebut Thomas Kuhn sebagai krisis paradigma, yakni ketika paradigma yang lama sudah berlalu, namun paradigma yang baru belum juga bertumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momen krisis ini berada di beberapa level, seperti level ekonomi (orang penggangguran biasanya hidup dari pesangon yang tidak seberapa besar), level sosial (status pekerjaan yang tidak jelas membuatnya terancam di dalam lingkungan sosial), dan level eksistensial (krisis persepsi diri: orang menjadi bingung, siapa dia sebenarnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level pertama dan level kedua, yakni level sosial dan ekonomi, adalah akibat sampingan dari pengangguran. Akan tetapi, pengangguran pada dirinya sendiri sebenarnya bukanlah soal sosial ataupun ekonomi, tetapi soal eksistensial: soal keberadaan manusia mengarungi hidupnya di dalam dunia yang fana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis yang utama, ketika orang memasuki status sebagai pengangguran adalah krisis akan self-image, yakni krisis identitas. Krisis ini terkait dengan pertanyaan yang sederhana namun sulit dijawab, siapa saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang bekerja sebagai montir, pada waktu malam sebelum ia tidur, ia akan mampu menjawab pertanyaan itu dengan tegas: saya montir. Ketika orang bekerja sebagai guru, ia akan menjawab pertanyaan tersebut: saya guru. Namun, apa yang akan dijawab seseorang, ketika ia pengangguran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, ia bisa menjawab dengan mengajukan identitas lainnya, seperti saya orang Jawa, saya seorang ayah, tetapi jawaban itu pun tidak pernah memuaskan. Selalu saja ada yang tidak cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kerja menjadi begitu penting? Apakah itu soal uang? Mungkin jawabannya ya. Akan tetapi, saya yakin, kerja itu bukan hanya soal uang, tetapi soal kepuasan yang mencakup pula soal kepercayaan, pengakuan, dan kebanggaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hegel dan Kerja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G.W.F Hegel, seorang filsuf Jerman, pernah menyatakan, bahwa kerja membuat manusia mengaktualisasikan dirinya ke level yang paling maksimal. Melalui kerjalah manusia menemukan keutuhan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bekerja, manusia merasa bahagia. Dengan bekerja, tidak hanya kebutuhan ekonomi dan sosialnyalah yang terpenuhi, tetapi kebutuhan eksistensialnya. Ia bisa tidur dengan tenang, setelah menjawab pertanyaan, siapa saya?…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hegel bisa dibilang terlalu romantis. Ia hidup pada masa, di mana orang bisa merasakan hasil kerjanya langsung. Artinya, setiap orang adalah pemilik modal yang bisa melihat bagaimana modalnya berkembang. Tidak ada yang menjadi buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pelukis melukis, dan kemudian melihat hasil karyanya. Hasil karyanya dibeli oleh orang lain, dan uang hasil penjualan tersebut dipakainya untuk bertahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang petani bisa melihat bagaimana pertaniannya panen. Ia lalu menjual hasil panenannya. Uang hasil penjualan lalu digunakan untuk membeli kebutuhan-kebutuhan dasar lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, setiap orang puas. Ia bekerja, melihat hasil kerjanya, dan menikmati hasil kerjanya tersebut. Akan tetapi, apakah keadaan sekarang masih seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kerja dan Keterasingan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikatakan oleh Hegel dibantah oleh Marx. Menurut Marx, di dalam masyarakat kapitalis, kerja bukanlah tanda aktualisasi diri, tetapi tanda keterasingan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia menjadi terasing, karena ia tidak pernah menikmati hasil kerjanya sendiri. Ia bekerja untuk orang lain. Ia bekerja keras, tetapi orang lainlah yang kaya. Orang lain itu adalah pemilik modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang jadi tidak mengenali dirinya sendiri, yang tercermin di dalam hasil kerjanya, karena hasil kerjanya langsung menjadi milik orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bekerja di pertanian orang lain. Ketika panen, panen tersebut bukan milik saya, tetapi milik bos saya, yakni si pemilik pertanian yang tidak pernah bekerja sehari-harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mengenali hasil kerja saya, karena hasil kerja saya langsung diambil oleh bos saya. Saya mendapatkan uang dari kerja saya, tetapi uang itu pun bukan hasil dari kerja saya langsung, melainkan gaji dari bos saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi semacam inilah yang menciptakan keterasingan bagi para pekerja. Mereka tidak mengenali diri mereka lagi, sama seperti mereka tidak lagi mengenali hasil kerja mereka. Kerja pun menjadi sumber ketidakbahagiaan dan kecemasan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini, kita menemukan dilema kerja: ketika bekerja orang merasa tidak bahagia, karena ia merasa terasing. Ketika ia menganggur, ia menjadi tidak bahagia, karena ia mengalami krisis eksistensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadinya, orang dihadapkan pada buah simalakama: maju nyebur ke lautan api, mundur jatuh ke jurang. Pilih mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Being-Having&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan semakin mencekam, ketika di dalam masyarakat modern kapitalis sekarang ini, orang menyamakan begitu saja hakekat manusia dengan kepunyaannya. Dalam kosa kata filsuf Perancis Gabriel Marcell, being seseorang disamakan dengan having-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah apa yang saya punya, itulah pandangan yang dianut banyak orang sekarang ini. Jika saya punya rumah, mobil, dan tabungan, maka itulah saya: sang pemilik rumah, pemilik mobil, dan pemilik tabungan. Tidak kurang dan tidak lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara berpikir semacam ini tidak hanya berada di level orang yang satu memandang orang lainnya, tetapi juga cara kita memandang diri kita sendiri. Kita merasa tidak berguna, ketika kita tidak punya rumah, mobil, dan tabungan. Tanpa rumah, mobil, dan tabungan, saya bukanlah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara berpikir semacam inilah yang merusak, yang juga membuat situasi para pengangguran menjadi lebih menyakitkan. Di satu sisi, ia kehilangan konsep tentang dirinya sendiri. Di sisi lain, ia merasa tidak berguna, karena hampir semua miliknya terancam hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, pengangguran pada dirinya sendiri bukanlah sebuah masalah sosial, tetapi sebuah masalah eksistensial yang terkait erat dengan keberadaan (eksistensi) seseorang. Tidak heran, banyak orang bunuh diri, karena menjadi pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kecemasan Eksistensial&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sebenarnya yang dimaksud dengan kecemasan eksistensial? Apa bedanya dengan kecemasan-kecemasan lainnya, yang tidak eksistensial?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda khawatir anak anda belum pulang, padahal hari sudah malam, itu bukanlah kecemasan eksistensial. Ketika anda hendak bepergian dan cuaca mendung, dan anda takut akan kehujanan, itu juga bukanlah kecemasan eksistensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecemasan berbeda dengan ketakutan. Obyek dari ketakutan jelas: takut pada anjing, takut pada kegelapan, dan sebagainya. Sementara, obyek dari kecemasan itu abstrak. Orang cemas, karena ia takut pada apa yang akan terjadi di depan. Padahal, tidak ada orang yang bisa meramal masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecemasan eksistensial juga sama, yakni obyeknya abstrak, yakni tentang keberadaan manusia itu sendiri. Orang mengalami kecemasan eksistensial, jika ia mempertanyakan segala sesuatu yang ia yakini sebelumnya di dalam hidupnya secara radikal. Biasanya, momen kecemasan eksistensial terjadi, ketika kita sedang mengalami krisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, anda tidak jadi menikah, karena calon istri anda selingkuh. Akibat peristiwa yang menyakitkan ini, anda jadi bertanya: apakah saya ditakdirkan untuk menikah? Apakah ada wanita yang bisa sungguh memahami saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda di PHK secara tidak adil, anda akan bertanya? Bisakah saya hidup setelah ini? Apakah saya masih punya kesempatan untuk bekerja di tempat lain? Bagaimana dengan masa depan istri dan anak-anak saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kecemasan eksistensial. Kecemasan yang terkait erat dengan seluruh keberadaan manusia. Inilah kecemasan paling parah yang diderita oleh banyak orang pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Martin Heidegger, seorang filsuf Jerman, pernah menulis, bahwa kecemasan eksistensial memiliki dampak positif. Dengan mengalami kecemasan eksistensial, orang menjadi terbuka terhadap realitas. Ia terbuka pada “Ada“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengalami kecemasan eksistensial, orang menjadi bercermin, dan melihat dirinya sendiri. Ia berhenti menjadi bagian dari masyarakat, dan menjadi otentik secara individual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, tidak sembarang orang bisa melakukan ini. Banyak orang yang hancur secara emosional, ketika ia mengalami kecemasan eksistensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibutuhkan suatu pandangan yang jernih dan hati yang tegar untuk mencari sisi positif dari kecemasan eksistensial. Dan memang, tidak semua orang memiliki kemampuan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Belajar Hidup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana? Jika masalah utama dari orang pengangguran adalah masalah eksistensial, maka solusi utamanya juga harus berada di level eksistensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, kita harus memperjuangkan berdirinya sebuah sistem, yang sungguh menghargai martabat manusia, apapun status sosialnya di dalam masyarakat. Kita juga harus memperjuangkan berdirinya sebuah sistem, yang tidak begitu mudah merendahkan manusia di dalam pekerjaannya, seperti PHK misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, itu semua masih jauh dari realitas di Indonesia. Bangsa kita belum bisa berpikir dan bertindak ke arah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Richard Rorty, seorang filsuf Amerika, memberikan kita beberapa saran. Bagi dia, kehidupan manusia ditandai dengan satu hal, yakni kontingensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, kehidupan manusia itu tidak pernah pasti. Segala sesuatu berubah, dan perubahan itu tidak memiliki arah yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hakekat dari kehidupan adalah kontingensi, maka kita pun harus menyingkapi kehidupan ini dengan sikap yang kontingen pula. Jika hidup ini penuh dengan ketidakpastian, maka kita harus menyingkapinya juga dengan ketidakpastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dipadatkan, argumen itu akan berbunyi seperti ini: belajarlah untuk hidup di dalam tegangan ketidakpastian, karena memang hakekat dari hidup ini adalah ketidakpastian! Belajarlah untuk selalu hidup di dalam suasana naik-turun, karena hidup ini memang naik-turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lincah bermain di antara ketidakpastian, kita akan menjadi terbuka pada realitas. Kita tidak lagi terikat pada apa yang kita punya, tetapi menjadi dinamis dan kontingen, sama seperti realitas itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menjadi terbuka pada ketidakpastian realitas, kita bisa melampaui paradoks pengangguran. Dengan terbuka pada realitas, siapa tahu, kita akhirnya bisa merasa bahagia.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rezaantonius.wordpress.com/2008/09/24/paradoks-pengangguran/"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-7737933610175689915?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/7737933610175689915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/oleh-reza.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/7737933610175689915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/7737933610175689915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/09/oleh-reza.html' title='Paradox Pengangguran'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TH65n-GTGuI/AAAAAAAAAEs/X1_q-ckvf2Q/s72-c/cgon155l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-544762147905758641</id><published>2010-08-28T10:00:00.002+07:00</published><updated>2010-09-03T00:07:47.218+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Solusi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>10 Penyebab Diri Anda Tidak Beruntung</title><content type='html'>Jika Anda kerap merasa sebagai orang yang tak beruntung, yang sebenarnya bisa jadi sebagian besar itu semua Anda sendiri yang menciptakannya. Coba cermati 10 hal penyebab sial di bawah ini, jika ternyata Anda melakukan kesalahan-kesalahan di bawah ini, maka sudah selayaknya pemikiran dan keyakinan Anda perlu diubah lagi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Tak punya selera humor &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda tipe orang yang menanggapi segala hal secara serius, maka Anda masuk daftar pertama ini. Mulailah belajar tertawa. Tawa adalah obat paling ampuh dalam segala hal. Jika Anda tak dapat menjadikan permasalahan yang Anda hadapi sebagai lelucon, malah sebaliknya mengeluh panjang lebar tentang masalah tersebut, bisa jadi masalah ini sebenarnya tak seburuk yang Anda pikirkan. Sekali Anda buktikan, maka sepanjang hidup semua masalah tak seburuk yang Anda kira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Menyalahkan pihak lain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Anda begitu mudah patah? Bukan berarti mengatakan orang lain tak bersalah, tapi saat menunjuk pada hal itu, Anda akhirnya malah mengubah uang Anda sendiri. Sekali lagi, berhentilah merasa menyesali diri dan berhentilah mengeluh. Jika usaha yang Anda lakukan tak membawa hasil seperti yang diharapkan, maka lakukan hal yang berbeda. Jadi orang yang berbeda sesekali, bisa jadi hal bagus buat diri Anda. Ingat, mulailah dengan berhenti mengeluh, dan berdamailah dengan segala keadaan yang Anda hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Tak bahagia dengan diri sendiri saat melihatnya di kaca&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa bisa begitu? Dengan standard siapa Anda membandingkan diri sendiri? Anda sendiri atau orang lain? Yang Sebenarnya, Anda bisa menemukan sesuatu dalam diri sendiri yang membuat Anda bahagia, atau melakukan perubahan. Lakukan keduanya jika Anda mau. Tak seorangpun di dunia ini yang dapat menghentikan Anda berpikir bahwa Anda menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Tak punya harapan atau stuck&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorangpun yang dapat membuat Anda merasa lebih baik selain diri Anda sendiri. Anda tak bisa mengharapkan dunia berubah untuk Anda sebelum Anda mengubah diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Bertindak lebih dari kemampuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan ini membuat Anda jadi tumpul, dan khususnya tak berarti 'Semua pekerjaan dan tak ada permainan.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Khawatir berlebihan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin Anda khawatir, semakin kurang keyakinan Anda kalau segala sesuatunya akan berjalan dengan baik. Bagaimana Anda dapat mengharapkan mendapat tempat dalam kehidupan jika Anda tak punya keyakinan atau rasa percaya diri? Biarkan semua berjalan apa adanya. Rileks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Iri dengan keberuntungan orang lain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan pun Anda mendengar orang lain mendapat keberuntungan Anda selalu berseru, 'Orang itu bikin aku sangat kesal!' Mungkin jika Anda ikut bergembira dengan keberuntungan orang lain, maka keberuntungan yang sama bisa menular pada Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Menyalahkan Tuhan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang Anda berpikir betapa Tuhan tidak adil pada Anda. Mungkin sebaiknya mulai sekarang Anda belajar bersyukur dan maka hal-hal baik akan datang menggantikan hal-hal buruk. Anda bisa memulainya dengan bersyukur bangun dalam keadaan sehat di pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. Tak menghargai hal baik yang anda miliki&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contohnya, Anda tak pernah mensyukuri kalau Anda masih bisa bangun pagi ini dan melihat sinar matahari? Benar begitu? Mulai sekarang, Anda bisa menghitung kebaikan yang Anda miliki dalam hidup dari hal-hal kecil yang Anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. Mengeluh terus menerus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, mengeluhkan satu hal malah akan lebih banyak hal lain yang Anda keluhkan. Dan yang pasti semua orang merasa terganggu dengan orang yang suka mengeluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menurut Anda? Jika benar dari 10 hal di atas ada pada diri Anda. Coba lakukan perubahan, dan ketidakberuntungan itu hanya akan tinggal bayang-bayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://15meh.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-544762147905758641?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/544762147905758641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/10-penyebab-diri-anda-tidak-beruntung.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/544762147905758641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/544762147905758641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/10-penyebab-diri-anda-tidak-beruntung.html' title='10 Penyebab Diri Anda Tidak Beruntung'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-2148241213812012056</id><published>2010-08-28T09:51:00.002+07:00</published><updated>2010-09-03T00:07:27.148+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Solusi'/><title type='text'>Panduan Memulai Bisnis Untuk Pegawai Kantoran</title><content type='html'>Bagi pekerja kantoran atau karyawan entah di swasta ataupun pegawai negeri, membangun bisnis online ataupun offline adalah hal yang mungkin tidak pernah terpikirkan. Berdasarkan pengalaman saya, sekitar 80% dari mereka mengatakan bahwa bisnis bukanlah jalur hidup mereka atau mereka merasa tidak memiliki bakat berbisnis sehingga mereka mengesampingkan bisnis sebagai alternatif atau tujuan utama dalam hal mencari rejeki. Padahal di tengah sulitnya ekonomi Indonesia saat ini, membangun bisnis harusnya merupakan kewajiban bagi tiap warga negara. Mengapa kita harus mulai membangun bisnis?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.Agar Memiliki Pendapatan Cadangan Diluar Gaji Kantor&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengandalkan penghasilan dari pekerjaan sebagai pegawai kantoran cukup riskan. Apalagi ekonomi Indonesia masih sulit untuk bangkit. PHK atau perusahaan bangkrut adalah hal yang lazim terjadi. Dengan mulai membangun bisnis, anda memiliki income cadangan jika sewaktu-waktu terkena PHK atau perusahaan gulung tikar. Apalagi jika anda sudah berumah tangga dan hanya mengandalkan penghasilan dari satu orang saja bisa berbahaya jika tiba-tiba terkena PHK. Rumah tangga bisa terguncang bahkan tak jarang yang bunuh diri/gila gara-gara ekonominya tiba-tiba ambruk. Tidak ada jaminan perusahaan yang besar sekalipun akan survive terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan terbesar pekerja kantoran adalah mereka terbius oleh “zona kenyamanan” yaitu mendapat gaji rutin tiap bulan. Dengan pendapatan rutin seperti ini, bisnis tidak dipikirkan. Waktunya terlalu sibuk untuk bekerja. Ketika terkena PHK barulah mereka menjerit-jerit, menggelar demo besar-besaran. Beberapa dari mereka yang beruntung mendapat pesangon langsung menggunakannya untuk ikutan bisnis yang ia tidak memiliki pengetahuan/pengalaman sama sekali. Akibatnya ia tertipu atau bangkrut. Dunia serasa kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Membantu Pemerintah Mengatasi Pengangguran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sekali-kali mengandalkan pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan. Pemerintah tidak bisa diandalkan dalam hal menciptakan lapangan pekerjaan. Jangan menunggu! kita sendiri yang harus bergerak!. Pengangguran di Indonesia sudah terlalu banyak bahkan yang bergelar S1-S2 turut meramaikan komunitas pengangguran. Dengan kita mulai membangun bisnis, minimal bisa menolong diri kita sendiri dari ancaman pengangguran. Syukur-syukur jika bisnis berkembang, kita malah bisa merekrut orang untuk dijadikan pegawai. Dengan merekrut orang jadi pegawai, berati kita turut menciptakan lapangan kerja dan ini sangat membantu pemerintah mengatasi pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah juga seharusnya giat mengkampanyekan “Gerakan Wirausaha Nasional” agar banyak tercipta lapangan kerja dari para pebisnis. Mindset sebagian warga Indonesia harus diubah bahwa setelah selesai sekolah/kuliah tidak mesti harus cari lowongan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Sebagai Sarana untuk Menolong orang lain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah berbisnis burger dengan modal sekitar 2,5 juta/counter. Saya punya beberapa counter di beberapa minimarket. Yang saya rekrut pada saat itu adalah orang-orang yang membutuhkan pekerjaan dan tentu tidak malu untuk jualan burger. Beberapa orang yang menurut saya pengangguran kelas berat ternyata menolak menjadi pegawai counter burger dengan alasan “gengsi” jualan burger di depan minimarket. Saya lantas berpikir, pantas saja hidup mereka susah terus.. la wong kerja halal saja koq pake gengsi. Padahal jelas sekali gengsi tidak bisa membuat kita kaya. Justru kalau nanti kaya sudah pasti kita bergengsi hehehe. Waktu itu saya baru tahu bahwa kondisi miskin itu diciptakan oleh mindset (pemikiran) mereka sendiri. Mereka maunya instan : dapat uang tanpa perlu kerja keras. Saat tulisan ini dibuat, mereka masih memilih menjadi tukang parkir gelap/serabutan atau menjadi polisi cepek dijalanan. Padahal jika mau jualan burger, penghasilan mereka jelas lebih tinggi, apalagi jika jualannya laku keras pasti akan dapat komisi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya dapat pegawai dari kalangan ibu-ibu. Mereka tidak masalah harus jualan burger, yang penting anaknya tetap bisa sekolah karena suaminya jadi pengangguran akibat PHK. Meskipun hanya jualan burger, Alhamdulilah bisa membantu orang lain yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Sebagai Persiapan Pensiun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pensiun berarti hilangnya pendapatan berupa gaji. Kita hanya akan mendapat tunjangan semacam jamsostek atau tunjangan hari tua. Bagi yang terbiasa kerja, pensiun bisa menyebabkan post power syndrome dimana seseorang akan mengalami stress, merasa tidak berharga lagi bahkan cenderung temperamental. Dengan memulai bisnis sejak menjadi karyawan, maka ketika pensiun tiba kita tetap bisa beraktivitas mengurusi bisnis. Dengan memiliki bisnis setelah pensiun kita pun tidak melulu tergantung secara finansial kepada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat lain jika kita memulai bisnis saat menjadi karyawan adalah dapat memotong learning curver (kurva belajar). Bisnis adalah belajar yang tiada henti. Jika kita baru membangun bisnis setelah pensiun maka kita harus belajar semuanya dari awal sehingga resiko kegagalan pun semakin besar. Lain halnya jika kita memulai bisnis sejak dini, skill wirausaha kita terasah, mental semakin kuat dan pengalaman dilapangan akan membuat kita menjadi kian matang seiring dengan pertambahan umur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika bisnis yang kita bangun telah berkembang pesat, maka anda bisa menjadikan bisnis sebagai warisan bagi anak-cucu kita kelak. Anak-cucu kita minimal tidak ikut-ikutan menjadi Barisan Pengangguran Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berikut ini beberapa tips untuk anda dalam hal memulai bisnis :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A. Tetapkan Tujuan Anda Membangun Bisnis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa tujuan anda membangun bisnis? untuk cari tambahan penghasilan? sekedar coba-coba? bosan diperintah atasan? ingin membantu orang lain? . Niat inilah yang akan menentukan daya tahan anda di bisnis. Kalau sekedar coba-coba, bisa dipastikan anda akan mudah putus asa jika menghadapi kendala nantinya. Membangun bisnis berbeda dengan bekerja dikantoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menjadi karyawan kita tinggal menjalankan tugas melalui arahan dari atasan/bos. Tapi dibisnis, kita sendirilah yang harus merencakan sekaligus mengeksekusi segala keputusan. Di bisnis, kita belajar menjadi pemilik usaha. Minimal kita adalah bos bagi diri sendiri. Jika nantinya punya karyawan maka anda adalah bos bagi karyawan tersebut. Dengan demikian, di bisnis kita harus mampu juga untuk mengatur anak buah, bekerja sama dengan partner bisnis, menyusun strategi bisnis dll. Kita nantinya akan belajar banyak hal mulai dari soal keuangan, mencari pemodal, partner bisnis, memotivasi diri sendiri/anak buah, menghadapi kendala dll. So… kalaupun nantinya kita bangkrut di bisnis, percayalah bahwa tidak ada yang sia-sia. Bisnis boleh bangkrut tapi ilmu kita akan bertambah, intuisi bertambah tajam dan ini akan menjadi modal selanjutnya untuk kembali bangkit membangun bisnis lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh dibilang hampir tidak ada pebisnis yang memulai bisnis dari awal lalu langsung sukses. Biasanya kita harus trial error dari satu bisnis ke bisnis lain sampai menemukan yang cocok. Jadi dengan memulai bisnis pada saat jadi karyawan paling tidak kita sudah mengumpulkan banyak pengalaman berbisnis. Mau sukses di bisnis boleh dibilang harus “babak belur” dulu di awal. Babak belur yang dimaksud mencakup : kena tipu, kemalingan barang, web kena hack, bangkrut dll. Itu semua akan jadi pengalaman dan ilmu yang berharga untuk kejayaan bisnis kita di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B. Pilihlah bisnis yang merupakan hobi/kesenangan anda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda hobi memasak, bisa dimulai dengan membuka rumah makan atau membeli franchise bisnis kuliner. Jika anda seorang webmaster, maka bisa membuat website atau blog yang dapat menghasilkan uang melalui program affiliate, Pay per Review semacam blogvertise, sponsoredreview atau ikut program Pay per Click semacam google adsense, adbrite, bidvertiser dll. Usahakan anda belajar dari orang yang telah berkecimpung di bisnis tersebut agar anda lebih memahami medan bisnisnya. Bisnis yang dilakukan tanpa ilmu cukup riskan dijalankan apalagi yang modalnya mencapai ratusan juta/milyaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda memiliki modal yang besar (ratusan juta/milyaran) namun minim pengalaman bisnis, disarankan mengambil paket bisnis siap pakai atau yang lebih dikenal dengan Franchise. Dengan mengambil franchise, segala sesuatunya telah disiapkan pihak franchisor seperti perlengkapan, dekorasi, brosur, bahan, pelatihan dll. Anda hanya perlu menyiapkan modal, lokasi dan SDMnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;C. Ikuti Kursus Wirausaha (Entrepreneur University)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi karyawan kantoran, membangun bisnis itu biasanya ditakuti. Takut gagal, takut bangkrut, takut tertipu, takut gak bisa balikin modal dll ketakutan. Dengan mengikuti kursus wirausaha, kita akan mendapat motivasi untuk mengubur segala ketakutan dan nantinya juga akan mendapat banyak masukan dari mentor-mentor bisnis yang memang sudah terbukti sukses dalam bisnisnya. Manfaat lainnya, di kursus tersebut kita akan berkenalan dengan orang yang memiliki visi yang sama sehingga nantinya bisa dijadikan partner bisnis. Beberapa intitusi yang mengadakan kursus wirausaha misalnya Primagama Entrepreneur University, GreenLeaf dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;D. Mulailah Bisnis Secara Partime&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasehat ini adalah untuk mereka yang pemula dalam dunia bisnis : Jangan dulu resign atau keluar dari pekerjaan anda ketika memulai membangun bisnis. Jika bisnis tersebut masih bisa dikerjakan secara partime maka itu lebih baik. Hal ini untuk meminimalisasi risiko. Kalau anda langsung keluar dari pekerjaan dan beberapa bulan kemudian bisnis anda tutup, maka anda akan kehilangan semua sumber pendapatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ketika bisnis anda semakin besar dan pendapatannya minimal 3x lipat dari gaji anda, silahkan saja kalau ingin keluar dari pekerjaan dan fokus membesarkan bisnis anda. Banyak pelaku bisnis pemula yang terlalu antusias dalam membangun bisnis sehingga terlalu cepat mengambil keputusan untuk keluar dari kantor. Pada beberapa sesi kursus wirausaha, mentor bisnis juga terkadang “ngompori” anak didiknya untuk keluar dari kerjaan dan mulai membangun bisnis. Ini perlu diwaspadai! jangan diikuti dulu karena mentor itu tidak akan bertanggung jawab manakala bisnis anda nanti bangkrut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memulai bisnis secara partime juga hanya ditujukan untuk bisnis dengan modal yang kecil. Jika modalnya mencapai ratusan atau bahkan milyaran rupiah, tentu sebaiknya fulltime agar bisa fokus mengelolanya. Apalagi jika modal tersebut berasal dari hutang, mau tidak mau anda harus fokus di bisnis untuk mengembalikan hutang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;E. Carilah Partner Bisnis (sharing risiko)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memulai bisnis pertama kali risikonya cukup besar karena kita belum memiliki pengalaman atau jam terbang yang tinggi. Dengan risiko seperti ini, ada baiknya anda mencari rekanan atau partner bisnis untuk diajak bergabung. Misalnya untuk membangun bengkel motor diperlukan modal sebesar 50 juta. Nah anda bisa cari 1-2 orang partner untuk diajak patungan modal. Jangan juga terlalu banyak mencari partner karena semakin banyak orang yang bergabung, maka pengambilan keputusan akan semakin rumit karena banyaknya ide/pendapat. Lebih baik mencari maksimal 2 orang partner yang memiliki visi yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patungan adalah salah satu jalan terbaik dalam rangka mencari modal. Cara lain untuk mencari modal adalah dengan meminjam kepada teman atau saudara. Waktu masih kuliah (belum bekerja), saya bahkan pernah membuat warnet tanpa modal karena dapat pinjaman dari teman. Sebisa mungkin memang jangan menggunakan uang sendiri. Pakai saja uang orang lain atau bank, nah bayarnya dari keuntungan bisnis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau pinjam uang ke bank, gunakanlah fasilitas KTA (kredit tanpa agunan). KTA ini cocok untuk karyawan karena hanya memerlukan slip gaji atau fotocopy kartu kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara patungan modal, risiko bisa ditanggung bersama. Jika nantinya anda sudah mahir mengelola bisnis tersebut, barulah anda bisa mendirikan bisnis seorang diri karena telah memiliki banyak pengalaman/pengetahuan.  Makin banyak pengalaman/pengetahuan, bisnis tersebut akan semakin minim risikonya yang berarti kemungkinan anda untuk sukses akan semakin besar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke… selamat mencoba!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.successkid.com/panduan-memulai-bisnis-untuk-pekerja-kantoran"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-2148241213812012056?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/2148241213812012056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/panduan-memulai-bisni-untuk-pegawai.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/2148241213812012056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/2148241213812012056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/panduan-memulai-bisni-untuk-pegawai.html' title='Panduan Memulai Bisnis Untuk Pegawai Kantoran'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-3361687614121306830</id><published>2010-08-26T18:36:00.002+07:00</published><updated>2010-09-03T00:07:04.442+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Solusi'/><title type='text'>Sumbang Saran: Mengatasi Pengangguran Di Indonesia</title><content type='html'>Kita tahu bahwa untuk mendukung perkembangan investasi di bidang industri diperlukan tenaga kerja yang kompeten dibidangnya agar produktifitas perusahaan menjadi meningkat. Namun den=mikian terkadang perusahaan dihadapkan pada ketimpangan antara skill yang dimiliki oleh karyawan dengan skill yang dibutuhkan oleh perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, penggunaan teknologi juga memungkinkan terjadinya efisiensi penggunaan tenaga kerja karena tenaga manusia digantikan dengan mesin. dampaknya terjadi out shourching, sehingga terjadi pengangguran yang sangat besar . dikatakan pengangguran yang terjadi sangat besar karena pengangguran selain karena adanya program out shourching juga karena adanya lulusan baru dari tiap jenjang pendidikan mulai dari tingkat SD sampat perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari sekitar 10,6 juta orang penganggur, 31,75 persen diantaranya berpendidikan sampai dengan tamat sekolah dasar (SD), kemudian 26,75 persen tamat sekolah lanjutan pertama (SLTP), 36,44 persen tamat sekolah lanjutan atas (SLA), 2,68 persen tamat Diploma, dan 3,38 persen tamat sarjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data tersebut diketahui bahwa mayoritas tenaga kerja Indonesia berpendidikan SD, maka untuk meningkatkan produktivitas perlu diupayakan peningkatan kompetensinya melalui pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada, oleh karena itu revitalisasi BLK di seluruh Indonesia perlu dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbulnya masalah baru di bidang ketenagakerjaan di era global sangat mungkin terjadi. Untuk itu diperlukan strategi pembinaan ketenagakerjaan menyangkut upaya peningkatan penempatan dan perlindungan tenaga kerja, yang sudah disusun untuk mengatasi berbagai permasalahan ketenagakerjaan yang ada serta dalam rangka mengantisipasi berbagai hal kemungkinan terburuk yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alternatif penyelesaian masalah pengangguran diatas selain pelatihan keterampilan di BLK adalah dengan memberikan ruang gerak yang lebih kepada sektor non-publik untuk ikut berpartisipasi aktif dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat secara proporsional, dengan memberikan program padat karya, bantuan pendirian UKM/UMKM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasinya sebaiknya pemerintah bekerjasama dengan pihak Bank untuk memberikan kridit lunak, kepada sektor UKM/UMKM. Dengan cara kredit lunak bagi sektor UMKM. dengan demikian agkatan kerja selain terserap pada sektor formal, juga terserap pada sektor UKM/UMKM sehigga diharapkan angka pengangguran di indonesia akan terus berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.shvoong.com/business-management/entrepreneurship/1974400-sumbang-saran-mengatasi-pengangguran-di/"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-3361687614121306830?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/3361687614121306830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/sumbang-saran-mengatasi-pengangguran-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/3361687614121306830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/3361687614121306830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/sumbang-saran-mengatasi-pengangguran-di.html' title='Sumbang Saran: Mengatasi Pengangguran Di Indonesia'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-3654530374855332957</id><published>2010-08-26T18:21:00.001+07:00</published><updated>2010-09-03T00:06:54.253+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><title type='text'>Akibat Tekanan Ekonomi, Pengangguran Bunuh Bayinya</title><content type='html'>Loso (21) warga Dukuh/Desa Kayen, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng), tega membunuh anaknya sendiri Roy Sandika (18 hari), diduga akibat tekanan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Kepolisian Resor Boyolali, Ajun Komisaris Besar Polisi Romin Thaib didampingi Kapolsek Juwangi, AKP Nurul Huda, di Boyolali, Selasa (17/8/2010), mengatakan, tersangka Loso diduga tidak kuat mentalnya akibat tekanan ekonomi keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Pelaku ini, masih muda usia dan belum siap memiliki seorang anak. Dia masih pengangguran dan tidak mampu mencukupi kebutuhan bayinya, sehingga tega berbuat itu,” kata Kapolsek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kapolsek, tersangka kini masih diamankan di Markas Polsek Juwangi dan polisi sedang melakukan pemeriksaan secara intensif terkait kasus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami sedang melakukan pemeriksaan para saksi dan tersangka. Polisi terus meminta keterangan mereka untuk mengetahui motif kasus pembunuhan itu. Dugaan sementara akibat tekanan ekonomi,” kata Kapolsek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, polisi juga sudah mengetahui hasil dari otopsi, korban tewas akibat luka sayatan benda tajam atau sebilah sabit di lehernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kapolsek, dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka mengaku merasa pusing dan tidak kuat digunjingkan orang lain, karena tidak mampu memberikan nafkah keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersangka statusnya pengangguran tersebut, sehingga kurang diterima baik dari pihak mertuanya. Loso mengaku semakin pusing saat mendengar isu akan ditinggal oleh istri dan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loso sendiri mengaku berhubungan dengan istrinya Sunarti (32) warga Sumberlawang, Kabupaten Sragen, sejak bulan Agustus 2009 dan menikah pada Maret 2010. Dari perkawinannya itu, mereka dikaruniai seorang anak yang diberi nama Roy Sandika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roy lahir di sebuah rumah sakit di Gemolong, Sragen. Bayi lahir premature itu berakhir mengenaskan, tewas disembelih ayahnya sendiri dan mayatnya ditemukan oleh warga sekitar, pada Minggu (15/8/2010) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolsek menambahkan, pihaknya akan mendatangkan psikolog untuk memeriksa kondisi kejiwaan pelaku, tersangka Loso, yang tega membunuh anaknya, Roy Sandika, dengan sabit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari hasil introgasi sementara motifnya ekonomi, selain itu, ketidaksiapan mental memiliki anak. karena usianya yang masih muda,” kata Kapolsek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.surya.co.id/2010/08/17/akibat-tekanan-ekonomi-pengangguran-bunuh-bayinya.html"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-3654530374855332957?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/3654530374855332957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/akibat-tekanan-ekonomi-pengangguran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/3654530374855332957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/3654530374855332957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/akibat-tekanan-ekonomi-pengangguran.html' title='Akibat Tekanan Ekonomi, Pengangguran Bunuh Bayinya'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-809055154519653858</id><published>2010-08-26T18:16:00.002+07:00</published><updated>2010-09-03T00:06:18.721+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><title type='text'>Tak Mendapat Pekerjaan, Pemuda Pengangguran Bunuh Diri</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/THZL82M8dNI/AAAAAAAAAEk/QecFcKMeyFU/s1600/140802bBunuhDiri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="145" src="http://4.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/THZL82M8dNI/AAAAAAAAAEk/QecFcKMeyFU/s200/140802bBunuhDiri.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seorang pemuda tanpa identitas, Selasa (13/8), tewas tenggelam di anak Sungai Ciliwung di wilayah Sawah Besar, Jakarta Pusat. Menurut seorang polisi Pamong Praja yang berada di lokasi kejadian, korban bernama Firmansyah asal Kuningan, Cirebon, Jawa Barat. Korban diduga stres karena tidak mendapatkan pekerjaan sejak tiba di Ibu Kota.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Pencarian korban bunuh diri di anak kali Ciliwung ini dilakukan warga sekitar dengan menggunakan peralatan seadanya. Namun upaya pencarian selama tiga jam ini gagal karena air kali keruh dan berlumpur. Menjelang sore, penyelam dari Resimen IV Gegana Brigade Mobil datang ke lokasi dengan peralatan menyelam. Setengah jam kemudian korban diangkat dari dasar sungai. Jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakpus, untuk divisum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekan silam, seorang karyawan toko elektronik ditemukan tewas tergantung di lantai tiga kantornya. Mayat korban ditemukan Liu Siat Fa, pemilik toko elektronik Apollo II yang ada di kawasan Tipar, Cakung, Sukapura, Jakarta Utara. Kabar yang beredar, korban tewas karena sakit hati setelah dikhianati pacarnya. Sebelumnya, ia mendengar pacarnya berselingkuh. Selain itu, pacarnya juga tak pernah mengembalikan uang yang dipinjam darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://buser.liputan6.com/berita/200208/39608/Tak.Mendapat.Pekerjaan.Pemuda.Pengangguran.Bunuh.Diri"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-809055154519653858?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/809055154519653858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/tak-mendapat-pekerjaan-pemuda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/809055154519653858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/809055154519653858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/tak-mendapat-pekerjaan-pemuda.html' title='Tak Mendapat Pekerjaan, Pemuda Pengangguran Bunuh Diri'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/THZL82M8dNI/AAAAAAAAAEk/QecFcKMeyFU/s72-c/140802bBunuhDiri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-1498620363609638741</id><published>2010-08-26T18:06:00.001+07:00</published><updated>2010-09-03T00:05:51.040+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Pengangguran Terselubung</title><content type='html'>Berdasarkan data Laporan Bank Indonesia 2006, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia sedikit menurun dari 11,2% pada 2005 menjadi 10,3% pada 2006. Jumlah ini masih relatif lebih besar bila dibandingkan dengan periode sebelum krisis, yang rata-rata sebesar 5,5%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, persentase sebesar di atas hanya menghitung jumlah pengangguran terbuka, yang berarti tenaga kerja yang benar-benar tidak memiliki pekerjaan, sementara jenis pengangguran lain yang disebut dengan pengangguran terselubung tidak ikut dihitung.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berbicara masalah pengangguran terselubung, ada yang mengatakan bahwa pengangguran terselubung memiliki arti orang yang bekerja namun kapasitas pekerjaan yang di lakukannya di bawah 25% dari jumlah efektif waktu jam kantor. Dengan asumsi jumlah efektif jam kantor rata-rata adalah 8 jam, berarti waktu pengangguran terselubung melakukan pekerjaannya adalah 2 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pengangguran terselubung ini lah yang jumlahnya disebut-sebut sangat besar. Dia bisa jadi berada tidak jauh dari Anda, mungkin dia adalah teman sekantor Anda, teman yang berada di samping Anda atau malah Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara masalah ini, saya harus akui bahwa selama kurang lebih 1 minggu ini saya bisa dikategorikan sebagai pengangguran terselubung. Kenapa demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar gambaran, saya saat ini masih bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi yang sistem kerjanya berdasarkan atas project. Berdasarkan teori perilaku organisasi, sistem organisasi yang seperti ini menganut sistem Matrix. Sistem Matrix memiliki arti selain karyawan secara struktural berada di bawah naungan satu Departemen yang dikepalai oleh satu orang Line Manager, ia juga berada di bawah kendali minimal satu project yang diketuai oleh satu Project Manager.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sistem ini, baik project maupun departemen memiliki cost centre. Akan tetapi cost centre yang biasanya diperuntukkan untuk karyawan adalah cost centre dari project. Nantinya masing-masing karyawan diminta untuk secara rutin meng-update jam kerja berikut aktivitas kerjanya sehari-hari di dalam satu Network Number yang nantinya akan di-charge ke Cost Centre.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, hard to say, tapi sudah semenjak 1 mingguan ini pasca saya direleased dari Project 3G Telkomsel, saya belum lagi menghandle project lagi. Otomatis saya belum lagi mempunyai NN untuk meng-charge pekerjaan saya di kantor. Jadi, dengan berat hati saya harus mengakui kalau akhirnya saya terpaksa harus menambah statistik pengangguran yang ada di Indonesia, paling tidak selama 1 minggu kemarin...sory sory Pak SBY...:(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah...untuk smua blogger di Indonesia.... untuk melihat apakah Anda termasuk penggangguran terselubung atau tidak, bisa dilihat dari jumlah postingan dan jam komentar di tiap-tiap blog. But plizz....diem2 aja yah...ini antar kita2 aja...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://boedi.multiply.com/journal/item/10"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-1498620363609638741?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/1498620363609638741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/pengangguran-terselubung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/1498620363609638741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/1498620363609638741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/pengangguran-terselubung.html' title='Pengangguran Terselubung'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-6629610821438359173</id><published>2010-08-26T10:16:00.001+07:00</published><updated>2010-09-03T00:05:40.833+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><title type='text'>14 Kriteria Orang Miskin Versi BPS</title><content type='html'>Badan Pusat Statistik menggunakan 14 kriteria untuk mengasumsikan kemiskan. Kriteria kemiskinan ini sempat menjadi polemik saat pemerintah meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT). Polemik kembali terjadi ketika kriteria tersebut kembali dipakai dalam Sensus Penduduk 2010, yang digelar 1-31 Mei ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip Antara, ke-14 kriteria rumah tangga miskin versi BPS itu, antara lain luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari delapan meter persegi per orang, jenis lantai bangunan tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan, jenis dinding tempat tinggal terbuat dari bambu/rumbia/kayu berkualitas rendah/tembok tanpa diplester.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Warga juga dianggap miskin jika tidak memiliki fasilitas buang air besar/bersama-sama dengan rumah tangga lain, sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik, sumber air minum berasal dari sumur/mata air tidak terlindung/sungai/air hujan, bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/arang/minyak tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, hanya mengkonsumsi daging/susu/ayam satu kali dalam seminggu, hanya membeli satu stel pakaian baru dalam setahun, hanya sanggup makan satu/dua kali dalam sehari, tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas/poliklinik dan pendidikan tertinggi kepala kepala rumah tangga: tidak sekolah/tidak tamat SD/hanya SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria lainnya, sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah petani dengan luas lahan 0,5 hektar, atau buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan atau pekerjaan lain dengan pendapatan di bawah Rp 600.000 per bulan dan tidak memiliki tabungan/barang yang mudah dijual dengan nilai Rp 500.000, seperti sepeda motor baik kredit atau non kredit, emas, ternak, kapal motor dan barang modal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya kalangan ibu rumah tangga di Pekanbaru memprotes kriteria kemiskinan yang digunakan BPS sebagai acuan dalam melakukan Sensus Penduduk 2010 bagi penduduk miskin karena 14 kriteria yang dijadikan parameter dinilai tidak layak digunakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria itu dinilai sudah tidak relevan lagi untuk menjelaskan realitas kemiskinan dengan kondisi masyarakat dewasa ini seperti halnya di Riau sehingga data yang disajikan BPS tidak mengacu kepada fakta yang nyata dan kebenaran di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"BPS menyebut salah satu kriteria kemiskinan yakni rumah berlantai tanah dan berdinding bambu, rumbia atau kayu berkualitas rendah. Padahal realitas yang ada saat ini menunjukkan model rumah seperti itu sulit ditemukan tidak hanya di kota, bahkan desa sekalipun," ujar Sri Lestari, seorang ibu rumah tangga. (Ant)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sosialbudaya.tvone.co.id/berita/view/38202/2010/05/04/inilah_14_kriteria_orang_miskin_versi_bps/"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-6629610821438359173?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/6629610821438359173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/14-kriteria-orang-miskin-versi-bps.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/6629610821438359173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/6629610821438359173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/14-kriteria-orang-miskin-versi-bps.html' title='14 Kriteria Orang Miskin Versi BPS'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-6429540049735041394</id><published>2010-08-26T10:09:00.002+07:00</published><updated>2010-09-03T00:04:50.644+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><title type='text'>BPS: Fakta Orang Miskin, Ngerokok Meski Gizi Nol Juga Mabok</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/THXaw6hCMnI/AAAAAAAAAEc/Yk7UCoxWyCQ/s1600/stop_merokok_vv_200_200.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/THXaw6hCMnI/AAAAAAAAAEc/Yk7UCoxWyCQ/s200/stop_merokok_vv_200_200.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Merilis angka kemiskinan per Maret 2010 sebanyak 31,02 juta, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa dominasi pengeluaran utama si miskin, 73,5 persen adalah untuk makan. Angka ini hanya berubah sedikit dibandingkan tahun lalu yang tercatat 73,6 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rusman, makan menjadi kebutuhan dasar yang dicari pada orang miskin. Setelah itu mereka baru mengalokasikan sebagian pendapatannya untuk pendidikan dan transportasi dan sisanya untuk kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Secara rinci, Rusman memaparkan bahwa komoditi makanan yang dikonsumsi orang miskin itu adalah beras untuk lingkungan perkotaan dengan porsi 25,2 persen, sedang pedesaan mencapai 34,11 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski miskin, kebanyakan mereka juga tercatat memenuhi kebutuhan untuk pengeluaran berupa rokok kretek filter sebesar 7,93 persen untuk perkotaan dan di pedesaan sebesar 5,9 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Meski merokok itu tidak ada gizi, tetap saja merokok ini kami catat karena turut menjadi aktivitas pengeluaran mereka," kata Rusman di Kantor BPS, Kamis 1 Juli 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sudah banyak yang tahu bahwa gizi rokok adalah 'nol' untuk memenuhi kebutuhan kalori manusia sebesar 2100 kkal per hari. "Faktanya mereka ngrokok meski gizi nol, dan mabok iya," ujar Rusman mengungkapkan keheranan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain beras di urutan pertama dalam pengeluaran si miskin dan rokok menempati urutan kedua, pengeluaran lainnya untuk mereka yang miskin yakni teralokasi dalam pembelian untuk telur ayam ras 3,42 persen (di perkotaan) dan 2,61 persen (di pedesaan), gula pasir 3,36 persen (di perkotaan) dan 4,34 persen (di pedesaan), mie instan 2,97 persen (di perkotaan) dan 2,51 persen (di pedesaan), tempe 2,24 persen (di perkotaan) dan 1,91 persen (di pedesaan), tahu 2,01 persen (di perkotaan) dan 1,55 persen (di pedesaan) bawang merah 1,36 persen (di perkotaan) dan 1,66 persen (di pedesaan) dan sebesar 1,23 untuk kopi di perkotaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengeluaran lain untuk perumahan yakni 8,43 persen untuk di kota dan 6,11 untuk di pedesaan. Pengeluaran listrik sebesar 3,30 persen di perkotaan dan sebesar 1,87 persen di pedesaan. Untuk angkutan sebesar 2,48 di perkotaan dan 1,19 persen dipedesaan. Untuk alokasi pengeluaran pendidikan sebesar 2,4 persen di perkotaan dan 1,16 di pedesaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua kepada Garis Kemiskinan. Pada saat kebutuhan hidup belum terpenuhi, orang miskin justru mau mengeluarkan duit untuk rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, seperti yang dipaparkan sebelumnya, sumbangan dari Rokok Kretek Filter terhadap Garis Kemiskinan mencapai 7,93% di perkotaan dan 5,9% di pedesaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Angka ini maksudnya, sekian persen pengeluarannya itu dibuat membeli rokok," ujar Kepala BPS Rusman Heriawan dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusman akui fakta tersebut merupakan hal yang dilematis karena di satu sisi, industri rokok sendiri memberikan sumbangan yang sangat besar bagi perekonomian negara. Namun, di sisi lain, orang miskin jadi menghabiskan sebagian kemampuan pengeluarannya untuk rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya ini dilematis, karena penerimaan negara juga dari sini (industri rokok), cukai, lapangan kerja, tapi buat orang miskin, rugi ini," keluhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain rokok, pengeluaran terbesar penduduk miskin ditempati pada bahan makanan. Sumbangan sektor ini pada kemiskinan mencapai 25,20% di perkotaan dan 34,11% di pedesaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang miskin itu yang penting makan, urusan rumah, pendidikan itu nomor 11,12,13. Ada bahan makanan sudah tenang, bahagia dunia akhirat," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komoditi bukan makanan yang memberi sumbangan besar untuk Garis Kemiskinan adalah biaya perumahan mencapai 8,43% di perkotaan dan 6,11% di pedesaan, biaya listrik 3,30% di perkotaan dan 1,87% di pedesaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini akan tetap walaupun TDL naik karena kan rata-rata penduduk miskin menggunakan listrik 450-900 watt," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk indikator pengeluaran penduduk miskin naik 5,72% dari Rp 200.262 per kapita per bulan pada bulan Maret 2009 menjadi Rp 211.726 per kapita per bulan pada Maret 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi kalau segitu, tandanya pengeluarannya Rp 7 ribu per hari, kalau di rumah saja mungkin bisa ya," ujar Rusman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.suaramedia.com/berita-nasional/24663-bps-fakta-orang-miskin-ngerokok-meski-gizi-nol-juga-mabok.html"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-6429540049735041394?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/6429540049735041394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/merilis-angka-kemiskinan-per-maret-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/6429540049735041394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/6429540049735041394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/merilis-angka-kemiskinan-per-maret-2010.html' title='BPS: Fakta Orang Miskin, Ngerokok Meski Gizi Nol Juga Mabok'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/THXaw6hCMnI/AAAAAAAAAEc/Yk7UCoxWyCQ/s72-c/stop_merokok_vv_200_200.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-953434755080543791</id><published>2010-08-26T08:36:00.002+07:00</published><updated>2010-08-26T17:36:45.718+07:00</updated><title type='text'>Contact</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;form id="emf-form" enctype="multipart/form-data" method="post" action="http://www.emailmeform.com/builder/form/O0x0imW127wjenDfFYEse2k8f"&gt;&lt;table style="text-align:left;" cellpadding="2" cellspacing="0" border="0" bgcolor="#ffffff"&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="" colspan="2"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;Silahkan gunakan form dibawah ini bagi Anda yang ingin bertanya atau ingin memberi kritik serta saran demi kelangsungan komunitas ini. Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;/label&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td style="" align="left"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&lt;b&gt;Nama&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;small&gt;*&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=""&gt;&lt;input id="element_0" name="element_0" value="" size="30" class="validate[required]" type="text" /&gt;&lt;div style="padding-bottom:8px;color:#000000;"&gt;&lt;small&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td style="" align="left"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&lt;b&gt;Email&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;small&gt;*&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=""&gt;&lt;input id="element_1" name="element_1" class="validate[required,custom[email]]" value="" size="30" type="text" /&gt;&lt;div style="padding-bottom:8px;color:#000000;"&gt;&lt;small&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td style="" align="left"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&lt;b&gt;No. HP&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;small&gt;&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=""&gt;&lt;input id="element_2" name="element_2" class="validate[optional,custom[telephone]]" value="+62" size="30" type="text" /&gt;&lt;div style="padding-bottom:8px;color:#000000;"&gt;&lt;small&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td style="" align="left"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&lt;b&gt;Website&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;small&gt;&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=""&gt;&lt;input id="element_3" name="element_3" value="" size="30" class="validate[optional]" type="text" /&gt;&lt;div style="padding-bottom:8px;color:#000000;"&gt;&lt;small&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td style="" align="left"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&lt;b&gt;Judul&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;small&gt;*&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=""&gt;&lt;input id="element_4" name="element_4" value="" size="30" class="validate[required]" type="text" /&gt;&lt;div style="padding-bottom:8px;color:#000000;"&gt;&lt;small&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td style="" align="left"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&lt;b&gt;Pesan&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;small&gt;*&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=""&gt;&lt;textarea id="element_5" name="element_5" cols="60" rows="10" class="validate[required] "&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;div style="padding-bottom:8px;color:#000000;"&gt;&lt;small&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" align="right"&gt;&lt;input name="element_counts" value="6" type="hidden" /&gt;&lt;input  value="Kirim" type="submit" /&gt;&lt;input  value="Clear" type="reset" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;div&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;Powered by&lt;/font&gt;&lt;span style="position: relative; padding-left: 3px; bottom: -5px;"&gt;&lt;img src="http://www.emailmeform.com/builder/images/footer-logo.png" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;EMF &lt;/font&gt;&lt;a style="text-decoration:none;" href="http://www.emailmeform.com" target="_blank"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;Web Form&lt;/font&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-953434755080543791?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/953434755080543791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/953434755080543791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/contact.html' title='Contact'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-6519549846884389106</id><published>2010-08-26T04:25:00.016+07:00</published><updated>2010-09-03T00:22:47.285+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Usaha'/><title type='text'>Berburu Dolar Dengan PeopleString</title><content type='html'>&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499542669704342354" src="http://4.bp.blogspot.com/_fvNI-DfAGps/TFJM65bUq1I/AAAAAAAAAiY/MxvS-qtCjYg/s400/1.jpg" style="float: left; height: 51px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 400px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DAFTAR KE PeopleString GRATIS DAN DIBAYAR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peoplestring adalah jejaring sosial mirip Facebook dan Twiter. Aplikasinya sangat lengkap, ada blog, forum, group, chatt, album, video, game, email, pasang iklan, dan lainnya. Kategorinya bermacam2 dari jejaring sosial hingga bisnis. People String juga menyediakan fasilitas Self-Destructing Email dan Email Tracking. People String juga bertindak sebagai semacam portal. Kamu bisa mengakses berbagai layanan online email (Yahoo!Mail, Gmail, MSN, atau favoritmu (iTunes Stores, Amazon, dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik dari PeopleString adalah membayar setiap penggunanya, berbagi keuntungan dalam bentuk dollar yang didapatkan dari perusahaan2 yang memasang iklan di situs PeopleString.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;CARA PEMBAYARAN PeopleString&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  $1,5 langsung setelah registrasi dan menjawab survey pertama untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  $0,5 untuk setiap mengajak teman anda bergabung dengan PeopleString&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komisi dari setiap teman dalam grup Anda dengan 2 metode perhitungan :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Untuk Enterpreneur Member ==&amp;gt; 20 % direct referal (level 1) dan 6% level 2-6&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk Free Member ==&amp;gt; 5 % direct referal (level 1) dan 2% level 2-6&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Simulasi perhitungan bonus dari bisnis people string ini seperti ini : Andaikan Anda seorang leader. Seorang leader sudah pasti bisa mendapatkan 100 stringer (anggota People String) sebagai direct referralnya. Kita buat pengandaian yang rendah, yakni cuma 5% dari 100 orang itu yang tumbuh menjadi leader. Selanjutnya sampai level 6, masing-masing leader menghasilkan 5% leader dari keseluruhan referral mereka. Kita andaikan juga masing-masing leader mampu mereferensikan 50 referral di level 1 (direct referral) mereka. Maka komposisi jaringan Anda akan menjadi sbb:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Level 1: 100 orang – 5 leader (pending earning $50).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Level 2: 250 orang – 12.5 leader, dibulatkan: 13 leader.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Level 3: 650 orang – 32.5 leader, dibulatkan: 33 leader.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Level 4: 1,650 orang – 82.5 leader, dibulatkan: 83 leader.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Level 5: 4,150 orang – 207.5 leader, dibulatkan: 208 leader.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Level 6: 10,400 orang – 520 leader.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Jumlah leader dalam jaringan Anda: 862 orang. Maka penghasilan Anda dari bisnis online gratis ini setiap bulan adalah:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jika dari setiap leader rata-rata $1, Anda dapat $862 = Rp 8,620,000/bulan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika dari setiap leader rata-rata $3, Anda dapat $ 2,586 = Rp 25,860,000/bulan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika dari setiap leader rata-rata $6, Anda dapat $ 5,172 = Rp 51,720,000/bulan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika dari setiap leader rata-rata $10, Anda dapat $ 8,620 = Rp 86,200,000/bulan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Penghasilan Anda dari bisnis online internet gratis ini akan meningkat seiring dengan meningkatnya penghasilan para leader di group Anda. Penghasilan para leader dari waktu ke waktu pasti meningkat. Lihatlah betapa kecilnya pending earning ($50) dibanding dengan earning yang Anda dapatkan dari jaringan. So…… janganlah berkecil hati, tetaplah bekerja, konsisten, tuntaskan pekerjaan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pembayaran melalui Account PayPal yang kemudian Anda transfer ke rek Bank Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;CARA DAFTAR / GABUNG KE PeopleString&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Klik  PeopleString&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Kemudian klik SIGN UP NOW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_fvNI-DfAGps/TFLksYyZeOI/AAAAAAAAAig/IsRTe5D1ezY/s1600/2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499709546192009442" src="http://3.bp.blogspot.com/_fvNI-DfAGps/TFLksYyZeOI/AAAAAAAAAig/IsRTe5D1ezY/s400/2.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 400px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 273px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Isi USERNAME dan Password Anda dan klik "check availability". (jangan sampai lupa, copy dan simpan), ini digunakan untuk LOGIN.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_fvNI-DfAGps/TFLmPoMRhXI/AAAAAAAAAio/9JBVmaj9JJs/s1600/3.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499711251134121330" src="http://4.bp.blogspot.com/_fvNI-DfAGps/TFLmPoMRhXI/AAAAAAAAAio/9JBVmaj9JJs/s400/3.jpg" style="float: left; height: 186px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Pilih "Free Account" untuk mendaftar gratis.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_fvNI-DfAGps/TFLm6b3jnsI/AAAAAAAAAiw/IWLaeToh0W0/s1600/4.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499711986560376514" src="http://1.bp.blogspot.com/_fvNI-DfAGps/TFLm6b3jnsI/AAAAAAAAAiw/IWLaeToh0W0/s400/4.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 161px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Isi formulir yang disediakan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_fvNI-DfAGps/TFLoAcwIZVI/AAAAAAAAAjA/fDO5qF4qok4/s1600/5.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499713189388510546" src="http://2.bp.blogspot.com/_fvNI-DfAGps/TFLoAcwIZVI/AAAAAAAAAjA/fDO5qF4qok4/s400/5.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 400px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 391px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.    Aktivasi keanggotaan. Caranya, buka email anda dan klik link konfirmasi yang dikirimkan ke Inbox anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.    Kemudian LOGIN di Peoplestring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.    Untuk mendapatkan $1.50 secara langsung dari Peoplestring, klik MAILBOX-CASHBOX, ada di halaman Home Peoplestring Anda, kemudian isi/jawab 30 pertanyaan. Andaipun jawaban salah tidak mempengaruhi hasil $ 1.50 kita sebagai pendapatan awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.    Selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Catatan Penting!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa undang teman2 Anda utk ikut gabung. setiap teman yg gabung berarti $0.5 buat pendapatan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam undang teman jangan lupa tempel Link Account Anda, misalnya: &lt;a href="http://www.peoplestring.com/?u=cakrabirawa"&gt;http://www.peoplestring.com/?u=cakrabirawa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;CARA UNDANG TEMAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermacam-macam cara mengundang teman, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Melalui Aplikasi Facebook, personal dan Group&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Milis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melalui email yang aplikasinya telah disiapkan oleh Peoplestring (di sini tidak perlu menempelkan Link Account Anda, karena otomatis ditempelkan oleh Peoplestring)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;CARA UNDANG TEMAN FACEBOOK DENGAN APLIKASI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Login di Peoplestring&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemudian aktifkan aplikasi Facebook Anda. Yakni klik link Facebook Anda yang ada di bagian kiri, di bawah Profil Peoplestring Anda. Tunggu loading sampai selesai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemudian arahkan mouse Anda ke halaman "Setting"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemudian klik "My Facebook Setting"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tunggu Loading selesai, lalu Klik CONNECT with Facebook&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketik email dan password Facebook Anda&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemudian klik CONNECT, tunggu sampai Loading selesai&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klik "Invite friend" di bagian kanan di atas foto profil teman2 FB Anda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klik foto profil teman FB Anda yg ingin diundang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selesai.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;CARA AMBIL LINK ACCOUNT PeopleString ANDA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Login di PeopleString, pakai Username dan Password Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik halaman "Invite"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini ada 2 Link Accout Anda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Add Just to String (hanya untuk String):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.peoplestring.com/?u=cakrabirawa"&gt;http://www.peoplestring.com/?u=cakrabirawa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Add to String and as a Friend (untuk String dan sebagai teman):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.peoplestring.com/?f=cakrabirawa"&gt;http://www.peoplestring.com/?f=cakrabirawa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copy Link Accont PeopleString Anda lalu tempel setiap Anda mengundang teman dan mempromo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PENYEBAB PENDAPATAN DI-PENDING&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab ditundanya (pending) pendapatan $ 0.50 per-referral, dan pendapatan $ 1.5 Awal Survey:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman yang kita undang dan telah Sign Up belum mengaktivasi keanggotaannya. Setiap teman yang telah Sign Up Peoplesting akan mengirim konfirmasi ke alamat email yang didaftarkan. Kita dan teman kita harus mengaktivasi keanggotaannya. Caranya: Sesudah kita dan teman kita mengisi formulir (Sign up), harus cek inbox di alamat email yg didaftarkan, lalu klik Link aktivasi/konfirmasi. Kemudian Login di Peoplestring pakai Username dan Password yg telah kita daftarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menerima pembayaran awal senilai $ 1.5, kita juga teman kita harus mengisi/menjawab pertanyaan di Kotak CASHBOX  Awal SURVEY. Caranya, klik MAILBOX-CASHBOX yang ada di halaman muka Peoplestring, lalu isi pertanyaan2 di situ sampai pertanyaan yg terakhir, jawaban salah tidak apa2, tidak mempengaruhi pendapatan awal kita $ 1.5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SISTEM PEMBAYARAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peoplestring membayar kita melalui Account PayPal, yang kemudian ditransfer ke No Rek Bank kita. Daftar ke PayPal Gratis tanpa harus memiliki Credit Card. Bisa langsung dihubungkan ke No Rek Bank kita. Sekarang PayPal sudah punya akses ke hampir semua Bank di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://komering.com/article/36345/berburu-dollar-dari-people-string-gratis.html"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-6519549846884389106?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/6519549846884389106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/berburu-dolar-dengan-peoplestring.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/6519549846884389106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/6519549846884389106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/berburu-dolar-dengan-peoplestring.html' title='Berburu Dolar Dengan PeopleString'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_fvNI-DfAGps/TFJM65bUq1I/AAAAAAAAAiY/MxvS-qtCjYg/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-8650957281268966787</id><published>2010-08-17T22:45:00.004+07:00</published><updated>2010-09-03T00:04:03.796+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kapan Kita Merdeka Dari Kemiskinan ?</title><content type='html'>Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 merupakan awal mula kita sebagai bangsa yang berhasil mematahkan belenggu penjajahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kita coba nyalakan kembali setiap tahun adalah semangat dan solidaritas yang mendorong para pejuang mewakafkan diri agar anak-cucunya dapat hidup sebagai manusia merdeka. Oleh karena itu, suasana Agustusan kali ini sepatutnya kita isi dengan merenungkan kembali makna sesungguhnya ”kemerdekaan” yang diproklamasikan dan menempatkannya dalam konteks Republik dewasa ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tidak tersangkal bahwa hari ini mungkin sampai separuh saudara kita masih miskin karena digolongkan poor atau near-poor. Diketahui juga selama ini pemerintah pusat telah menunjukkan political will yang besar, diindikasikan oleh laju pertumbuhan anggaran untuk menanggulangi kemiskinan. Program bantuan langsung tunai dinilai cukup berhasil membantu meringankan beban rakyat, sementara Presiden berulang kali mengimbau agar strategi pertumbuhan diselaraskan dengan tujuan-tujuan menciptakan kesempatan kerja dan berusaha serta penanggulangan kemiskinan. Namun, kemiskinan seakan tidak bergeming, padahal kita sudah pernah meraih prestasi gemilang dalam penanggulangan kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa sekarang ini kelihatannya upaya kita kurang efektif? Adakah pelajaran yang dapat ditarik dari pengalaman dahulu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengakuan sang arsitek, Profesor Widjojo Nitisastro, keberhasilan pengurangan kemiskinan dahulu didukung tiga faktor utama. Pertama, program padat karya yang meluas dan berkelanjutan. Kedua, kaum miskin diikutsertakan dalam pertumbuhan melalui perbaikan mendasar pada bidang pendidikan, kesehatan, investasi, dan infrastruktur. Ketiga, pertumbuhan penduduk yang turun dengan tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ketiga faktor utama tersebut, ada pesan penting yang masih sangat relevan untuk diperhatikan hingga saat ini, yaitu ”perlu adanya komitmen yang sungguh-sungguh untuk mencapai sasaran pengurangan penduduk miskin. Komitmen tersebut harus nyata, bukan sekadar mode yang ikut-ikutan pada perdebatan-perdebatan mengenai pembangunan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tataran global, entakkan tri-petaka—perubahan iklim, melonjaknya secara cepat harga pangan dan energi, serta krisis finansial—yang dikhawatirkan sebenarnya masih terus berlangsung merupakan peringatan alam kepada kita bahwa manusia, dengan mendewakan pertumbuhan, telah meninggalkan nilai-nilai esensial kelangsungan peradaban. Setelah beberapa dasawarsa Indonesia mengalami pertumbuhan yang seakan ajaib, sentakan krisis Asia menyingkapkan bahwa pertumbuhan kita selama ini belum memiliki landasan yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketimpangan penguasaan aset konvensional tanah, dengan lebih dari 45 persen tanah dimiliki oleh 11 persen rumah tangga, dan aset kontemporer tingkat pendidikan, dengan lebih dari 76 persen petani tidak lulus SD, menunjukkan bahwa pembangunan kita selama ini tidak berpihak kepada wong cilik. Perlu disadari bahwa kita belum merupakan bangsa dengan kehidupan yang cerdas, selagi masih membiarkan rakyat terus miskin sehingga mereka menjadi beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pelajaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati kita kini hidup dalam alam demokrasi dan otonomi dengan pemekaran daerah, yang kadang kebablasan, sepantasnya kita dapat menarik pelajaran dari semua pengalaman pahit perjalanan bangsa. Terlihat jelas bahwa jalur pembangunan yang sudah kita lalui merupakan hasil penjerumusan kekuatan-kekuatan kapitalis tanpa landasan nilai-nilai moral. Selama ini kita terlena oleh janji-janji bahwa paradigma pro-growth kelak akan memakmurkan semua melalui proses trickle-down. Namun, kini, malah tokoh arus utama Profesor Emil Salim yang mengakui bahwa pertumbuhan tak serta-merta menciptakan lapangan kerja dan berusaha, apa lagi menanggulangi kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini mendesak kita untuk mengubah paradigma pembangunan kita agar benar-benar pro-poor. Rakyat miskin yang paling memahami keadaannya. Oleh karena itu, adalah lebih tepat memosisikan rakyat sebagai pelaku utama penanggulangan kemiskinan di bawah naungan pemerintahan kabupaten/kota. Langkah yang akan paling efektif dalam membangun landasan bagi manusia Indonesia yang mandiri adalah mendahulukan keadilan atau growth through equity, melalui pembagian lahan negara kepada rakyat, pengucuran kredit kepada pengusaha kecil, dan pengalihan sebagian saham korporasi kepada karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazhab yang mengutamakan kemanusiaan adalah pendukung paradigma people-driven, yang menganjurkan agar semua kebijakan yang disusun, kelembagaan yang dibangun, teknologi yang dirakit maupun diambil alih, ditentukan oleh komposisi kebutuhan dan kemampuan rakyat, semuanya bermuara pada pemulihan harkat dan martabat seluruh rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlandaskan paradigma ini, kita mencoba menemu-kenali kendala yang menghadangnya melalui diskursus setara dengan para warga miskin, dan bersama-sama merakit tangga yang dapat digunakan untuk melepaskan diri dari kendala tersebut. Anak tangganya mengikuti urut-urutan pembangunan bangsa yang benar, yaitu KB, mencukupi kebutuhan pangan dan gizi, pelayanan kesehatan yang menjangkau dan terjangkau, pendidikan yang menjawab tantangan lokal, serta infrastruktur dan kelembagaan yang menyenyawakan perekonomian rakyat dengan perekonomian korporasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Komitmen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah mendapatkan komitmen sungguh-sungguh untuk mencapai sasaran penanggulangan kemiskinan. Komitmen seperti itu hanya dapat dibangun atas solidaritas terhadap sesama dan keberpihakan kepada yang terpinggirkan. Ia tidak hadir dengan sendirinya, tetapi biasanya muncul tatkala terinspirasi oleh lingkungan, mulai dari orangtua, guru, hingga kepada pemimpin formal dan tokoh masyarakat. Solidaritas dan keberpihakan tumbuh subur manakala dibina dan dipupuk melalui keteladanan dalam kebajikan yang didorong oleh kemampuan melintasi kepentingan diri sendiri yang lahir dari hati-nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini kita memperingati pengorbanan para pendahulu dalam suasana Ramadhan, saat kita berusaha menyucikan diri untuk dapat kembali pada fitrah kemanusiaan kita. Mari kita hidupkan kembali roh bulan ini dengan menjiwai solidaritas keberpihakan terhadap kaum miskin yang dipesankan Nabi Muhammad SAW melalui demikian banyak instrumen ekonomi guna dapat berperan serta dalam penanggulangan kemiskinan, seperti zakat, infak, sedekah, wakaf, dan fidyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun di negeri kapitalis jauh di sana, kita mendengar tentang gerakan yang dipelopori orang kaya-raya, seperti Bill Gates dan Warren Buffett, yang telah menyumbangkan lebih dari Rp 1.380 triliun ke badan amal. Kini mereka sedang giat membujuk orang-orang kaya lainnya agar rela menyumbangkan separuh kekayaan mereka kepada saudaranya yang masih kurang berkemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati para politisi masih asyik mendahulukan diri, pemerintah kita sudah memperlihatkan komitmen politiknya. Berapa lama lagi kita akan menunggu sampai miliarder di negeri Pancasila yang sarat simbol-simbol agamis ini tampil menghibahkan separuh hartanya? Maukah kita mendahului memberikan makna kepada kata ”Merdeka!” dengan mendengarkan hati nurani dan merelakan sebagian milik kita agar saudara kita dapat juga merebut kemerdekaannya dari kemiskinan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;HS Dillon (Kepala Badan Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Nasional, 2001)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://okefarid.wordpress.com/2010/08/16/kapan-merdeka-dari-kemiskinan/"&gt;Link Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-8650957281268966787?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/8650957281268966787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/kapan-merdeka-dari-kemiskinan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/8650957281268966787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/8650957281268966787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/kapan-merdeka-dari-kemiskinan.html' title='Kapan Kita Merdeka Dari Kemiskinan ?'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-6131689109053962610</id><published>2010-08-17T22:40:00.002+07:00</published><updated>2010-09-03T00:03:31.823+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kemiskinan Merajalela</title><content type='html'>Pertambahan usia sebuah negara bukan jaminan atas tercapainya kesejahteraan, ketahanan, dan kedaulatan bangsa itu. Yang terjadi, terkadang justru sebaliknya. Negara terus bertambah usianya, tetapi ketahanan, kemakmuran, serta kedaulatannya justru semakin melemah. Saat memperingati hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke-65, hari ini, kita khawatir kondisi itulah yang tengah berlangsung pada bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama para founding fathers jelas dan tegas, yakni membentuk negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Pertanyaannya, sudahkah sasaran itu tercapai saat kita memperingati hari ulang tahun kemerdekaan republik ke-65, hari ini?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ini pertanyaan retoris. Sebuah pertanyaan yang tentu saja tidak membutuhkan jawaban, karena semua warga bangsa ini telah memastikan bahwa jawabannya adalah: belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Indonesia merdeka itu belum tercapai, bahkan masih jauh perjalanan menuju ke sana. Yang justru tengah berlangsung adalah sebuah paradoks. Usia negara dan bangsa ini semakin bertambah, namun kondisinya semakin lemah dan mengkhawatirkan. Setiap hari, kita menyaksikan berlangsungnya degradasi kualitas kehidupan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang ekonomi, rakyat tidak semakin sejahtera, sebaliknya justru semakin sengsara. Pemerintah merilis angka-angka ekonomi makro yang menggembirakan, namun pada kenyataannya, rakyat semakin sulit memenuhi kebutuhan hidup, akibat daya beli yang terus merosot, sedangkan harga-harga terus melambung. Kasus bunuh diri akibat kesulitan ekonomi telah banyak bermunculan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keresahan sosial yang terpendam bagai bisul yang menunggu pecah pun sepatutnya diantisipasi akibat semakin banyak dan meluasnya anak bangsa ini yang menganggur karena negara gagal menciptakan lapangan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar bebas yang semestinya menjadi anugerah, berbalik menjadi bencana, karena negara tidak berperan menguatkan pelaku pasar nasional. Dominasi produk asing di pasar domestik pun menjadi kelaziman. Ketahanan ekonomi menjadi kian rapuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang politik dan ketatanegaraan, penyalahgunaan kekuasaan berlangsung semakin parah dengan maraknya politik transaksional. Sementara skandal-skandal besar yang merugikan rakyat kian mudah ditenggelamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakpatutan dalam tata pemerintahan pun terjadi. Belum pernah terjadi sebelumnya, seorang jaksa agung digugat keabsahannya oleh seorang terdakwa tanpa bisa berbuat apa pun. Belum pernah pula terjadi seorang kapolri menghilang dengan penjelasan yang saling bertentangan, setelah absen dalam acara pelantikan pejabat teras kepolisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, hak konstitusional warga untuk beragama, mengalami kemunduran yang dahsyat. Negara yang seharusnya melindungi hak konstitusional warga, malah lari dari tanggung jawab, dengan melakukan pembiaran terjadinya kekerasan terhadap pemeluk agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah salah satu negara dengan wilayah, penduduk, dan modal keragaman sosial-budaya terbesar di dunia. Dengan potensi itu mengapa kita justru kehilangan makna sebagai bangsa yang merdeka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuncinya terletak pada kepemimpinan. Karena itu, menjadi tantangan bagi seluruh komponen bangsa melahirkan pemimpin sejati yang mampu membangkitkan seluruh potensi besar bangsa ini untuk mencapai cita-cita kemerdekaan. Bukan pemimpin yang membiarkan Indonesia menjadi negara yang gagal. Dirgahayu NKRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/nazwar.nazaruddin"&gt;Link Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-6131689109053962610?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/6131689109053962610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/kemiskinan-merajalela.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/6131689109053962610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/6131689109053962610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/kemiskinan-merajalela.html' title='Kemiskinan Merajalela'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-5560218607188673869</id><published>2010-08-17T02:25:00.002+07:00</published><updated>2010-09-03T00:03:16.892+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Renungan 17 Agustus: Apakah Kita Sudah Merdeka ?</title><content type='html'>Maafkan saya jika saya satu-satunya yang tidak mengucapkan “Happy Independence Day” hari ini ataupun berteriak lantang, “MERDEKA!!!” maupun ikut-ikutan memakai lambang merah-putih sebagai tanda solidaritas dan keikutsertaan saya dalam gerakan trendy “Indonesia Unite” yang belakangan ini begitu marak dan penuh bangga diserukan. Pasalnya, saya tidak merasakan adanya kemerdekaan di negeri yang begitu cantik ini. Dan saya tidak mengerti definisi kemerdekaan macam apa yang dianut oleh kalian semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, definisi berikut ini sama sekali tidak masuk akal sehat saya, yakni bahwa kita telah “merdeka” dari para penjajah selama 65 tahun. Karena begitu definisi itu diberikan kepada saya, muncul pertanyaan berikutnya: siapa para penjajah itu? Dan kalian pun akan menjawab, “Belanda dan Jepang”. Lagi-lagi jawaban itu akan memicu pertanyaan lain: tapi bukankah justru sekarang makin banyak sumber daya alam kita yang sebagian besar dikuasai bangsa asing – Amerika yang telah mengerek timah, emas dan beragam logam mulia kita, Jepang dengan usaha raksasa budidaya mutiaranya di pesisir Maluku Selatan yang kemudian mereka akui sebagai milik mereka dan mereka pajang di Mikimoto Pearl Island, Cina yang telah menjadi surga penyelundupan kayu dan satwa langka kita, belum lagi Australia, Jerman, Perancis, Belanda, Inggris dan berbagai bangsa lain yang datang dalam berbagai bentuk dan upaya, untuk kembali menguasai setiap sudut dari negeri ini? “Oh, itu lain,” dalih kalian. “Itu merupakan bentuk-bentuk perdagangan global – global trade – bukan penjajahan.” Begitukah?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jangan salah, saya bukan orang yang anti-Eropa atau anti-Jepang atau anti-Cina atau anti-apapun juga. Laptop yang saya pakai untuk mengetik artikel inipun adalah buatan negara Paman Obama, bermerek Dell. Lemari es, AC, water dispenser, kompor, microwave dan bahkan mobil saya adalah buatan Negeri Sakura. Begitu pula kamera kesayangan saya, Canon D10 yang anti-air, anti-beku dan anti-guncangan, adalah produk Jepang. Benda-benda lain buatan Italia, Cina, Jerman, Inggris dan Perancis juga ada di rumah saya. Belum lagi kosmetik dan beragam aksesori serta pernak-pernik fesyen yang saya miliki. Hampir semuanya buatan asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itulah. Sebagian besar benda-benda itu saya beli karena kualitasnya yang sangat baik dan pelayanan pasca penjualannya (after-sales service) yang memuaskan. Intinya, kita sama sekali tidak tahu (atau tidak mau tahu) bagaimana caranya mengelola negara kita yang kaya raya ini, mengambil hasilnya dengan berkelanjutan tanpa menghadapkan generasi mendatang pada masalah-masalah lingkungan, memproduksi barang-barang berkualitas tinggi, dan melayani konsumen – baik sebelum maupun sesudah membeli barang – secara profesional dan memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jadi ternyata kita BELUM MERDEKA DARI KEBODOHAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lebih suka menjual materi mentah berupa kayu ke luar negeri, yang kemudian disulap dengan begitu cantiknya oleh para produsen mebel di sana, diberi merek dan diekspor kembali ke negara kita untuk kita beli lagi dalam harga yang begitu tinggi. Kita lebih suka mengirim materi mentah berupa kayu manis ke luar negeri, yang kemudian diracik menjadi makanan lezat seperti cinnamon roll yang diakui orang Eropa sebagai “penganan khas” mereka. Padahal, tanpa kayu manis dari Indonesia, namanya mungkin hanya “roll” saja. Kita lebih suka mengekspor materi mentah berupa daun teh ke luar negeri, yang kemudian menjadi favorit Ratu Inggris. Favoritisme ini dijadikan nilai jual yang luar biasa dan tentunya, kita di Indonesia pun berebut membelinya demi gengsi, tanpa sadar bahwa daun teh tersebut sesungguhnya berasal dari kawasan perkebunan asri di selatan Bandung sana. Terlalu banyak contoh-contoh lainnya yang tak mungkin saya sebutkan satu per satu. Sumber daya alam kita hanya sekedar “numpang tumbuh” dan “numpang terbenam” di jajaran kepulauan ini, untuk nantinya dikuras habis demi memperkaya negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat kita – selain segelintir orang-orang kaya di kota besar – dapat apa? Tidak dapat apa-apa. Sebagian besar hanya bekerja sebagai buruh. Miskin, bodoh dan berpikiran sempit, mereka dengan mudah dipengaruhi dan diiming-imingi untuk menjual tanahnya, hutannya, ladangnya, sawahnya dan kebunnya. Mau bagaimana lagi? Percuma juga mengajarkan benefit jangka panjang akan kelestarian alam, jika perut mereka lapar, anak mereka harus sekolah, saudara mereka sakit keras dan malam-malam mereka gelap gulita tanpa listrik dan tanpa kemungkinan menembus batas antara si miskin dan si kaya. Benefit jangka panjang versus profit saat ini juga. Jelas profit yang menang. Dan itulah yang dipergunakan perusahaan-perusahaan besar untuk merampas kekayaan yang seharusnya diperuntukkan bagi kesejahteraan seluruh bangsa. Dan yang lebih menyedihkan lagi, kini perusahaan-perusahaan itu tidak lagi semuanya milik bangsa asing. Perusahaan Indonesia pun sekarang melakukan pola “penjajahan” yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, penjajahan itu kini dilakukan tak cuma oleh bangsa-bangsa asing yang sampai sekarang masih bercokol dan makin banyak di sini, melainkan juga oleh BANGSA KITA SENDIRI! Hanya saja bentuknya lain. Tidak lagi dengan todongan senjata dan kekerasan fisik, melainkan dengan intelektualitas tinggi. Intelektualitas yang seharusnya kita gunakan untuk menyejahterakan sesama, justru kita pakai untuk memperkaya diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jadi ternyata, kita BELUM MERDEKA DARI PENJAJAHAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, mari kita tengok angka pengangguran di negara ini, atau jumlah siswa-siswi di bangku sekolah, atau jumlah sarana dan tenaga medis, atau ketersediaan air bersih, listrik dan bahan makanan pokok di seluruh penjuru negeri. Pilih salah satu. Angka-angka itu tidak berteriak, “MERDEKA!” Sebaliknya, keluh lirih dan air mata pedih yang tercermin di sana. Mahalnya pendidikan dan layanan kesehatan yang menjadi HAK seluruh bangsa menjadi cermin keterpurukan kita, 65 tahun setelah kita… katanya… “merdeka”. Pelosok-pelosok tanpa air bersih yang memadai, aliran listrik dan bahan makanan pokok yang mencukupi menjadi cermin kemunafikan kita, 65 tahun setelah kita… katanya… “merdeka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jadi ternyata, kita BELUM MERDEKA DARI KEMISKINAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di tengah KEBODOHAN, PENJAJAHAN, dan KEMISKINAN itu, beberapa kelompok masih saja meributkan masalah pornografi dan konsumsi minuman beralkohol, yang semuanya dikaitkan dengan agama, dalam hal ini agama Islam. Jangan menuduh dulu. Saya juga tidak anti-Islam. Sebagian besar anggota keluarga saya beragama Islam. Tapi yang benar saja... Membahas baju apa yang layak dipakai, khususnya untuk kaum Hawa dan melarang penjualan alkohol di bulan Ramadhan? Untuk apa itu? Jadi, di luar bulan Ramadhan, umat Islam boleh minum alkohol? Bukankah seharusnya kalian yang mengaku Muslim memang tidak selayaknya mengkonsumsi alkohol, baik di bulan Ramadhan atau bukan? Bukankah tidak ada bedanya antara bar ditutup atau dibuka, karena seharusnya kalian TIDAK berada di sana? Jadi, kalau ke pantai kita-kita kaum wanita ini harus berbusana serba tertutup? Jadi, tanpa menutupi rambut dengan jilbab, kita tak bisa masuk surga? Kalau Tuhan memang sejahat itu, saya sih tidak mau lagi menyembahNya. Tapi saya yakin, Tuhan tidak jahat. Tuhan itu baik, dan karena Dia baik, dia pasti tertawa terpingkal-pingkal dengan cara manusia menerjemahkan keinginan-keinginanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jadi ternyata, kita BELUM MERDEKA DARI POLA PIKIR DOGMATIS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di tengah KEBODOHAN, PENJAJAHAN, dan KEMISKINAN itu, kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah makin tidak masuk akal. Peraturan-peraturan makin tidak masuk akal. Kewajiban masuk jam 6.30 pagi di Jakarta “untuk menghindari macet” itu sangat tidak manusiawi. Kurikulum yang begitu berat, tapi hanya menyentuh ilmu-ilmu di “permukaan” saja, sama sekali tidak mencerdaskan. Guru-guru yang tidak bertindak sebagai pendidik, melainkan sekedar mengajar agar dapur mengebul, sama sekali tidak mencerahkan. Sistem “Ujian Akhir Nasional” yang menerapkan standarisasi, padahal sekolah-sekolah kita maupun tenaga-tenaga pendidik kita sama sekali belum standar, adalah sebuah pelecehan intelektual. Anak-anak yang seharusnya kita pacu untuk suka belajar justru menjadi malas dan kian sering memberontak, berbohong, menyontek dan melakukan hal-hal lain untuk membuat hidup mereka di tengah ketololan bangsa ini lebih bisa ditoleransi. Dan untuk itu, mereka kita hukum. Aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jadi ternyata, kita BELUM MERDEKA DARI KEPICIKAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di tengah KEBODOHAN, PENJAJAHAN, dan KEMISKINAN itu, kalian… akhirnya… menyerukan gerakan “Indonesia Bersatu” atau “Indonesia Unite”. Saya bersama ini berterima kasih kepada para pelaku bom JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta, karena ternyata perlu tindakan sekeji itu untuk menyadarkan kita bahwa kita harus bersatu. Tidak semua orang mampu bertindak sekejam itu, tapi ternyata hanya kekejamanlah yang mampu membangunkan bangsa ini. Sebuah ironisme yang membuat saya geleng-geleng kepala takjub. Begitu pula saat negara tetangga kita, Malaysia, mengklaim batik sebagai hasil kreatifitas mereka. Tiba-tiba bangsa ini bangkit, marah luar biasa dan mulai mempromosikan, membeli dan mengenakan segala gaya batik pada setiap kesempatan. Saya bersama ini berterima kasih pada Malaysia, karena ternyata perlu sebuah tamparan yang memalukan untuk membangunkan kebanggaan bangsa ini terhadap kreasi seni dan budayanya sendiri. Sebuah ironisme yang membuat saya makin percaya bahwa mungkin memang sudah seharusnya kita dikejami dan dilecehkan, karena hanya kekejaman dan pelecehan yang NYATA yang sepertinya mampu membangunkan kita. Kalau begitu, bukankah sebaiknya kita kembali dijajah saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, maafkan saya jika saya satu-satunya yang tidak mengucapkan “Happy Independence Day” hari ini ataupun berteriak lantang, “MERDEKA!!!” maupun ikut-ikutan memakai lambang merah-putih sebagai tanda solidaritas dan keikutsertaan saya dalam gerakan trendy “Indonesia Unite” yang belakangan ini begitu marak dan penuh bangga diserukan. Karena menurut saya, kita BELUM MERDEKA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://life-elements.blogspot.com/2009/08/renungan-17-agustus-apakah-kita-sudah.html"&gt;Link Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-5560218607188673869?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/5560218607188673869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/renungan-17-agustus-apakah-kita-sudah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/5560218607188673869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/5560218607188673869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/renungan-17-agustus-apakah-kita-sudah.html' title='Renungan 17 Agustus: Apakah Kita Sudah Merdeka ?'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-925180833937174144</id><published>2010-08-17T02:04:00.003+07:00</published><updated>2010-09-03T00:02:55.502+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Solusi'/><title type='text'>Memerangi Kemiskinan Dan Pengangguran</title><content type='html'>TAHU-TAHU&amp;nbsp; mereka, para capres putaran I dan putaran II, menjadi populis. Seolah-olah melepaskan diri dari paham kaum mainstream dan ramé-ramé, bergabung dengan kaum strukturalis. Tahu-tahu mereka bicara keras dan berjanji memerangi kemiskinan dan pengangguran (ketertindasan dan keterhinaan) sebagaimana kaum strukturalis bertitik tolak dalam membangun ekonomi, sebagaimana kaum strukturalis menuding teori ekonomi dan model pembangunan ekonomi yang tidak berorientasi pada paham dan ideologi kerakyatan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mereka seolah-olah menjadi penganut Hatta yang berjuang melalui pembelaannya di Pengadilan Den Haag tahun 1928 yang diberi judul "Indonesia Merdeka". Mereka seolah-olah menjadi pendukung ide marhaenisme Soekarno yang berjuang membela wong cilik dalam pengadilan Bandung 2 tahun kemudian (1930) dengan pembelaannya yang berjudul "Indonesia Menggugat". Kedua founding fathers itu kita kenal sebagai kaum "strukturalis awal", yang sadar akan ketimpangan-ketimpangan struktural dalam kehidupan sosial-ekonomi bangsa terjajah, yang menyusun kemerdekaan Indonesia berdasar ideologi kerakyatan, yang dengan bahasa sekarang kita menyebutnya sebagai doktrin populisme (lihat artikel saya, Suara Pembaruan, 23 September 1994).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula para ekonom mainstream yang semula antipaham populis, yang propasar habis-habisan, buru-buru ikut mendukung para Capres, ikut-ikutan bicara tentang prioritas memberantas kemiskinan dan pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Masalah Utama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam pikiran para pendiri Republik ini menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan bukanlah upaya residual. Artinya kemiskinan dan pengangguran tidak boleh sekadar menjadi upaya "anak bawang" atau "the left-over", yang baru dipikirkan setelah yang lain-lain beres dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, kemiskinan dan pengangguran adalah masalah substansional, masalah utama yang mendasar, yang sejak awal perencanaan pembangunan harus ditetapkan sebagai target nasional utama. Kaum ekonom Indonesia umumnya, dengan ciri bawaannya sebagai neoklasikal atau class-room economists, justru menempatkan kemiskinan dan pengangguran sebagai target derivatif, sekadar residu dari target pertumbuhan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak lima capres yang lalu mulai menyadari tuntutan masyarakat akan betapa mendesaknya pengentasan rakyat dari kemiskinan dan pengangguran, yang sempat telah menumbuhkan kebringasan, brutal dan berperangai ancaman, tak pelak mengangkat kemiskinan dan pengangguran sebagai tema utama dalam pameran-pameran keunggulan masing-masing capres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu slogan kampanye mereka ini ada yang hanya bersifat slogan atau gincu pinang di bibir merah, atau sekadar kelatahan imitatif hampa substansi. Namun kita tahu ada pula yang tulus, bertitik tolak dari tanggung jawab moral dan komitmen ideologis, bahwa pembangunan nasional adalah proses humanisasi, proses pencerdasan hidup rakyat (bukan sekadar pencerdasan logika dan memori).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lawan utama dari bertitik tolak substansial (nonresidual) adalah "pasar-bebas". Fundamentalisme pasar (market fundamentalism) dan kaum fundamentalis pasar (market fundamentalists) Indonesia, sebagaimana sering "ketrucut" (terlepas diucapkan) telah menegaskan sikap mereka yang antipopulis tatkala tokoh mainstream di zaman Presiden Wahid menyarankan paket kebijakan pemulihan ekonomi: Katanya kalau ekonomi mau pulih kita tidak boleh berpendekatan populis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dua kesalahan terjadi sekaligus bila dikaitkan dengan gawatnya pengangguran dan kemiskinan. Kemiskinan dan pengangguran yang laten dan makin poten adalah masalah ketimpangan struktural (bukan sekadar masalah hitung-hitungan RAPBN), lebih merupakan masalah titik tolak dalam pemikiran pembangunan daripada sekadar masalah cita rasa dalam geser-menggeser prioritas, lebih merupakan masalah strategi dasar daripada sekadar masalah pendekatan. Yang diperlukan oleh bangsa kita adalah reformatory economic recovery (bukan sekadar economic recovery), yakni pemulihan ekonomi reformatif agar bisa sesuai dengan cita-cita UUD 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal kemerdekaan, bahkan sejak UUD 1945 dipersiapkan, kita telah menempatkan rakyat sebagai subjek terhormat dalam sistem ekonomi Indonesia. Rakyatlah yang kita bangun, bukan ekonominya an sich. Ini sesuai dengan dasar dan ideologi kerakyatan yang menyertai tekad untuk Merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, satu-satunya pasal mengenai perekonomian (Pasal 33 UUD 1945) diletakkan di Bab XIV UUD 1945 yang judulnya "Kesejahteraan Sosial". Dengan kata lain, perekonomian mau diapakan saja (sesuai ayat-ayatnya), "diotak-atik" mana-suka, ujung-ujungnya harus membuahkan "kesejahteraan sosial". (UUD 2002 mengubah judul Bab itu menjadi "Perekonomian dan Kesejahteraan Sosial", menunjukkan telah terjadinya suatu pereduksian makna dan/atau kedangkalan pemahaman mengenai cita-cita dari para perumusnya di MPR).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu pula, kita menetapkan Pasal 27 (Ayat 2): "...Tiap-tiap warganegara berhak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan...". Inilah yang ada di UUD 1945. Bahwa pertumbuhan ekonomi (GDP) itu penting, adalah sesuatu yang dengan sendirinya harus demikian untuk mengisi Pasal 27 (Ayat 2) itu. "Pekerjaan" dan "penghidupan yang layak bagi kemanusiaan" (antipengangguran dan kemiskinan) inilah yang substansial (sekali lagi tidak residual). Manusianyalah yang dibangun, bukan ekonominya semata-mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menabur Janji&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa hebatnya menabur janji memerangi kemiskinan dan pengangguran, tokh ini pesan konstitusional yang tentu tidak bisa ditawar? Apakah ini suatu perlombaan untuk berani keluar dari pakem ekonomi usang, yang mereka belum tentu paham tapi sempat mereka gandrungi? Apakah ini justru suatu kesadaran dan pengakuan tulus untuk back-to-basics bahwa bukan kabinet atau presiden yang harus ramah-pasar, tetapi sebaliknya pasarlah yang harus ramah kepada rakyat, ramah kepada kepentingan nasional (memberantas kemiskinan dan pengangguran) itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara Pasal 33 dan Pasal 27 (Ayat 2) dengan pasar-bebas tidak sepenuhnya bisa akur, bahkan secara ideologis dan teoretik-empirik banyak bertentangan, tidak mudah dirukunkan. Pasar memang tidak harus dimusuhi, tetapi pasar tidak bisa dijadikan berhala baru. "Daulat pasar" tidak bisa dibiarkan menggusur "daulat rakyat". Kalau saja ada cukup ruang di Suara Pembaruan ini, tentu akan saya eksposekan tanggung jawab saya dalam berpendirian demikian secara akademik-ilmiah. Namun akan saya kutibkan tokoh-tokoh besar Barat terkemuka (penyandang penghargaan Nobel) yang menegaskan perlunya kita mewaspadai pasar-bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Stiglitz penyandang penghargaan Nobel, juga nama Thurow mantan Dekan pada MIT, yang sedang tenar di kalangan ekonom Indonesia. Ini saya kutipkan untuk mengakomodasi sikap mereka yang biasanya "lunak" (baca: subdued) dalam menerima pandangan orang-orang Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Stiglitz mengenai globalisasi (2002): "... sebenarnya banyak pihak keadaannya telah menjadi lebih buruk ... banyak kesempatan kerja hilang dan kehidupannya telah menjadi makin tidak pasti. Pembangunan akan terus menciptakan kemiskinan dan ketidakstabilan ... terkikisnya kebudayaan .... Tanpa adanya reformasi maka dampak balik yang telah ditimbulkannya akan terus memuncak serta ketidakpuasan atas adanya globalisasi akan terus meningkat... Cara bagaimana globalisasi telah diatur ... perlu secara radikal dipikir ulang ...".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Thurow menegaskan (2002): "... Dalam hal kegiatan investasi, maka kapitalisme sangat terarah dan sangat memberi batasan. Hanya kegiatan investasi, yang teruji dapat menciptakan net present value positif sajalah yang dapat dilaksanakan, sedangkan segala kegiatan investasi yang menciptakan net present value negatif harus dihentikan. Pasar-bebas diadakan untuk dapat menegakkan pelaksanaan prinsip-prinsip yang diharuskan oleh teori ekonomi ... Kapitalisme muncul dengan berbagai penyakit genetik yang telah tertanam di dalamnya...".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada buku terkenal yang saya nilai harus dibaca oleh semua mahasiswa ekonomi, yang menjelaskan betapa ilmu ekonomi (economics) dan ekonomi pembangunan (development economics) sudah saatnya ditinjau kembali, bahkan direvisi dan direformasi, (lihat Gerald Meir dan Joseph Stiglitz, editors, rontiers of Development Economics, Oxford Univesity Press, 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini berisi kontroversi tentang peran pasar-bebas, yang ditulis oleh tokoh-tokoh besar yang telah meniti perjalanan development economics selama 50 tahun ke belakang dari dua generasi pemikir dan sekaligus membentangkan tantangan-tantangan masa depan yang harus diperhatikan oleh generasi pemikir masa depan, menampilkan tulisan beberapa penerima Nobel Ekonomi seperti Lawrence Kein, Douglas North, Paul Samuelson, Amartya Sen, Robert Solow serta beberapa pionir terkemuka dalam development economics seperti Sir Hans Singer, Gerald M. Meier, Hla Myint, WW Rostow, Arnold Harberger).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Telah Berubah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak Ilmu Ekonomi Adam Smith (1723-1790) sebagai "nabi" bagi kaum market fundamentalists, bila masih hidup boleh kaget melihat bahwa teori invisble hand-nya (tangan tak kelihatan atau pengaturan otomatis oleh pasar), telah berubah menjadi the dirty hand. Pasar ngobok-obok orang miskin dan lemah, pasar ngobok-obok penentu kebijakan dan memperjualbelikan politisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari apa yang dikatakan Thurow, Amartya Sen, Stiglitz dan lain-lain yang memihak pada pemerataan dan keadilan ekonomi; terlepas dari IMF, Bank Dunia dan Washington Consensus yang neoliberalistik dan pro pasar (antisubsidi, antiproteksi dan antipopulisme); biar sajalah semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya bagi Indonesia Pasal 33 dan Pasal 27 (Ayat 2) itulah yang harus kita anut, dan itu tidak salah dari segi moralitas ilmu ekonomi, bahkan tepat dari segi teori baru ekonomi, apalagi dari segi ideologi. (Macam ini pula yang dikatakan oleh Revrisond Baswir tatkala ia memprotes penjualan Indosat dan di situ saya menegaskan pula penjualan Indosat yang berdasar norma-norma pasar-bebas neoliberalistik adalah suatu "high treason").&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah keliru besar, apabila suatu kejahatan konstitusional dan kejahatan moral (yang impeachable) bila kita menggusur orang miskin dan tidak menggusur kemiskin-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sri-Edi Swasono (Penulis adalah Guru Besar FEUI, pengarang buku Ekspose Ekonomika, UGM, 2004)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.suarapembaruan.com/News/2004/09/22/index.html"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-925180833937174144?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/925180833937174144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/memerangi-kemiskinan-dan-pengangguran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/925180833937174144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/925180833937174144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/memerangi-kemiskinan-dan-pengangguran.html' title='Memerangi Kemiskinan Dan Pengangguran'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-5204092462154031337</id><published>2010-08-17T01:57:00.002+07:00</published><updated>2010-09-03T00:02:38.954+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Sudah Merdeka-kah Kita ?</title><content type='html'>Apakah kita sudah merdeka. Mungkin jawaban ini seluruh orang bisa menjawabnya karena sudah diproklamirkan oleh Bapak Ploklamator kita. Secara tertulis memang kita sudah merdeka. Namun, secara realita kesehariannya kita masih belum 'merdeka'.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bukti kita belum merdeka secara utuh:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kita masih belum bebas menggunakan Bahasa Indonesia di Negara sendiri. Dengan bukti banyaknya perusahaan asing yang berdiri di Indonesia mewajibkan semua pekerja yang akan dan berkerja di perusahaan tersebut menggunakan Bahasa Asing. Seharusnya Indonesia mengatur mereka bukan mereka mengatur Indonesia. Semestinya pemerintah bisa menerapkan peraturan semua usaha yang berdiri atas modal asing di Indonesia diwajibkan menggunakan Bahasa Indonesia. Ini merupakan suatu bukti kita masih terjajah. Kita tidak bebas menggunakan Bahasa Indonesia di negara sendiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kita masih terjajah secara ekonomi. Ini dilihat dari sistem perdagangan kita. Barang atau sumber daya alam yang nomor 1 (satu) diekspor ke luar negri. Kualitas nomor 2 (dua) itu yang dikonsumsi oleh Indonesia. Bagaimana kita akan menjadi masyakat yang sehat, cerdas, kalau yang dimakan yang kualitas jelek.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Pepatah yang cocok buat negeri ini adalah 'ayam mati di lumbung padi'. Kita memiliki semuanya tapi kita tidak bisa menikmatinya. Pemerintah bukan lagi pengayom masyarakat tapi preman pasar yang sedang meminta upeti kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa bedanya. Dulu kita dijajah bangsa asing, dan sekarang dijajah oleh bangsa sendiri. Apakah ini yang dinamakan merdeka. Salah satu akibat dari persoalan di atas:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Banyaknya pengangguran di mana mereka terhalang dengan namanya Bahasa Asing yang tidak memenuhi syarat. Kita bisa berguru ke Negeri Sakura di mana mereka menerapkan bahasa mereka dalam berbagai aspek kehidupan dalam bernegara.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Banyaknya para pencari kerja mengharapkan bisa menjadi PNS. Karena, itulah satu-satunya pekerjaan yang tidak meminta syarat banyak. Banyak hal lagi yang tidak saya sampaikan dalam tulisan ini. Mungkin suatu saat pemerintah kita bisa menyelesaikan semua permasalah yang melanda bangsa ini.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;a href="http://us.suarapembaca.detik.com/read/2010/08/16/103433/1421082/471/merdekakah-kita"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-5204092462154031337?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/5204092462154031337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/sudah-merdeka-kah-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/5204092462154031337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/5204092462154031337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/sudah-merdeka-kah-kita.html' title='Sudah Merdeka-kah Kita ?'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-5207692349636312441</id><published>2010-08-17T01:51:00.002+07:00</published><updated>2010-09-03T00:01:59.784+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kemerdekaan Yang Terbelenggu (Refleksi 65 Tahun Indonesia Merdeka)</title><content type='html'>&lt;i&gt;Ditulis Oleh Suparman HL&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini sering kali kita dengar, “Sudahkah kita merdeka?” Jika penulis diminta menjawab pertanyaan di atas, maka penulis mempunyai dua jawaban, yaitu “ya, sudah merdeka” tapi juga jawaban lain “belum merdeka sepenuhnya”. Tergantung dari mana pemahaman kita tentang kata “merdeka” itu sendiri. Tapi jika kemerdekaan yang dimaksud dikaitkan dengan kemerdekaan yang mencakup seluruh segi kehidupan manusia, maka secara hakiki kita belum merdeka sepenuhnya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Coba kita lihat bagaimana banyaknya anak bangsa yang terbelenggu oleh kezaliman dan kekerasan dunia ini, terjajah oleh dosa amoral, diperbudak oleh narkoba, dan didera oleh kemiskinan dan pengangguran. Belum lagi keadilan dan kebenaran yang dijungkirbalikkan, sehingga penjajahan supremasi hukum ada di mana-mana. Dimana Makna Kemerdekaan? Apa makna kemerdekaan sebenarnya? Pertanyaan ini sulit dijawab namun bisa kita renungkan setidaknya dari terjemahan, tafsiran dan analogi kata merdeka itu sendiri. Kata merdeka merupakan serapan dari bahasa Sansekerta mahardhika, dalam bahasa Arab kita kenal daulat dan dalam bahasa Inggris adalah independent.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Arab kata daulah mula-mula berarti beredar/berkelilingnya para raja di antara rakyatnya ditempat tertentu. Kemudian mengalami pergeseran makna, sehingga dikatakan daulatu fulan (daulahnya si polan), yang berarti sebuah masa atau tempat yang menunjukkan adanya tanda-tanda kekuasaan.Apakah kita cinta kemerdekaan atau damai?, secara tersurat Indonesia lebih cinta kemerdekaan lalu cinta damai dinomor duakan, mungkin ada yang tidak sepakat. Merdeka artinya bebas dari penghambaan, penjajahan, dll; berdiri sendiri; tidak terkena atau lepas dari tuntutan; tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; atau leluasa. Dari definisi ini, mari kita bertanya kembali: apakah kita sudah benar-benar merdeka? Kita memang sudah merdeka dari penjajahan secara fisik tapi belum benar-benar merdeka. Namun kita harus sadar bahwa kita sekarang ini sebetulnya masih terkungkung dan terbelenggu oleh penjajahan yang bersifat nonfisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dilihat dari kenyataan yang ada sekarang ini, bagi penulis memang secara dejure kita sudah merdeka namun belum ada kedamaian, kemerdekaan kita adalah kemerdekaan semu, kita masih terbelenggu dengan urusan kita masing-masing, tidak ada lagi yang saling peduli, mana nasionalisme yang selalu bangga-banggakan, ternyata lambat laun nasionalisme kita mulai pudar atau bahkan menghilang entah kemana. Sudah 65 tahun kita merdeka, sebagai anak bangsa memang merasa bangga karena masih bisa bernafas legah, tetapi yang lain?, saudara-saudara kita, makin jauh dari pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa yang tidak mensyukuri Kemerdekaan Negeri kita adalah negeri yang kaya dengan berbagai macam sumber daya alam, baik yang terpendam di dalam tanah, di&amp;nbsp; atas tanah, maupun yang ada di lautan kita yang luas. Namun semua itu seolah-olah tidak ada bekasnya. Negara-negara kapitalis telah mengeruk dan mengeksploitasinya. Kapal-kapal asing dengan leluasa menjarah hasil lautan kita. Bahkan negeri kita justru dililit utang yang luar biasa jumlahnya, yang kita sendiri belum tahu berapa generasi lagi hutang itu bisa kita lunasi. Apakah ini yang disebut kemerdekaan?Bukankah kemerdekaan yang kita raih adalah karena karunia dan rahmat Allah? Lihatlah dalam pembukaan UUD 1945, disana tercantum bahwa, ”Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”. Mengapa rasa syukur atas kemerdekaan yang kita raih selalu dirayakan dengan pesta yang luar biasa, menghambur-hamburkan uang, pikiran dan tenaga, hanya untuk sebuah pesta kemerdekaan ada yang mendatangkan artis ibukota, pesta kembang api, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh suatu perbuatan yang naif sekali! Acara-acara yang menghiasai hari kemerdekaan, itu namanya “kurang ajar” kepada Allah yang memberi nikmat kemerdekaan, tetapi juga “kurang ajar” kepada para pahlawan yang telah gugur demi terwujudnya kemerdekaan Indonesia. Makanya azab itu selalu datang, baik berupa bencana alam seperti banjir, suname, tanah langsor, gempa bumi, belum yang lain, kemerosotan akhlak, kemiskinan, pertikaian, pemanasan global, kompor gas meledak dan sebagainya. Kian Terbelenggu Inilah saatnya untuk mengintrospeksi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan masih belum selesai. Kita masih harus melanjutkan perjuangan para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Sebagaimana dahulu mereka meneriakkan ’merdeka atau mati’ maka saat ini pun kita meneriakkan yel-yel yang sama: ’merdeka atau mati’. Maknanya, kita akan berjuang sekuat tenaga untuk menjadikan bangsa ini benar-benar merdeka, merdeka dengan sebenar-benarnya, meski harus ditebus dengan kematian.“Seharusnya era Reformasi yang memasuki tahun ke-12 saat ini menjadikan tonggak bagi kondisi bangsa dan masyarakat Indonesia yang lebih baik dari kondisi sebelumnya, pada masa Orde Baru itu”, karena itu, sebagai&amp;nbsp; masyarakat dapat menilai secara objektif dan bersikap jujur terhadap para pemimpin bangsa ini sebelumnya, sehingga tidak begitu saja menghujat dan mengkritik tanpa memberikan perbandingan yang tepat atas kondisi masyarakat dan bangsa yang dialami pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah dan dengan apa yang sebagian terjadi saat ini:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Generasi muda sebagai penerus bangsa Indonesia saat ini sungguh mengkhawatirkan. Pergaulan bebas semakin merajalela. Sex di luar nikah, penyalahgunaan obat narkotika tak dapat dihindari, mabuk-mabukan (minum-minuman keras), dan masih banyak lagi hal-hal lain yang sangat menyedihkan. Kita sebagai orang tua tentu hanya bisa mengelu-elus dada karena perbuatan hal-hal negatif para generasi bangsa Indonesia saat ini.&amp;nbsp; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Degradasi moral, kemana akhlak dan budi pekerti kita, vidio porno dijual bebas, pelecehan seksual seperti yang terjadi di bus way, orang tua memperkosa anak kandung/tirinya, membunuh anak atau istrinya, perselingkuhan. Mana masyarakat religius, apakah masih kurang, ikut pengajian kesana kemari, mendatangnya Ustadz, Kiyai, pencaramah kondang, tapi&amp;nbsp; hasilnya sama. Ini juga termasuk anggota dewan yang selalu bolos saat sidang, apa tidak sadar dia dan keluarganya ikut makan uang haram, bukan dari hasil keringat sendiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemiskinan, angka kemiskinan pada 2010 tidak banyak berubah dengan 2009. Angka kemiskinan pada Maret 2009 berkisar pada 14,15 persen dan data yang akan keluar pada Maret 2010 angkanya mungkin masih pada kisaran itu. Salah satu komponen perhitungan kemiskinan seperti penghitungan garis kemiskinan sangat dipengaruhi oleh harga-harga yang dikonsumsi masyarakat miskin. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 1,57 persen pada bulan Juli 2010. Laju Inflasi&amp;nbsp; pada Januari-Juli&amp;nbsp; 2010 sebesar 4,02 persen dan laju inflasi year on year (Juli 2010 terhadap Juli 2009) sebesar 6,22 persen. Sejauh ini, inflasi kali ini adalah inflasi tertinggi pada tahun ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Korupsi terang-terangan, dikatakan terang-terangan karena tidak ada rasa takut sama sekali walau penjara ditempatnya, mereka dari kalangan elit mulai dari menteri, gubernur, bupati, pegawai, kepolisian, Dosen, Guru, hampir semua kalangan ada, harusnya menjadi contoh dan masih banyak lagi yang belum ketahuan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Globalisasi, AFTA telah membanyang-bnayangi kita, seakan-akan sebagian kalangan masyarakat ada senang, tapi disisi lain selaku pelaku ekonomi nampaknya belum siap menghadapi produk dari luar membanjiri pasar. Mampukah kita bersaing disegala bidang? Atau kita menjadi kuli di negeri sendiri, karena kemampuan atau skill tidak ada sama sekali&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Disintegrasi, keamanan yang tidak nyaman, pertaikaian antar kelompok, otonomi yang salah, sehingga riak-riak perpecahan dapat menyebabkan disintegrasi bangsa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tingkat kesadaran politik, masyarakat seharus makin tinggi tingkat pendidikannya seharusnya makin tinggi tingkat kesadaran politiknya, tapi coba kita perhatikan keikutsertaaan masyarakat kita dalam acara pesta demokrasi, baik pemilu legislatif, presiden, kepala daerah, bupati dan sebagainya, apakah pernah mencapai 80% tingkat kepesertaannya, bahkan dalam 10 tahun terakhir ini makin menurun bahkan ada yang mencapai 50% saja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pendidikan Gratis belum terwujud, 20% dana pendidikan di APBN sepertinya tidak mampu berbuat banyak terhadap keterpihakan pemerintah kepada rakyat dalam hal pendidikan formal. Banyak anak-anak yang terpaksa putus sekolah dikarenakan karena biaya pendidikan. Memang kita juga merasa bangga karena setiap kompetisi ajang dunia kita selalu mendapat juara, tapi setelah itu yang juara-juara kemana? Apa yang harus dipersiapkan?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Ke depan, mari kita terus mengembangkan sikap yang baik dan mensyukuri keadaan sekarang sebab setelah ratusan tahun dijajah, kita merdeka dan bangsa Indonesia masih tetap dihadapkan berbagai permasalahan. “12 tahun kita menghadapi krisis maha berat dan berbagai tantangan namun kita saat tetap berdiri kokoh,” ujar Presiden sembari meminta agar mensyukuri kondisi saat ini.Sebagaimana yang dialami bangsa lain, Indonesia saat ini pun, masih menghadapi berbagai ujian, masalah, termasuk bencana alam. Berbagai negara di dunia ini juga mengalami hal yang sama. Harga minyak meroket tinggi sekali, harga pangan melonjak. Terhadap semua ini, pemerintah tetap mencari solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebagai Banga Indonesia harus tetap sabar, tegar dan tawakkal.Menghadapi semua ini, marilah kita tetap selalu siap dan tegar. Untuk mengubah semua kondisi bangsa ini ke masa depan yang lebih baik adalah seluruh elemen masyarakat, alim ulama, tokoh agama dan pemimpin. Mengubah kondisi bangsa Indonesia ke masa depan yang lebih baik adalah masyarakat, pemimpin dan alim ulama.Ini adalah sikap yang paling arif dan bijaksana sesuai tuntutan ajaran agama kita, bersabar, tegar dan tawakal. Selain itu dikatakan, dunia sekarang berada dalam era globalisasi. Globalisasi mendatangkan kebaikan kalau kita pandai-pandai mengambilnya. Misalnya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Tetapi globalisasi juga mendatangkan berbagai masalah dan tantangan. Jika tidak pandai menyaring dan membendung akan merusak kehidupan masyarakat di negeri ini.Apakah harus dilakukan toubatan nasuha secara nasional (Acara Taubat Nasional) guna mewujudkan masyarakat yang tata tentrem kerta raharja. Baldatun toyibatun warobbun ghofur. Makmur dalam keadilan dan adil dalam kemakmuran,”. Wallahu a'lam bishawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Penulis adalah Ketua Program Studi Manajemen Administrasi ASM BSI Jakarta&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://burukab.go.id/web/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=697&amp;amp;Itemid=1"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-5207692349636312441?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/5207692349636312441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/kemerdekaan-yang-terbelenggurefleksi-65.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/5207692349636312441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/5207692349636312441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/kemerdekaan-yang-terbelenggurefleksi-65.html' title='Kemerdekaan Yang Terbelenggu (Refleksi 65 Tahun Indonesia Merdeka)'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-9179439461426391410</id><published>2010-08-17T01:40:00.002+07:00</published><updated>2010-09-03T00:01:39.163+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kemiskinan dan Pengangguran</title><content type='html'>&lt;i&gt;Catatan Bisman Pasaribu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan adanya ancaman peningkatan kemiskinan karena inflasi akibat melonjaknya harga bahan pangan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan lainnya (sembako).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan BPS ini wajar karena masalah gejolak harga sembako ini terus terjadi setiap tahun. Parahnya, jika harga sudah naik, maka harga sembako sulit turun. Bahkan kalaupun turun, tidak sebanding dengan kenaikannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, pendapatan masyarakat tak kunjung meningkat. Bagi pekerja, kenaikan upah/gaji ternyata tak sebanding dengan peningkatan biaya pemenuhan kebutuhan pokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan bisa menuntut upah yang layak, kalangan pekerja justru terpojokkan dengan bayang-bayang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Apalagi kenyataannya memang penciptaan lapangan kerja tidak sebanding dengan pertumbuhan angkatan kerja. Akibatnya angka pengangguran terus bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini disadari penuh oleh pekerja sehingga upaya "mengencangkan ikat pinggang" menjadi satu-satunya solusi menghadapi peningkatan biaya pemenuhan kebutuhan pokok. Hingga saat ini, angka kemiskinan di Indonesia sekitar 35 juta orang dan pengangguran terbuka mencapai 10 juta orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini bukanlah tidak diketahui pemerintah. Bagaimanapun masalah kemiskinan dan pengangguran merupakan tanggung jawab pemerintah. Dalam hal ini, pemerintah pun mengakui--meski dengan berbagai alasan--belum bisa mengentaskan masalah kemiskinan dan pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan pemerintah menganggarkan dana cukup besar untuk penanggulangan kemiskinan, di antaranya melalui program memberikan perlindungan serta bantuan sosial kepada rumah tangga dan masyarakat miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu juga program untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya serta program pemberdayaan usaha mikro dan kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, kalangan DPR mengusulkan agar kementerian atau lembaga negara menyisihkan anggaran untuk program pengentasan pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kementerian atau lembaga negara bisa saja menyisihkan sekitar 10 hingga 20 persen anggarannya untuk mengurangi tingkat pengangguran. Namun, upaya pengentasan pengangguran itu harus dilaksanakan melalui program yang jelas dan tepat sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kementerian yang memang berhubungan langsung dengan masalah kemiskinan dan pengangguran, yakni Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemennakertrans), pun menyadari hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah program dalam rangka menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja menjadi prioritas, termasuk pengalokasian anggarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Mennakertrans) Muhaimin Iskandar mengatakan, meskipun pertumbuhan ekonomi dalam dua tahun terakhir membaik dan terjadi penurunan pengangguran, namun secara absolut masih cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tingkat pengangguran sebesar 8 persen (sekitar 10 juta) masih cukup tinggi dan merupakan masalah serius. Selain bisa berdampak terhadap instabilitas ekonomi, politik, dan keamanan, masalah pengangguran ini juga sekaligus menggambarkan banyaknya sumber daya yang terbuang secara percuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini disebabkan, tidak seimbangnya jumlah pencari kerja dengan lapangan kerja yang tersedia. Dan juga terkait masalah rendahnya kualitas angkatan kerja, di mana lebih dari 54 persen angkatan kerja berpendidikan sekolah dasar (SD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga tidak bisa dikesampingkan dampak krisis keuangan global yang mengakibatkan menurunnya realisasi investasi, sehingga kesempatan kerja baru juga relatif terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih investasi baru yang masuk lebih berorientasi pada teknologi dan tidak ramah terhadap tenaga kerja (padat karya). Kondisi ini diperparah dengan kurangnya motivasi masyarakat untuk menciptakan lapangan kerja baru (usaha mandiri) sebagai wirausaha (entrepreneurship).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2010 ini, pemerintah menargetkan penciptaan kesempatan kerja sebanyak 2,3 juta yang diharapkan dapat menyerap para penganggur dan setengah penganggur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pertambahan angkatan kerja yang setiap tahun mencapai 2 juta orang, ditambah dengan pengangguran yang belum mendapat pekerjaan (carry over) dan pekerja yang terkena PHK itu, maka jumlah angkatan kerja cenderung lebih besar dibanding dengan kesempatan kerja yang diciptakan. Dengan demikian, jumlah pengangguran akan terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut disadari bahwa kemampuan sektor formal dalam penyerapan tenaga kerja sangat terbatas, yaitu hanya 37 persen dari seluruh angkatan kerja. Sementara di sisi lain, sektor informal mampu menyerap tenaga kerja sebesar 63 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, solusi yang paling tepat untuk mempercepat penanggulangan pengangguran dan kemiskinan, yaitu memperluas kesempatan kerja di sektor informal, khususnya dengan mencetak wirausaha-wirausaha baru atau mendorong masyarakat penganggur dan setengah penganggur untuk menjadi wirausaha handal di berbagai bidang usaha produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penciptaan wirausaha baru, sebagai salah satu solusi penciptaan lapangan kerja, akan berimplikasi terhadap pertumbuhan dunia usaha. Dengan wirausaha, maka dapat menyerap angkatan kerja secara signifikan, khususnya diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan potensi sumber daya yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat sehingga peningkatan kesejahteraan dapat terwujud. Pada akhirnya, hal tersebut dapat mengurangi pengangguran secara signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mempertimbangkan sebanyak 60 persen penduduk Indonesia yang tinggal di perdesaan, dan sebagaian besar bekerja di sektor informal, maka penekanan penciptaan kesempatan kerja diarahkan untuk menjangkau wilayah perdesaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini melalui pelaksaan program-program pemberdayaan yang secara langsung menyentuh masyarakat sehingga perekonomian perdesaan bisa maju dan diharapkan dapat menjadi tulang punggung perekonomian nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.radar-bekasi.com/index.php?mib=berita.detail&amp;amp;id=61303"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-9179439461426391410?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/9179439461426391410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/kemiskinan-dan-pengangguran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/9179439461426391410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/9179439461426391410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/kemiskinan-dan-pengangguran.html' title='Kemiskinan dan Pengangguran'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-9085708294781393687</id><published>2010-08-17T01:35:00.002+07:00</published><updated>2010-09-03T00:01:22.915+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Pengangguran Dilarang Makan Nasi</title><content type='html'>Suatu hari Ibenk mendapatkan surat dari temannya, Abang, yang berasal dari Amerika. Dalam surat tersebut Abang menceritakan pengalaman hidupnya kenapa ia yang dulu juga miskin bisa menjadi sukses seperti sekarang. Begini sebagian isi suratnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dulu, ketika saya tidak punya pekerjaan dan tidak punya uang sepeserpun untuk makan, saya pergi ke depan gerbang Gedung putih. Di sana saya makan jerami sambil berteriak pada presiden bahwa saya tidak punya pekerjaan dan tidak punya uang sepeser pun untuk makan. Tak lama kemudian, Presiden keluar dan memberikan uang yang cukup kepada saya dan memberi saya pekerjaan. . “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca surat tersebut Ibenk merasa mendapat inpirasi dari pengalaman si Abang yang dari Amerika tersebut. Ibenk lalu bertekad bahwa besok ia akan mencoba pengalaman si Abang dan akan pergi ke Istana Merdeka sambil membawa jerami.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Besoknya sesampai di depan Istana Merdeka Ibenk lalu mempraktekkan pengalaman temanya. Sambil makan jerami ia berteriak kencang sampai terdengar Presiden yang lagi istirahat.&lt;br /&gt;“Hai.. Tuan Presiden!”&lt;br /&gt;“Saya tak punya pekerjaan dan tak punya uang sepeser pun untuk makan”. Sambil sesekali mengunyah jerami.&lt;br /&gt;“Hai Tuan Presiden, Keluarlah..!!” Ibenk mengulangi.&lt;br /&gt;“Beri saya uang..!!”&lt;br /&gt;“Beri saya pekerjaan..!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian Presiden keluar dari Istana tanpa pengawal dan berjalan menghampiri Ibenk yang sedang mengunyah jerami. Melihat Presiden keluar Ibenk senang bukan main. Bayangan bahwa ia akan menjadi kaya kini akan jadi kenyataan. Ibenk lalu berhenti berteriak ketika Presiden sudah ada di hadapannya.&lt;br /&gt;Lalu di depan Ibenk presiden berkata.&lt;br /&gt;“Sekarang masih musim hujan. Masih banyak rumput hijau. Simpanlah jeramimu untuk persiapan musim kemarau nanti”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eng ing engggg…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ulasan cerita&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara-negara yang menganut paham welfare state memang berlaku semacam prinsip bahwa seseorang yang datang ke pemerintahannya dan mengatakan bahwa dia tidak punya sesuatu pun untuk dimakan, tidak bisa dikirim pulang ke rumahnya dengan tangan hampa. Dalam hal ini departemen sosial akan memberi dia uang pengangguran yang cukup besar untuk biaya hidupnya setiap bulan, sampai departemen tenaga kerja bisa mendapatkan suatu pekerjaan yang cocok bagi dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal semacam itu mungkin masih sulit di negara kita. Di satu pihak pendapatan negara kita belum setinggi pendapatan negara-negara maju, di phak lain pertumbuhan angkatan kerja kita semakin besar, sementara lapangan kerja masih cukup terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengangguran memang menjadi masalah yang kompleks di tiap negara. Bukan saja karena dapat menyebabkan krisis sosial tapi juga menyebabkan pengaruh terhadap citra negara yang bersangkutan. secara umum pengangguran dapat menimbulkan penyimpangan sosial karena dua hal. Pertama, energi dan kepandaian kerja yang ada tidak tersalurkan secara produktif dan cenderung berkembang menjadi destruktif. Kedua, seorang yang menganggur mengalami krisis identitasnya. Atau krisis yang menyangkut status sosialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu di negara-negara maju, pengangguran adalah semacam status yang diakui dan dibiayai negara, dan sebab itu krisis identitas itu tidak terlalu terasa. Tetapi dalam situasi di mana pengangguran tidak merupakan suatu status secara hukum dan secara administratif, krisis itu akan lebih terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak percaya? Coba saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://b-trismawan.blogspot.com/2010/04/pengangguran-dilarang-makan-nasi.html"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-9085708294781393687?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/9085708294781393687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/pengangguran-dilarang-makan-nasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/9085708294781393687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/9085708294781393687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/pengangguran-dilarang-makan-nasi.html' title='Pengangguran Dilarang Makan Nasi'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-5004632292461511643</id><published>2010-08-17T01:29:00.002+07:00</published><updated>2010-09-03T00:00:47.902+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><title type='text'>Mayoritas Rakyat Indonesia Belum Merdeka</title><content type='html'>Menjelang kemerdekaan ke-65 pada 17 Agustus ini, ternyata masih banyak rakyat Indonesia yang belum bisa menikmati hidup selayaknya negara merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli mengatakan, Indonesia masih berlari di tempat. Menurutnya, mayoritas rakyat Indonesia belum merdeka secara perekonomian, pendidikan, dan sosial. Hanya sekitar 15% warga Indonesia yang merasa negeri ini sedang tidak dirudung masalah, dan sudah terperangkap pada zona nyamannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Masih bisa makan, masih bisa menyekolahkan anaknya, punya rumah," tutur Rizal pada renungan "Kemerdekaan 65 Tahun Republik Indonesia," di kediamannya, di Tebet, Jakarta Selatan. (13/8/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, sekitar 85% rakyat Indonesia belum bisa merasakan kemewahan tersebut. Sehingga terkesan Indonesia menututup-nutupi dalam kepura-puraan masalah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar ekonomi tersebut berpendapat bahwa bangsa ini bisa lepas dari permasalahan tersebut bila pemimpin negara tidak berlaku seolah tidak tahu.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.tribunnews.com/2010/08/13/mayoritas-rakyat-indonesia-belum-merdeka"&gt;Link Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-5004632292461511643?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/5004632292461511643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/mayoritas-rakyat-indonesia-belum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/5004632292461511643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/5004632292461511643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/mayoritas-rakyat-indonesia-belum.html' title='Mayoritas Rakyat Indonesia Belum Merdeka'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-5789008119448008559</id><published>2010-08-17T01:21:00.002+07:00</published><updated>2010-09-03T00:00:37.541+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><title type='text'>Arti Merdeka Bagi Rakyat Grobogan</title><content type='html'>Dalam konteks globalisasi saat ini maka merdeka lebih berarti kepada bebas dari keterbelakangan dan masalah-masalah mendasar peradaban. Kabupaten Grobogan sebagai bagian dari Bangsa Indonesia tidak lepas dari persoalan-persoalan mendasar yang perlu segera diantisipasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan-persoalan mendasar itu harus disolusikan secara cepat dan tepat. Jika tidak maka secara ekstrem pemerintahan bisa dikatakan gagal dalam mengelola pemerintahannya. Kita semua juga tidak ingin Indonesia menjadi fault state atau negara gagal. Gagal memanfaatkan kemerdekaannya. Kita semua ingin Indonesia menjadi welfare state atau negara sejahtera. Dalam konteks Grobogan, tentu semua warga Grobogan tidak ingin Pemkab gagal mengelola Grobogan. Kita tidak ingin menjadi Kabupaten gagal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk Grobogan sendiri, ada 3 persoalan mendasar yang harus segera diatasi agar Grobogan dapat melangkah menjadi Kabupaten Sejahtera adalah kemiskinan, pengangguran dan korupsi. Merdeka bagi kebanyakan rakyat Grobogan dalam situasi sekarang ini adalah terbebasnya Grobogan dari Kemiskinan,Pengangguran dan Korupsi (KPK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kemiskinan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 1.3 juta penduduk Grobogan sepertiganya adalah warga miskin (kurang lebih 500 ribu penduduknya miskin).Menurut BPS dengan pendekatan kebutuhan dasar maka orang miskin adalah apabila seseorang memiliki pendapatan rata-rata sebesar Rp200.262,- per bulan ( per orang bukan per keluarga). Belum lagi kalau definisi orang miskin menggunakan kriteria Bank Dunia yaitu pendapatan 1 dollar per hari atau kurang lebih 300 ribu sebulan maka tentunya angkanya akan makin bertambah. Atau karena Grobogan adalah daerah pertanian maka bisa juga ukuran kemiskinan diukur dari penguasaan lahan pertanian. Rata-rata lahan per petani di Grobogan sekitar 0,18-0,36 hektar. Angka tersebut masih dibawah garis kemiskinan bila diukur dari sisi penguasaan lahan pertanian. Bahkan luas lahan cenderung menyusut dari waktu ke waktu seiring dengan pertambahan penduduk dimana pertambahan penduduk Grobogan per tahun adalah 0.68%. Program-program pemberantasan kemiskinan selalu berpacu dengan laju pertambahan penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga miskin di Grobogan banyak di Kecamatan Purwodadi dan Pulokulon. Sebab-sebab utama masih banyaknya warga miskin di Grobogan adalah terbatasnya lapangan kerja (karena minimnya investasi yang masuk),keterbatasan anggaran Pemkab untuk mengatasi kemiskinan (Pendapatan Asli Daerah Cuma 6% dari APBD sedangkan sebagian besar APBD adalah untuk belanja pegawai) dan minimnya terobosan-terobosan atau program-program nyata dari Pemkab untuk mengatasinya. Program seperti BLT, Raskin, KUT dan lain-lain adalah program-program pusat.Memang pertumbuhan ekonomi Grobogan sebesar 4% tahun 2008 tetapi pertumbuhan tersebut secara umum sangat didorong oleh tingginya konsumsi bukan investasi sehingga bisa dikatakan pertumbuhan tersebut belum merupakan pertumbuhan yang berkualitas yaitu pertumbuhan yang merata yang kue pertumbuhannya juga dinikmati oleh warga miskin kebanyakan. Ke depan, Grobogan harus bebas dari kemiskinan. Komitmen kuat dan program yang kreatif inovatif serta dijalankan secara konsisten oleh Pemkab perlu dilakukan. Pimpinan puncak pemerintahan Grobogan harus kerja keras,kerja cerdas, kerja kompak dan kerja bersih untuk memberantas kemiskinan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai terobosan yang bisa dilakukan antara lain adalah dengan mengundang para investor untuk masuk ke Grobogan melalui cara-cara yang lebih kreatif, menjalankan sistem kredit usaha kecil dengan pola seperti Grameen Bank di Bangladesh yang kesohor itu (Kabupaten Jember sudah melaksanakannya), meningkatkan kepedulian sosial dangan program yang jelas sehingga si kaya Grobogan dimana saja berada dapat terikat dan lebih peduli kepada si miskin (pola Bapak Asuh dll), menggarap potensi pertanian &amp;amp; peternakan rakyat yang berbiaya murah tetapi prospektif secara massal (misalnya peternakan kelinci, penanaman singkong di lahan-lahan non produktif dan hasilnya ditampung untuk diekspor bahan bioethanol atau penanaman porang dll), meningkatkan produktifitas lahan pertanian melalui upaya intensifikasi &amp;amp; ekstensifikasi yang konsisten, stabilisasi harga-harga kebutuhan pokok di Grobogan melalui sistem reward &amp;amp; punishment bagi pihak-pihak terkait penyediaan bahan-bahan pokok dan lain-lain. Secara umum fokus pemberantasan kemiskinan sebaiknya diarahkan dalam bingkai pembangunan pertanian. Hal ini karena Grobogan adalah bumi tani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengangguran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengganguran sebenarnya terkait erat dengan kemiskinan. Pengangguran melahirkan kemiskinan. Terciptanya pengangguran adalah juga terkait dengan masalah pendidikan. Rendahnya tingkat pendidikan akan berdampak pada rendahnya kemampuan atau tingkat akses ke pasar kerja. Kondisi tingkat pendidikan rakyat di Grobogan masih sangat memprihatinkan.Sekitar 70% penduduk Grobogan lulusan SD/Sederajat ke bawah (termasuk yang belum lulus SD). Tingginya angka tersebut berpotensi meningkatkan pengangguran di Grobogan.Selain itu pengangguran terkait dengan ketersediaan lapangan kerja. Gelombang PHK sebagai akibat krisis global menambah potensi peningkatan pengangguran di Grobogan. Minimnya investasi padat karya yang masuk ke Grobogan memperparah penciptaan solusi pengangguran ini. Salah satu indikasi terbatasnya lapangan kerja formal di Grobogan adalah makin meningkatnya PKL di Kota Purwodadi. Untuk kasus Grobogan dimana sebagian besar penganggur ada di desa dan sebagian besar tenaga kerja terserap di sektor pertanian &amp;amp; kehutanan maka upaya yang massif mengatasi pengangguran adalah dengan mengembangkan sektor pertanian &amp;amp; kehutanan sehingga lebih mampu menyerap tenaga kerja di desa-desa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya-upaya yang perlu dilakukan Pemkab antara lain adalah sama halnya dengan upaya-upaya untuk mengatasi kemiskinan seperti yang telah dipaparkan di atas dengan fokus adalah pengembangan pertanian yang lebih intensif dan ekstensif. Selain itu Pemkab harus kerja keras mendatangkan investor ke Grobogan. Kikis habis hal-hal yang menghambat investasi dan bisnis di Grobogan. Tentu saja hal ini perlu disiasati ditengah keterbatasan anggaran yang ada. Dari studi KPPOD ada beberapa hal yang masih mengambat bisnis dan investasi di daerah yaitu keterbatasan infrastruktur, keterbatasan program pengembangan usaha sektor swasta,akses lahan dan kepastian hukum, minimnya interaksi Pemkab dengan pelaku usaha,biaya transaksi/pungutan di daerah dan ruwetnya birokrasi pengurusan perizinan. Pemkab Grobogan dengan skala prioritas harus mengatasi penghambat investasi tersebut agar investor masuk ke Grobogan. Ekonomi biaya tinggi berupa pungutan liar dan lain-lain harus diberantas untuk memudahkan investasi masuk yang akhirnya menurunkan angka pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Korupsi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir masalah mendasar di Grobogan adalah korupsi yang mengakar di segala lini. Korupsi terjadi karena mentalitas pejabat dan birokrat yang mendapat amanah bobrok. Mentalitas yang penuh kemunafikan dan tidak takut Tuhan (berpikir pendek-duniawi). Mentalitas yang bersumber dari materialisme atau pemujaan akan harta benda secara berlebihan. Korupsi juga menyebabkan kemiskinan. Korupsi juga terbukti menghambat efektifitas pelaksanaan program pengentasan kemiskinan. Sebagai contoh, pelaksanaan BLT di beberapa desa masih tidak efektif karena salah sasaran. Yang mendapatkan ada yang bukan warga miskin tetapi warga yang merupakan saudara dari pejabat pendata warga miskin. Korupsi adalah kejahatan luar biasa yang dampaknya membangkrutkan negara dan merusak moralitas generasi penerus serta merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa yang sehat. Untuk itu pemberantasan korupsi di Grobogan harus terus digalakkan. Bupati Grobogan harus memberi contoh dan menjadi orang terdepan dalam pemberantasan korupsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak era reformasi banyak kasus-kasus korupsi di Grobogan yang diusut. Hanya ironinya kasus-kasus tersebut tidak jelas pengusutannya. Bisa dikatakan aparat penegak hukum di Grobogan masih tidak berdaya menghadapi koruptor. Aparat terkait masih mandul dan terkesan mengulur-ulur pengusutan hingga masyarakat lupa serta tidak jelas hasilnya.Karena sampai dengan saat ini hampir tidak ada koruptor yang masuk bui. Kasus-kasus korupsi besar di Grobogan yang pernah muncul dipermukaan antara lain kasus korupsi APBD 2005,PER,Buku Ajar 36 M, Illegal Loging,Kasus SUTET dan lain-lain. Yang terbaru adalah kasus korupsi pembangunan jalan gajahmada (3M), gedung BKK dan pemeliharaan mobil DPRD. Sementara ini bisa dikatakan Grobogan adalah wilayah idaman para koruptor. Fenomena kolusi antara pejabat dengan kelompok atau kerabat terdekat untuk menguasai kue-kue pembangunan juga makin terasa. Selain minimnya pengusutan secara tuntas juga karena faktor lemahnya kontrol dari masyarakat serta elemen kritis Grobogan. Upaya preventif perlu dilakukan melalui pembenahan pengadaan barang dan jasa menjadi lebih fair dan obyektif, reformasi birokrasi dan pelayanan publik dan membentuk budaya takut Tuhan dan malu kepada rakyat yang telah membayar pajak harus ditanamkan terus menerus. Seharusnya juga lembaga-lembaga keagamaan aktif menyuarakan pemberantasan korupsi di Grobogan seperti misalnya MUI, NU, dan Muhammadiyah terutama melalui khotbah-khotbah jumatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi merdeka bagi rakyat Grobogan adalah bebas dari menganggur, bebas dari kemiskinan dan bebas dari pemerintahan yang korup (korupsi). Hanya dengan mengatasi tiga masalah mendasar ini maka Grobogan akan maju dan sejahtera. Ayo warga Grobogan jangan jadi penonton dan jangan pernah menyerah dengan kondisi yang belum mengenakkan ini. Semoga Tuhan segera memberikan kemajuan bagi Grobogan dan membinasakan koruptor sehingga masyarakatnya menjadi lebih makmur. Amin. Merdeka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penulis : Peduli Grobogan Yuk dari Berbagai Sumber&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/topic.php?uid=91612686891&amp;amp;topic=10045&amp;amp;post=40992"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-5789008119448008559?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/5789008119448008559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/arti-merdeka-bagi-rakyat-grobogan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/5789008119448008559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/5789008119448008559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/arti-merdeka-bagi-rakyat-grobogan.html' title='Arti Merdeka Bagi Rakyat Grobogan'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-3400003494030554850</id><published>2010-08-17T01:03:00.002+07:00</published><updated>2010-09-02T23:58:36.987+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realitas'/><title type='text'>Pengangguran Bisa Bertambah Lagi</title><content type='html'>Sebanyak 992 lulusan SMA/SMK/MA swasta di Kota Cimahi tidak melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Mereka diperkirakan menjadi pengangguran karena belum mendapatkan pekerjaan. Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Cimahi Aan Saprani mengatakan, jumlah siswa SMA/SMK/MA swasta yang lulus UN tahun ini mencapai 3.309 orang. Sebanyak 993 di antaranya melanjutkan ke perguruan tinggi, 1.324 langsung bekerja, sedangkan nasib 992 siswa sisanya tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Siswa yang tidak melanjutkan pendidikannya dan belum memiliki pekerjaan sebenarnya ingin langsung bekerja. Akan tetapi, mereka tidak tahu harus bekerja di mana. Dengandemikian, status mereka tidak jelas," tuturnya di Cimahi, Senin (26/7). Menurut Aan, siswa yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi rata-rata disebabkan oleh faktor kesulitan biaya. Apalagi, beasiswa untuk perguruan tinggi di Kota Cimahi masih terbatas. Jika pemerintah tidak mengambil tindakan atas keadaan ini maka mereka akan menambah jumlah pengangguran di Kota Cimahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aan berharap, pemerintah dapat memberikan pelatihan ketenagakerjaan bagi lulusan-lulusan SMA yang tidak sanggup melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi ini. Bentuk pelatihan bisa bervariasi, yang penting berhubungan dengan keterampilan khusus yang memungkinkan lulusan SMA/SMK/MA membuka usahanya sendiri atau bekerja di perusahaan yang membutuhkan keahlian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka lapangan kerja Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi IV DPRD Kota Cimahi Ike Hikmawati mengaku prihatin. Pasarnya, lulusan SMA/SMK/MA yang kini statusnya tidak jelas itu berpoten-si menambah jumlah pengangguran intelektual di Cimahi. Dia mengatakan bahwa kondisi itu merupakan indikasi bahwa pemerintah Kota Cimahi baru mampu melaksanakan pendidikan dalam tataran konsep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seharusnya, pendidikan itu siap menjadikan lulusannya menjadi individu yang lebih produktif, kreatif, dan mandiri. Kesiapan mental inilah yang belum mampu sepenuhnya dipenuhi oleh sistem pendidikan kita," katanya. Ike berharap, Pemerintah Kota Cimahi dapat berpartisipasi aktif membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi lulu-san-lulusan sekolah yang tidak mampu melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seratus persen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aan menambahkan, seluruhlulusan SD/MI swasta di Cimahi melanjutkan ke SMP/MTs. Tahun ini, jumlah siswa SD/MI swasta yang lulus UASBN mencapai 2475 orang, yang sebanyak 1.577 siswa melanjutkan ke SMP dan 898 orang ke MTs. Sementara itu, dari 3.454 siswa SMP/MTs. yang lulus UN, sebanyak 1.156 orang melanjutkan ke SMA, 2.147 orang ke SMK, dan 110 orang ke MA. Sisanya, sebanyak 41 orang tidak diketahui nasibnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin ada yang melanjutkan pendidikan di luar Kota Cimahi, atau ada pula yang benar-benar tidak melanjutkan sekolah. Akan tetapi, kalau dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah siswa yang tidak melanjutkan sekolah secara keseluruhan berkurang," katanya. (A-180)-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bataviase.co.id/node/314267"&gt;&lt;b&gt;Link Sumber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-3400003494030554850?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/3400003494030554850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/pengangguran-bisa-bertambah-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/3400003494030554850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/3400003494030554850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/pengangguran-bisa-bertambah-lagi.html' title='Pengangguran Bisa Bertambah Lagi'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-8976171955149960212</id><published>2010-08-16T01:22:00.003+07:00</published><updated>2010-09-06T23:06:01.573+07:00</updated><title type='text'>Blogroll &amp; Tukaran Link</title><content type='html'>&lt;div style="color: red; font-family: verdana; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-weight: bold;"&gt;TUKAR LINK DISINI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://nganggurlagi.blogspot.com/" style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KOMUNITAS PENGANGGURAN INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;form name="copy"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;input onclick="javascript:this.form.txt.focus();this.form.txt.select();" type="button" value="Select All" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;textarea name="txt" style="height: 50px; padding: 3px; width: 200px;"&gt;&amp;lt;a href="http://nganggurlagi.blogspot.com" target="_blank" title="wadah pengangguran indonesia"&amp;gt;Komunitas Pengangguran Indonesia&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;/textarea&gt;&lt;/div&gt;&lt;/form&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-8976171955149960212?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/8976171955149960212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/pertunjukan-yahoo-emoticons.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/8976171955149960212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/8976171955149960212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/pertunjukan-yahoo-emoticons.html' title='Blogroll &amp; Tukaran Link'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-1806046926714266357</id><published>2010-08-15T00:32:00.003+07:00</published><updated>2010-09-02T23:59:33.697+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Solusi'/><title type='text'>Pengangguran Berpenghasilan</title><content type='html'>‘Menjadi pengangguran’ menjadi kata yang menakutkan bagi beberapa orang. Kehilangan pekerjaan rutin dan kantoran, seolah kehilangan sebagian besar kehidupan. Menjadi pengangguran bukanlah akhir dunia; itu hanyalah batas yang membuat Anda harus memilih jalur kehidupan yang lain. Menjadi pengangguran seperti berhenti di sebuah halte bis dan harus melanjutkan hidup, mungkin dengan jalur bis yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda yang mengangur karena memilih atau dipaksa menjadi pengangguran, bukanlah akhir dunia. Semuanya adalah feedback dan umpan balik untuk melakukan perubahan; mungkin ganti perseneling, karena tanjakan makin curam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merenung, saya coba berbagi bagaimana menjalani jalur hidup supaya menjadi pengangguran berpenghasilan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;GALI KOMPETENSI&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetensi adalah kemampuan paling mentok. Jika Anda memiliki kemampuan, kapasitas yang (kalau bisa) berbeda dan unik, optimalkanlah sehingga bisa mengisi ruang kebutuhan pihak lain. Kompetensi itu bisa menjadi magnet, karena dunia kerja/bisnis tertentu, membutuhkan jenis kompetensi yang tidak semua orang bisa lakukan. Jika Anda sudah memiliki kompetensi tersebut, tinggal diasah lebih baik. Jika belum, pilihlah sebuah kompetensi, fokus dan konsisten dengan kompetensi itu, sampai Anda menjadi sangat ahli dengan kompetensi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, saya (dahulu kala), sangat senang ketika menjadi trainer dengan materi kreativitas, motivasi dan lainnya; akan tetapi setelah tenggelam dalam pekerjaan kantor, kompetensi itu tak terasah. Kini, waktu untuk kembali mengasahnya dan ternyata, teman-teman yang konsisten dengan kompetensi itu sudah melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi dan berhasil meraih beberapa pencapaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KOMUNIKASIKAN KOMPETENSI ANDA KEPADA DUNIA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ujub dan riya, komunikasikan kompetensi Anda tersebut kepada dunia; dengan berbagai gaya dan cara. Percuma Anda memiliki kompetensi tapi dunia tak tahu bahwa Anda memiliki kompetensi. Saya yakin, tak ada seorang pun di dunia ini yang tahan hidup sendirian; pasti dia harus keluar dan berkomunikasi dengan dunia. Termasuk Susan Boyle, lajang, penyanyi gereja, yang hanya hidup dengan seekor kucing, akhirnya memikat hati dunia ketika muncul di acara Britain’s Got Talent, walaupun akhirnya hanya menjadi runner-up, dikalahkan oleh grup akrobat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah dunia tahu tentang kompetensi Anda; seunik, sesederhana, seaneh apa pun. Biarkan dunia memutuskan apakah membutuhkan kompetensi yang Anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BIDIK PELUANG YANG SESUAI DENGAN KOMPETENSI ANDA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang hanya muncul jika Anda memiliki visi dan motivasi. Visi membuat Anda tahu apa yang akan Anda wujudkan di masa depan; motivasi membuat Anda menjadikan visi sebagai kebutuhan dan memiliki dorongan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda sudah memiliki kompetensi dan mengkomunkasikannya kepada dunia, tentu Anda tahu di sisi mana kompetensi Anda itu bisa memenuhi kebutuhan. Kompetensi yang unik akan membuat Anda dibutuhkan; dan jika Anda sudah dibutuhkan, tak perlu sulit untuk berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BERPUSARLAH DALAM JARINGAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetensi tak menentukan sukses seseorang; akan tetapi bagaimana ia mengkomunikasikan dan jeli melihat peluang; yang akan memberikan kemungkinan sukses lebih tinggi. Keep in touch lah dengan dunia yang membutuhkan kompetensi Anda. Menceburkan dirilah ke dunia yang membuat Anda dibutuhkan. Berpusarlah dengan jaringan yang memperlakukan Anda sebagai aset yang memiliki nilai. Oleh karena itu, jangan putuskan hubungan dengan orang yang punya peran sekecil apapun, selama itu terkait dengan daya jual kompetensi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya punya direktori nomor handphone hingga 5000-an, dan tentu saja bukan hanya nomor orang penting yang ada di handphone-nya, tapi bisa juga supir bandara, pemilik warung makanan enak di suatu kota, dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah bahwa dunia ini kecil, kemana pun Anda pergi, selama Anda menjadikan kompetensi sebagai magnet, maka peluang akan mendatangi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://lebahcerdas.blogdetik.com/index.php/2009/06/05/pengangguran-berpenghasilan/"&gt;Link Sumber&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-1806046926714266357?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/1806046926714266357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/pengangguran-berpenghasilan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/1806046926714266357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/1806046926714266357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/pengangguran-berpenghasilan.html' title='Pengangguran Berpenghasilan'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298035723991448853.post-3625627412892271685</id><published>2010-08-14T21:18:00.000+07:00</published><updated>2010-08-14T21:18:18.117+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filsafat'/><title type='text'>Komunitas Pengangguran Indonesia</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Pre - &lt;span style="color: red;"&gt;LAUNCHING&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298035723991448853-3625627412892271685?l=www.nganggurlagi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/feeds/3625627412892271685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/komunitas-pengangguran-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/3625627412892271685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298035723991448853/posts/default/3625627412892271685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nganggurlagi.co.cc/2010/08/komunitas-pengangguran-indonesia.html' title='Komunitas Pengangguran Indonesia'/><author><name>Timmy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_kSg5QgmbWxk/TMG_CLHl6iI/AAAAAAAAANk/1HCuKEOur9w/S220/kucing.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
